+62 778 - 429 446 Info.bcbatam@customs.go.id
Kunjungan Pertukaran Informasi dan Uji Coba Aplikasi Mobile Dashboard BAKAMLA RI

Kunjungan Pertukaran Informasi dan Uji Coba Aplikasi Mobile Dashboard BAKAMLA RI

Batam (28/07) Menindaklanjuti surat dari Badan Keamanan Laut Republik Indonesia, Bea Cukai Batam menerima Kunjungan Kerja Pertukaran Informasi Peta Kerawanan dan Uji Coba Aplikasi Mobile Dashboard Bakamla RI melalui Direktorat Data dan Informasi.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kolonel Bakamla Nanang Hariono selaku Kepala Subdirektorat Data dan Informasi ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi terkait keamanan dan keselamatan laut serta pengenalan dan uji coba aplikasi mobile yang telah dikembang Bakamla RI.
“Semoga aplikasi ini dapat meningkatan kemampuan sharing informasi dan koordinasi antar instansi terkait” ucap Nanang. Kegiatan tersebut diakhiri dengan simulasi aplikasi dan juga foto bersama.

 

Talkshow of Tax HMMB 2020 Politeknik Negeri Batam

Talkshow of Tax HMMB 2020 Politeknik Negeri Batam

Batam (18/07) – Himpunan Mahasiswa Manajemen Bisnis Politeknik Batam menyelenggarakan Talkshow of Tax yang mengusung tema ‘Pasca Pemberlakuan PMK 199 di Batam : Demi Perlakuan Pajak yang Adil?’. Talkshow diselenggarakan secara online via aplikasi Zoom Cloud Meetings. Sumarna selaku Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi hadir sebagai pemateri pada talkshow kali ini. Pemateri lainnya yaitu Dosen Politeknik Negeri Batam Dwi Kartikasari, Ketua Tax Centre Polibatam Wika Arsanti, dan pengusaha UMKM Safira Utari.

Talkshow kali ini kembali membahas latar belakang diberlakukannya PMK 199 itu sendiri, yaitu untuk melindungi kepentingan nasional sehubungan dengan meningkatnya volume impor barang kiriman dan mendorong pertumbuhan industri dalam negeri. Selain itu juga membahas dampak dari implementasi PMK 199 tahun 2020 dari sudut pandang para akademisi dan pelaku UMKM serta hal-hal lainnya yang berkaitan dengan impor barang kiriman.

Dengan diselenggarakannya talkshow ini diharapkan para peserta dapat lebih memahami ketentuan kepabeanan, cukai, dan pajak atas impor barang kiriman. Sumarna berpesan bahwa kita perlu meluruskan pemahaman kita terhadap kebijakan yang baru diberlakukan ini.

“Dari sisi kami yang penting dari kebijakan ini adalah pemahaman kita dulu diluruskan, itulah yang mesti dipahami oleh kita. Regulasi dibuat terkait dengan situasi dalam negeri kita, penerimaan negara itu nomor sekian. Kita perlu mengatur perekonomian kita. Barang impor dengan jumlah banyak dalam jangka yang lama dapat mematikan produsen dalam negeri kita.”, ujarnya.

Sumarna juga berpesan kepada masyarakat untuk memberitahukan / men-declare barang yang dikirim dengan sebagaimana mestinya, karena jika tidak dapat menyebabkan barang ditegah nantinya.

Para pemateri lainnya juga berpesan kepada Bea Cukai Batam bahwa diharapkan ada peraturan baru yang dapat lebih memudahkan semua pihak dan perlu adanya kerja sama dan tanggung jawab bersama antara PJT dan Bea Cukai terkait lamanya waktu yang diperlukan untuk keluar dari Batam.

Audiensi Bea Cukai Batam dan Asosiasi Tenaga Ahli Kepabeanan (ATAK) Batam

Audiensi Bea Cukai Batam dan Asosiasi Tenaga Ahli Kepabeanan (ATAK) Batam

Batam (8/7) – Menindaklanuti surat dari Asosiasi Tenaga Ahli Kepabeanan (ATAK) Batam perihal kendala dalam penggunaan sistem aplikasi CEISA PPFTZ Online, Bea Cukai Batam mengadakan audiensi dengan ATAK Batam. Audiensi ini membahas kendala yang dialami PPJK dalam hal tata cara pengisian, konversi, dan pengajuan dokumen pada sistem aplikasi CEISA PPFTZ Online.

Dengan telah diberlakukannya sistem aplikasi CEISA PPFTZ Online pada Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, hampir semua dokumen PPFTZ telah diajukan secara online. Hal ini merupakan salah satu bentuk transformasi pelayanan Bea Cukai Batam untuk menjadi lebih baik lagi.

Melalui audiensi ini, Bea Cukai Batam menampung aspirasi dari para PPJK dan berupaya untuk terus memberikan pelayanan yang lebih baik lagi. Bea Cukai Batam juga berupaya untuk terus melalukan sosialisasi guna meningkatkan pemahaman pengguna jasa terkait prosedur  kepabeanan.

Bea Cukai Batam Menerima Penghargaan Atas Peran Aktif Dalam Upaya P4GN Dari BNNP Kepri

Bea Cukai Batam Menerima Penghargaan Atas Peran Aktif Dalam Upaya P4GN Dari BNNP Kepri

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam mendapatkan penghargaan atas peran aktif dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Provinsi Riau dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau.

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Kepala BNN Provinsi Kepulauan Riau, Brigjen Pol. Drs. Richard M Nainggolan, M.M, MBA dalam rangka Hari Anti Narkoba Internasional tahun 2020. Dalam peringatan tersebut BNN mengenalkan tagline baru yaitu “HIDUP 100%, Sadar, Sehat, Produktif, dan Bahagia” yang mengajak semua orang untuk hidup lebih baik dan maksimal di segala unsur kehidupan dengan hidup tanpa narkoba.

Sebagai informasi, Bea Cukai Batam selama tahun 2020 telah melakukan 28 kali penindakan atas upaya penyelundupan Narkotika, Psikotropika, Prekursor (NPP). Dengan adanya pemberian penghargaan ini semoga Bea Cukai Batam, BNN, dan lembaga lainnya dapat bersinergi memberikan kontribusi nyata dalam memberantas penyelundupan barang terlarang khususnya narkoba. Karena narkoba merupakan salah satu dari empat ancaman yang dihadapi bangsa saat ini selain radikalisme, korupsi, dan bencana alam.

AUDIT INTERNAL PT PHILIPS INDUSTRIES BATAM DALAM MASA PANDEMIK COVID-19, TERUS MENINGKATKAN KINERJA PERUSAAHAAN

AUDIT INTERNAL PT PHILIPS INDUSTRIES BATAM DALAM MASA PANDEMIK COVID-19, TERUS MENINGKATKAN KINERJA PERUSAAHAAN

Batam, (25/06/2020) – Authorized Economic Operator (AEO) merupakan pihak yang terlibat dalam pergerakan barang secara internasional dalam fungsi rantai pasokan global. Perusahaan yang telah memiliki sertifikat AEO akan mendapatkan perlakuan kepabeanan tertentu terkait kegiatan ekspor dan impor. PT Philips Industries Batam merupakan perusahaan yang bergerak di bidang ekspor dan impor produk elektronik berskala global dan telah memperoleh sertifikasi AEO pada tahun 2019.

Sebagai perusahaan pemegang sertifikasi AEO, PT. Phillips Industries Batam memiliki tanggung jawab untuk melakukan audit internal secara periodik sekali dalam 1 (satu) tahun berupa penilaian atas pemenuhan kondisi dan persyaratan AEO yang dituangkan dalam laporan hasil audit internal untuk selanjutnya disampaikan kepada Client Coordinator.

Pada hari Rabu tanggal 25/06/2020 Kepala Seksi Fasilitas Kepabeanan dan Cukai pada Bidang PFPC I Hembrand Dita Adinugraha selaku Client Coordinator menerima perwakilan dari PT Philips Industries Batam dalam rangka penyerahan hasil Audit Internal PT. Philips Industries Batam. Dalam kesempatan ini, Client Coordinator turut menyampaikan bahwa dalam masa pandemi COVID-19 saat ini pihak perusahaan tetap harus bersemangat dalam meningkatkan kinerja dan mempertahankan kondisi perusahaan sesuai dengan persyaratan AEO serta standar yang ada.

WhatsApp chat