+62 778 - 458149

Batam (1/3) Bea Cukai Batam mengadakan Coffee Morning terkait Publikasi Capaian Kinerja Bea Cukai Batam. Dalam kegiatan ini Bea Cukai Batam menyampaikan Capaian Kinerja Bea Cukai Batam pada tahun 2018 yang meliputi Capaian Penerimaan, Pengawasan dan Inovasi Pelayanan Kantor Bea Cukai Batam. Penerimaan Negara yang berhasil dikumpulkan KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam per 31 Desember 2018 berjumlah Rp 168,26 Milyar yang berasal dari sektor Bea Masuk, Bea Keluar, Cukai, dan PDRI (Pajak Dalam Rangka Impor). Nilai ini melebihi target yang telah ditetapkan APBN dengan nilai Rp 142,07 Milyar dengan persentase 118,43% dari target sebesar 142,07 milyar.

“Berdasarkan hasil penindakan yang dilakukan pada Tahun Anggaran 2018,  KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam telah berhasil melakukan penindakan dengan total 578 kasus” kata Susila Brata Selaku Kepala Kantor Bea Cukai Batam. Rincian kasus yang telah diselesaikan antara lain Barang Kena Cukai 163 Kasus, Ballpress 93 kasus, NPP 77 kasus, HP dan gadget 39 kasus, elektronik bekas 33 kasus, kelontong 28 kasus, barang bekas lain 23 kasus, Accs dan sparepart 22 kasus, serta barang-barang seperti makanan dan minuman, sarana pengangkut, garmen, furniture, uang tunai, kosmetik, barang pornografi, besi baja, dan sembako dengan jumlah 100 kasus.

KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam juga membuat inovasi-inovasi baru dalam rangka meningkatkan pelayanan. Inovasi yang telah diciptakan antara lain Aplikasi Online ION Beta, Aplikasi Online CEISA Manifes, Aplikasi Online PPFTZ-03, Aplikasi Barang Kiriman (Piloting), dan Aplikasi PPFTZ-01 Ekspor (Piloting). Aplikasi-aplikasi tersebut diciptakan dalam rangka membuat perijinan menjadi lebih mudah, lebih cepat, lebih efisien, dan lebih transparan. Dengan aplikasi tersebut pelayanan perijinan dapat diakses dimana saja, tidak ada waktu tunggu di pendok, menghemat waktu dan biaya, status permohonan perizinan real time, dan perusahaan mendapatkan notifikasi status melalui email dan telegram.

Setelah otomasi  dilakukan, waktu rata-rata yang dibutukan dalam melakukan pengurusan dokumen juga menjadi lebih cepat. Contohnya waktu rata-rata yang dibutukan untuk melakukan perizinan ION BETA, setelah otomasi hanya membutuhkan waktu 4 jam (rata-rata). Tentunya hal ini sangat memudahkan pengguna jasa mengingat sebelum otomasi dilakukan dapat menghabiskan waktu hingga 48 jam (2 hari).

“Saya harap di tahun 2019 ini kami dapat memberikan kontribusi lebih lagi kepada Negara ini, serta bisa lebih meningkatkan pelayanan dan pengawasan di daerah Batam” kata Susila Brata.

WhatsApp chat