Hot news

Pelaksanaan Tugas dan Fungsi

Fungsi Pelayanan
Sebagai upaya berkesinambungan dalam hal peningkatkan pelayanan sehingga tercapai “Pelayanan Prima” kepada masyarakat, maka Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam menghadirkan beberapa inovasi dan improvisasi pelayanan antara lain:

  • Pelayanan Satu Atap Pelayanan satu atap yang diwujudkan dalam rangka memberikan kemudahan pelayanan bagi para pengguna jasa. Pelayanan fasilitas, perijinan, keberatan, dan audit dapat diselesaikan pada satu kantor, sehingga akan mempersingkat waktu penyelesaian dan menyederhanakan birokrasi. Selain itu loket pelayanan beroperasi hingga pukul 01.00 dini hari.
     
  • Layanan Unggulan Sebagai bentuk keseriusan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, maka Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam menetapkan standardisasi pada jenis, waktu dan biaya pelayanan. Standardisasi pelayanan ini ditetapkan agar masyarakat usaha yang melakukan kegiatan kepabeanan dan cukai mendapat kepastian pelayanan sehingga mereka dapat membuat perencanaan yang lebih baik untuk kegiatan usahanya.


Fungsi Pengawasan
Pulau Batam dengan sifat geografisnya sebagai gerbang penghubung Indonesia dengan beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, memberikan dampak berupa potensi pelanggaran kepabeanan. Demi mencegah pelanggaran tersebut, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam dilengkapi sarana dan prasarana pengawasan antara lain:

  • IONSCAN 500DT Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam memiliki 2 (dua) unit IONSCAN 500DT. Alat berdimensi 40x57x40 cm (dengan posisi layar terbuka) ini bisa mendeteksi bahan peledak dan narkotika secara simultan. Alat tersebut bisa mendeteksi bahan peledak hingga skala picogram dan sub-nanogram untuk narkotika hanya dalam waktu 5-8 detik.
  • Anjing Pelacak (Customs K9 Unit) Selain mendeteksi keberadaan bahan peledak dan narkotika dengan menggunakan alat, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam juga memiliki 3 (tiga) ekor anjing pelacak dari ras Labrador Retriever beserta pawang yang sudah berkompeten dalam penanganan anjing pelacak.
  • Kapal dan Mobil Patroli Untuk pelaksanaan tugas pengamanan di wilayah perairan, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam memiliki 9 (sembilan) unit kapal patroli yang berupa fast patrol boat dan speed boat. Sedangkan untuk wilayah darat, ada 3 (tiga) unit mobil pick up model kabin ganda.
  • Senjata Api Sebagai kelengkapan kapal patroli atau sarana lain, pejabat bea dan cukai dilengkapi dengan senjata api yang dimaksudkan untuk menghadapi bahaya yang mengancam jiwa atau keselamatan pejabat bea dan cukai dan kapal patroli dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.


Sistem Komputer Pelayanan (SKP) Kepabeanan dan Cukai
Sistem ini bertujuan untuk mempermudah aplikasi penyusunan dokumen ekspor-impor, menghilangkan birokrasi yang panjang dan berbelit-belit (red type), sehingga akan mempercepat proses ekspor dan impor barang yang pada gilirannya nanti akan dapat memacu pertumbuhan sektor industri dan perdagangan. Pelayanan kepabeanan dan cukai dengan menggunakan Sistem Komputer Pelayanan (SKP) Kepabeanan dan Cukai tersebut, selain untuk kecepatan pelayanan juga sangat diperlukan dalam rangka akurasi pencatatan data transaksi impor/ekspor yang dilakukan di wilayah Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam. Dengan pencatatan transaksi impor/ekspor yang akurat tersebut diharapkan dapat mendukung penghitungan transaksi perdagangan yang akurat sehingga dapat dijadikan salah satu acuan dalam rangka pembangunan wilayah Batam dan sekitarnya.

Sistem Komputer Pelayanan (SKP) Kepabeanan dan Cukai juga lebih efektif digunakan dalam rangka pelaksanaan ketentuan larangan/pembatasan barang impor/ekspor dibandingkan dengan pelayanan dengan menggunakan dokumen manual. Dengan demikian fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai community protector (perlindungan kepada masyarakat dari penggunaan barang barang yang dapat membahayakan/merusak) dapat terlaksana dengan lebih baik. Hingga saat ini telah ditetapkan 40 (empat puluh) jenis kegiatan pelayanan kepabeanan dan cukai yang telah ada standardisasinya di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam. Di antara 40 (empat puluh) jenis layanan kepabeanan dan cukai tersebut telah ditetapkan 10 (sepuluh) jenis layanan sebagai “Layanan Unggulan” yang ditetapkan berdasarkan intensitas kegiatan yang tinggi dengan tetap menjaga standard pelayanan lain yang diberikan oleh kantor ini.


Customs Goes to Public
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai khususnya Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam menyadari bahwa siswa/mahasiswa sekolah/perguruan tinggi merupakan generasi muda aset bangsa yang di masa depan akan menggantikan generasi yang ada saat ini.

Untuk itu Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam secara periodik melakukan kegiatan Customs Goes to Campus/School untuk lebih mengenalkan institusi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai beserta tugas-tugasnya, serta memupuk pemahaman para siswa/mahasiswa tentang ketentuan kepabeanan (impor/ekspor) maupun ketentuan larangan/pembatasan sehingga nantinya para siswa/mahasiswa yang telah memahami ketentuan kepabeanan dan cukai akan lebih mudah dalam melakukan kegiatan yang terkait dengan kepabeanan dan cukai (misalnya sebagai pengusaha atau sebagai penumpang yang bepergian ke/dari luar negeri) serta mengetahui barang-barang yang dilarang untuk diimpor/diekspor.

Selain kegiatan Customs Goes To Campus/School, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam juga melakukan kegiatan talkshow di televisi dan radio di Batam. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat luas tentang keberadaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berserta tugas dan fungsinya. Dengan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat luas ini diharapkan, pemahaman tentang kepabeanan dan cukai tidak hanya terbatas kepada para pengusaha yang berhubungan dengan kepabeanan saja.