Batam (23/02/2018)- Bea Cukai kembali menorehkan prestasi di awal tahun 2018 ini. Pasalnya setelah menggagalkan penyelundupan 1 ton lebih sabu di awal bulan februari kemarin, kini Bea Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan sabu dengan jumlah yang lebih besar. 1,622 ton sabu berhasil diamankan petugas Bea Cukai pada selasa (20/02) di perairan Anambas, Kab.Anambas Kepulauan Riau.

“Saya ingin berterima kasih kepada seluruh jajaran Bea dan Cukai yang memiliki komitmen dan kesetiaan yang tinggi untuk menjalankan tugas ini”, jelas menteri keuangan Sri Mulyani, dalam konferensi pers yang digelar di Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Batam jumat (23/02).

Menteri keuangan Sri Mulyani menghadiri konferensi pers untuk memberikan keterangan dan apresiasi terkait pencapaian yang telah dilakukan Bea dan Cukai dalam menggagalkan penyelundupan narkoba.

Kapal dengan nama MV Min Lian Yu Yun 61870 diamankan petugas patroli laut Bea Cukai dengan barang bukti 81 karung berisikan sabu. Terdapat 4 bendera di kapal tersebut yang salah satunya adalah bendera indonesia. Ketika ditangkap kapal tersebut memakai bendera Singapura di belakang dan bendera Tiongkok di depan kapal, sedang satu bendera lain adalah bendera Thailand. Dalam penangkapan ini diamankan empat orang tersangka yang merupakan nahkoda dan anak buah kapal MV Min Lian Yu Yun 61870, yang semuanya berkewarganegaraan tiongkok.

Kronologi pengamanan 1,622 ton sabu ini dimulai dari kapal patroli BC7005 milik Direktorat Jenderal Bea Cukai yang berisi tim operasi yang terdiri dari polri dan subdit patroli laut Bea Cukai pusat, serta Bea Cukai Batam mendeteksi kapal MV Min Lian Yu Yun 61870 di perairan selat philip dan kemudian mengamankannya. Petugas melakukan tindak pengamanan, karena anak buah kapal tidak kooperatif dan juga mencoba menyabotase kapal dengan merusak mesin kapal dengan tujuan agar kapal tidak bisa ditarik oleh petugas. Dalam operasi ini selain kapal BC7005, Bea Cukai juga mengerahkan kapal BC20007, BC9004 dan kapal patroli BC1305 dalam rangka membantu pengemanan, pengawalan dan turut membantu menarik kapal menuju dermaga PSO BC Batam.

Setelah kapal MV Min Lian Yu Yun 61870 berhasil ditarik ke dermaga PSO BC Batam, unit K9 Bea Cukai kembali dikerahkan dalam melakukan pemeriksaan dan penggeledahan kapal. Hingga akhirnya unit K9 Bea Cukai Batam mendapatkan respon positif terhadap karung dibagian palka depan kapal, dan setelah melakukan pemeriksaan uji tes pendahuluan terhadap satu karung menggunakan hazmade elite, didapatkan hasil pemeriksaan positif sabu.

Pengamanan 1,622 ton sabu ini juga merupakan pencapaian bagi unit K9 Bea Cukai Batam yang secara berturut2 memliliki peran penting dalam mengungkapkan penyelundupan sabu, secara dua kasus besar di awal tahun ini tidak lepas dari unit K9.

“Tahun 2017 narkoba yang disita Bea Cukai adalah 2,132 ton dari 342 kasus, dan di tahun 2018 ini belum genap 2 bulan telah dilakukan 57 penanganan kasus narkoba dan yang disita adalah 2,932 ton. Ini menggambarkan Indonesia mendapatkan gempuran narkoba yang terus meningkat”. Jelas Sri Mulyani.

Pengungkapan kasus penyelundupan narkoba ini merupakan bentuk sinergi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai dengan lembaga lainnya. Setelah melakukan sinergi dengan TNI dan BNN yang berhasil mengamankan sekitar 1,1 ton sabu, kini sinergi yang dilakukan Bea Cukai dan Polri kembali menorehkan prestasi dengan mengamankan 1,622 ton sabu yang mana pengamanan ini telah menyelamatkan jutaan anak bangsa dari jerat narkoba.