+62 778 - 458149

Batam (29/1/2018) – Kerjasama Bea Cukai Batam dan Polda Kepri dalam memberantas penyelundupan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor (NPP) kembali membuahkan hasil. Dimulai dari kecurigaan petugas Bea dan Cukai Cargo Bandara Internasional Hang Nadim saat pemeriksaan terhadap 2 (dua) colly paket barang kiriman tujuan Jakarta dengan mesin X-Ray pada selasa (16/1) sekitar jam 10.15 WIB.

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik masing-masing colly berisi 2 ctns @ 8 pkgs “Sabun Detergen merk BOOM POWER” dimana setiap packages berisi 3 sampai 4 bungkus teh China yang didalamnya berisi serbuk kristal putih, diduga merupakan Methamphetamine / sabu dengan total jumlah sebanyak 62 bungkus dan berat total ± 66 Kg. Setelah berkoordinasi dengan Polda Kepri, dilakukan Control Delivery ke tempat alamat tujuan di Jakarta (Bandara Soetta).

Di Bandara Soetta, Bea Cukai Batam dan Polda Kepri melakukan koordinasi dengan Bea Cukai Pusat, Bea Cukai Soetta dan Polres Bandara Soetta dalam rangka RPE (Raid Plan and Execution). Setelah mendapatkan informasi bahwa barang bukti sudah ready di gudang kargo domestik Bandara Soetta dan akan diambil oleh pengurus barang, tim bergerak cepat dan melakukan penindakan sesuai SOP terhadap Sdr. N yang merupakan agen clearance dokumen yang akan mengambil barang. Setelah dilakukan interogasi terhadap Sdr, N, diperoleh informasi bahwa berdasarkan marking yang tertera pada kemasan, barang akan dikirimkan kepada Sdri. L yg beralamat di Ruko Taman Surya-Cengkareng. Tim lalu mengamankan Sdri. L dan tidak beberapa lama kemudian Sdri. L dihubungi seseorang dari Batam yaitu Sdr. N, minta untuk segera mempersiapkan barang tersebut karena akan diambil besok siang oleh pihak ekspedisi PT. DC.

Pada hari Rabu (17/1) sekitar jam 11.00 WIB kurir dari pihak ekspedisi PT. DC yaitu Sdr. M tiba dengan menggunakan mobil box untuk mengambil barang, petugas langsung mengamankan Sdr. M untuk dimintai keterangan. Ternyata barang tersebut akan dibawa ke gudang PT. DC yang beralamat di Pancoran. Di gudang PT. DC diperoleh informasi bahwa untuk pengambilan barang oleh customer harus terlebih dahulu dikonfirmasi ke pihak shipper serta telah mendapatkan Nota Delivery Order (DO) yang dikeluarkan dari kantor pusat PT. DC. Berdasarkan informasi yang didapat dari pihak PT. DC diketahui bahwa pengirim barang tersebut yaitu Sdr. F yg beralamat di Singapore dengan marking RDL 1091 yang diberitahukan sebagai sabun. Selanjutnya PT. DC menghubungi Sdr. F dan menanyakan perihal pembayaran DO dan pengambilan barang. Hasil komunikasi dengan Sdr. F dikatakan bahwa orang yang akan mengambil barang nantinya adalah Sdr. A.

Hari Jumat (19/1) sekitar jam 13.00 WIB tim mendapati ada 2 (dua) orang laki-laki yang melakukan konfirmasi kepada karyawan gudang PT. DC untuk melakukan pengambilan barang atas marking RDL 1091. Dan saat serah terima barang, tim langsung bergerak cepat melakukan penindakan sesuai SOP. Dari hasil interogasi diketahui 2 (dua) laki-laki tersebut bernama Sdr. B alias A dan Sdr. Z alias U. Rencana barang dimaksud akan diantarkan ke rumah kontrakan yang beralamat di Modern Land Tangerang dan melakukan hal itu atas suruhan Sdr. B dengan perjanjian upah Rp. 1.000.000,00- (satu juta rupiah) per kemasan bungkus teh.

Dari hasil penindakan dan Control Delivery kali ini, tim gabungan berhasil mengamankan barang bukti berupa methamphetamine dengan berat 66.043 gram, 3 buah handphone dan 2 tersangka yang dijerat pasal pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1), pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.