+62 778 - 458149

Bea Cukai Batam amankan 5.490 gram Ampetamin dan 55 Kilogram Katinon dalam Joint Investigation

Batam,- Kepala Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Susila Brata, membuka konferensi pers penggagalan peredaran narkoba di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, rabu (10/1/2018). Bekerjasama dengan Ditresnarkoba Polda Kepri dan AVSEC, Bea Cukai bandara berhasil menggagalkan peredaran1896 gram Methamphetamine atau Sabu. Setelah dilakukan pengembangan kasus, penindakan pun dilakukan sampai bandara Soekarno-Hatta dan di bandara Juanda Surabaya.5.490 gram total Methamphetamine yang diamankan dalam Joint Investigation ini didapat dari tiga penindakan dengan jaringan yang berbeda yang berlangsung hampir bersamaan.

Penindakan pertama dilakukan pada hari minggu (7/1/2018) sekitar pukul 06.39 WIB di pintu masuk terminal keberangkatan Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Dari penindakan pertama ini didapatkan dua orang tersangka berinisial AP dan R yang membawa narkoba jenis Methamphetamine. Untuk penindakan kedua yang dilakukan didapatkan dua orang tersangka dengan inisial M dan AM, Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol K. Yani Sudarto mengatakan, “kasus yang terjadi jam 07.30 WIB  tersangka AM tidak ditemukan barang bukti namun dia memberi tahu jika temannya sudah terbang menuju Jakarta”. Dari keterangan tersebut Ditresnarkoba Polda Kepri berkoordinasi dengan Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dan tiga orang berhasil diamankan berikut barang buktinya. Penindakan ketiga terjadi sekitar pukul 12.00 WIB masih di terminal keberangkatan Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Dari penindakan yang dilakukan ditetapkan satu orang tersangka M dengan barang bukti Sabu seberat 700 gram dari koper yang dibawanya.

Peredaran Katinon diungkap Bea dan Cukai Batam

“Ini adalah hasil dari kerjasama investigasi”, tutur Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol K. Yani Sudarto. Apresiasi disampaikan kepada Bea dan Cukai Batam dan institusi lainnya yang tergabung dalam Joint investigation dalam pengungkapan kasus peredaran daun katinon atau yang lebih dikenal dengan daun Khat ini. Daun katinon masuk sebagai narkotika golongan I dalam undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sebanyak 55 Kilogram daun khat dari Ethiotipa tujuan ke Batam dengan tujuan akhir dibawa ke Malaysia, berhasil diamankan oleh petugas Bea dan Cukai. Dari hasil penindakan yang dilakukan ditangkap seorang perempuan berinisial YF yang diduga menjadi kurir dari pemilik daun katinon tersebut di Malaysia yang berinisial AS.

Modus peredaran daun katinon dengan tersangka YF dilakukan dengan menggunakan jasa Kantor Pos, yang dari Ethiopia melewati India, Thailand, Jakarta dengan tujuan akhir Batam. Dari Batam kemudian daun katinon tersebut dibawa tersangka YF dengan menggunakan kapal ferry dari Batam Centre, namun saat di area pemeriksaan Bea dan Cukai terminal keberangkatan, YF diamankan petugas Bea dan Cukai Batam. Pemberitahuan dalam pengiriman barang yang dilakukan, pemilik daun katinon mencantumkan data barang lain. “Ada analisis data dari Direktorat dan Subdit Narkotika Kantor Pusat  yang bekerjasama dengan rekan-rekan Polri dan terbukti data barang tersebut bukan seperti di pemberitahuannya”, tutur kepala kantor KPU Tipe B Batam Susila Brata.