KERJASAMA BEA CUKAI DAN PAJAK DALAM PENERAPAN PERATURAN BARU DI KAWASAN BEBAS BATAM

KERJASAMA BEA CUKAI DAN PAJAK DALAM PENERAPAN PERATURAN BARU DI KAWASAN BEBAS BATAM

Bea dan Cukai sebagai trade facilitator  dan industrial assistance berperan sebagai pemberi dan pelayan fasilitas perdagangan kepada para pengusaha dalam menjalankan bisnisnya untuk memberikan kemudahan akan kelancaran arus barang pengusaha tersebut. Dalam rangka aplikasi fungsi Bea dan Cukai sebagai trade facilitator dan industrial assistance dan perubahan peraturan kawasan bebas dari PMK 47/PMK.04/2012 menjadi PMK 120/PMK.04/2017, Bea dan Cukai Batam bersama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Batam mengadakan sosialisasi, help desk dan pelatihan tentang Implementasi Joint Endorsement di Kawasan Bebas dan Penerapan Sistem Ceisa FTZ-03. Kegiatan tersebut berguna untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat pada umumnya dan pengusaha pada khususnya tentang sistem aplikasi berbasis web Joint Endorsement yang akan dilaksanakan di Kawasan Bebas.

.

Pelaksanaan sosialisasi Implementasi Join Endorsement di Kawasan Bebas dan Penerapan Sistem Ceisa FTZ-03 diadakan pada hari Kamis, 02 November 2017 di Aula lantai 3 Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam yang dihadiri oleh 200 orang perwakilan perusahaan yang berada di Batam. Membludaknya peserta yang hadir disebabkan oleh antusias pengusaha terhadap tema yang diberikan.

Guna mempercepat pemahaman para importir dan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam bersama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Batam membuat help desk yang bertempatkan di ruangan Pelayanan Pabean dan Cukai Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam yang digunakan untuk konsultasi terkait sistem aplikasi berbasis web Joint Endorsement. Selanjutnya Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam bersama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Batam mengadakan pelatihan terhadap perwakilan perusahaan seperti Importir dan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) yang diadakan di Aula Lantai 3 Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam sejak hari Senin tanggal 06 November 2017. Pelatihan tersebut dilaksanakan selama 4(empat) hari kerja dengan jadwal 2(dua) kali sehari dengan tujuan agar importir dan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) dapat mandiri dalam mengoperasikan aplikasi berbasis web Joint Endorsement yang akan dilaksanakan di kawasan bebas.

 

Peringatan Hari Oeang ke 71 Kepulauan Riau Dimeriahkan dengan Family Gathering dan Bakti Sosial

Dalam rangka memperingati Hari Oeang ke 71, Satuan Kerja Kementerian Keuangan Provinsi Kepulauan Riau mengadakan kegiatan bakti sosial dan family gathering.

Adapun kegiatan bakti sosial yang dilakukan adalah menyantuni anak yatim Panti Asuhan Al Aqaho, Bengkong dan  menyantuni anak yatim di Yayasan Mahabbatul Haq, Lubukbaja dan menyantuni siswa SDN 02 Tanjung Hutan, kecamatan Bulu, Tanjung Balai Karimun dan kegiatan go green di Tanjungpinang serta donor darah pegawai Kementerian Keuangan  Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan bakti sosial tersebut dilakukan di wilayah satuan kerja masing-masing baik di tingkat Kantor Wilayah maupun di tingkat Kantor Pelayanan.

Adapun acara puncak nya adalah kegiatan family gathering yang diadakan di Coastarina, Batam Centre pada tanggal 28 Oktober 2017 yang diikuti sebanyak 1200 peserta dari 16 Satuan Kerja Kementerian Keuangan Provinsi Kepulauan Riau dan perwakilan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Provinsi Riau Daratan.

Kegiatan family gathering merupakan sebuah rangkaian peringatan “Hari Oeang ke 71” yang digelar secara bersama untuk menjaga kekompakan dan kebersamaan antar seluruh pegawai Kementerian Keuangan Provinsi Kepulauan Riau sehingga terjalin sebuah keakraban, kebahagiaan dan kepedulian sosial pada masyarakat.

Adapun yang menjadi komitmen Satuan Kerja Kementerian Keuangan Provinsi Kepulauan Riau pada peringatan “Hari Oeang ke 71” tersebut yaitu setiap pegawai Kementerian Keuangan Provinsi Kepri berkomitmen untuk meningkatkan kerja nyata demi kesejahteraan rakyat Indonesia.

 

Perubahan Peraturan Kawasan Bebas, Bea Cukai Batam Sosialisasikan Peraturan Baru

Perubahan Peraturan Kawasan Bebas, Bea Cukai Batam Sosialisasikan Peraturan Baru

Batam,24/10 (BC Batam) – Bertempat di Cendana Ballroom Novotel Batam, 404 stakeholder KPU Bea & Cukai Batam mengikuti Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120/PMK.04/2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 47/PMK.04/2012 tentang Tata Laksana Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari Kawasan yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas dan Pembebasan Cukai dan Pemaparan Program PIBT yang diselenggarakan oleh KPU Bea & Cukai Batam. Peserta sosialisasi yang terdiri dari Importir, Eksportir, PPJK, Pengusaha barang Kena Cukai, dan Asosiasi Kepabeanan.

Susila Brata selaku Kepala KPU BC Batam mengatakan “Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120/PMK.04/2017 merupakan penyempurnaan dari Peraturan Menteri Keuangan sebelumnya. “

Latar belakang dari perubahan peraturan kawasan bebas ini karena harapan penetapan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) sebelumnya tidak sesuai dengan perkembangan KPBPB . Sehingga dibuat perubahan peraturan agar dapat mendorong kegiatan industri serta meningkatkan daya saing industri tujuan ekspor di kawasan bebas.

Perubahan peraturan tersebut terdiri atas Perubahan Teknis Pelayanan Pabean dan Cukai, Penambahan Fasilitas Kepabeanan, dan Perubahan Teknis Pengawasan Pabean dan Cukai. 

Tingkatkan penerimaan di sektor cukai hasil tembakau, Bea Cukai Batam adakan coffee morning

Tingkatkan penerimaan di sektor cukai hasil tembakau, Bea Cukai Batam adakan coffee morning

Batam, 19/10 (BC Batam), KPU Bea & Cukai Batam  mengadakan acara Coffee Morning dan rapat koordinasi terbatas yang dihadiri oleh para pengguna jasa pengusaha hasil tembakau di Kota Batam. Bertempat di Ruang Rapat Kepala Kantor KPU Bea & Cukai Batam.

Acara dibuka dengan sambutan Kepala KPU Bea & Cukai Batam, Susila Brata. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi kepada para pengguna jasa yang telah berpartisipasi dalam acara tersebut dan menyampaikan maksud dari diselenggarakannya acara tersebut yaitu untuk memroyeksikan penerimaan di sektor cukai hasil tembakau. Beliau juga berharap agar acara tersebut juga menjadi wadah untuk sharing tentang permasalahan-permasalahan yang ada.

Diskusi proyeksi penerimaan cukai KPU Bea & Cukai Batam dipimpin oleh Purnomo selaku Kepala Bidang Perbendaharaan dan Keberatan KPU Bea & Cukai Batam, dalam diskusi ini diperkirakan penerimaan cukai akan melampaui target yang telah dibuat.Terkait dengan pemberantasan rokok illegal, Andrias tulus Cahyono selaku Kepala Seksi Intelijen KPU Bea & Cukai Batam mengatakan “Pengusaha hasil tembakau sebaiknya memberikan perhatian lebih ke penulisan harga dalam dokumen impor dan/atau dokumen ekspor. Hal tersebut guna menghindari permasalahan berkaitan dengan pajak perusahaan di waktu kedepan”. Selain itu, beliau juga menyampaikan tentang operasi pemberantasan barang kena cukai illegal yang dinamakan operasi patuh ampadan yang sudah dilaksanakan oleh KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam.

KPU BEA DAN CUKAI TIPE B BATAM ADAKAN RAPAT KOORDINASI PENGUATAN REFORMASI KEPABEANAN DAN CUKAI, PENERTIBAN IMPOR BERISIKO TINGGI, DAN KOORDINASI & SUPERVISI BERSAMA KPK

KPU BEA DAN CUKAI TIPE B BATAM ADAKAN RAPAT KOORDINASI PENGUATAN REFORMASI KEPABEANAN DAN CUKAI, PENERTIBAN IMPOR BERISIKO TINGGI, DAN KOORDINASI & SUPERVISI BERSAMA KPK

Pada hari Selasa tanggal 03 Oktober 2017 bertempat di Aula lantai 3 (tiga), KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam mengadakan Rapat Koordinasi Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai, Penertiban Impor Berisiko Tinggi, dan Koordinasi & Supervisi bersama KPK. Rapat koordinasi ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi antar instansi dan satuan kerja khususnya di wilayah Kota Batam dan sekitarnya. Rapat koordinasi tersebut ditujukan untuk memperkuat sinergi antar instansi/satuan kerja guna mendukung penguatan reformasi di bidang kepaeanan dan cukai dan program penertiban impor berisiko tinggi DJBC.

Acara rapat koordinasi dibuka pada pukul 13.30 WIB dengan kata sambutan oleh Bpk. Susila Brata selaku Kepala Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam. Peserta Rapat Koordinasi ini terdiri dari Tenaga Pengkaji Kantor Pusat DJBC, Unit- Unit satuan kerja DJBC di Batam dan Sekitarnya, Ketua Satgas Koordinasi Supervisi Pencegahan KPK, Aparat Penegak Hukum di Kota Batam dan sekitarnya, dan beberapa instansi dan satker pemerintahan di Kota Batam. Dalam Rapat Koordinasi ini TenagaPengkaji Kantor Pusat DJBC memberikan arahan khusus kepada pihak Bea Cukai agar senantiasa melaksanakan program mandiri berupa 19 (sembilan belas) inisiatif strategis untuk mendukung terlaksananya penguatan reformasi kepabeanan dan cukai. Tenaga pengkaji Kantor Pusat DJBC juga menyampaikan kepada DJBC, DJP, untuk memperkuat kerjasama kepada kementerian, lembaga, dan instansi lain yang terkait.

Ketua Satgas Koordinasi Supervisi Pencegahan KPK dalam arahannya kepada seluruh hadirin menyampaikan bahwa para setiap kementerian, lembaga, maupun instansi agar bekerja bersama di lapangan, dan bersama-sama melakukan pemetaan modus dan “oknum pemain” untuk digunakan sebagai bahan penyusunan manajemen resiko. Acara ditutup pada pukul 16.30 WIB dengan melaksanakan sesi foto bersama.

Peringatan Hari Bea dan Cukai 2017 : Kerja Giat untuk Kesejahteraan Rakyat

Peringatan Hari Bea dan Cukai 2017 : Kerja Giat untuk Kesejahteraan Rakyat

Batam – Selasa, 03 Oktober 2017, bertempat di lapangan olahraga Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Bea dan Cukai ke-71. Upacara Peringatan Hari Bea dan Cukai ke-71diikuti oleh para pejabat dan pegawai KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam dan Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Batam, dan beberapa purnabakti pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Upacara dimula pada pukul 07.30 WIB.

Kepala Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Susila Brata, selaku inspektur upacara menyampaikan dalam amanatnya bahwa sejarah Bea dan Cukai diwarnai dengan berbagai macam perjuangan yang patriotik bukan hanya dalam penerimaan negara namun juga ikut serta dalam penumpasan pemberontakan DI/TII dan PRRI/Permesta, G-30-S/PKI, Operasi Dwikora, Penentuan Pendapat Rakyat Irian Barat, hingga Operasi Seroja. Dalam amanat tersebut beliau juga menyampaikan bahwa DJBC harus selalu meningkatkan sinergi antar kementerian, lembaga, dan satuan kerja lainnya. Dewasa ini peningkatan sinergi tersebut diwujudkan melalui program yang dikenal dengan program Penertiban Impor Berisiko Tinggi (PIBT) yang kesuksesan pelaksanaannya tidak mungkin terwujud tanpa sinergi antara DJBC dan kementerian, lembaga, dan instansi lainnya yang terkait.

Upacara diakhiri pada pukul 08.15 dengan melaksanakan sesi foto bersama dan penyerahan penghargaan kepada para purnawirawan pegawai DJBC.