+62 778 - 458 818 kpubc.batam@kemenkeu.go.id
Cegah Pencucian Uang!

Cegah Pencucian Uang!

Mentari tertutup oleh awan
Waktu malam akan segera menjelang
Selamat sore BC Batam ucapkan
Untuk pembaca tersayang
Batam (21/11)- Pernah dengan nama Alcapone? Mayer Lansky? Atau Malinda Lee? Ya itu adalah segilintir nama terkenal yang dijerat hukum karena kasus pencucian uang atau money laundering. Pencucian uang merupakan suatu upaya atau perbuatan untuk menyembunyikan/ menyamarkan asal usul harta kekayaan yang diperoleh dari hasil kejahatan agar nampak seolah-olah sebagai harta yang sah.
Bea Cukai Batam mengadakan sosialisasi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) untuk memberikan edukasi kepada pegawai tentang betapa besar risiko akibat perbuatan tersebut. Materi sosialisasi ini disampaikan oleh Jonathan, Kepala Seksi Penagihan dan Keberatan. Dalam pemaparannya disampaikan beberapa hal terkait pencucian uang, seperti dasar hukum, skema/tahapan pencucian uang, alasan melakukan pencucian uang, modus yang digunakan, dan hukuman yang akan didapatkan.
Seperti filosofi mencuci baju, dimana untuk membersihkan baju yang kotor, begitu pula dengan tindak pidana pencucian uang (money laundering), digunakan pelaku untuk mencuci uang yang didapat dari perbuatan kotor yang dimanfaatkan untuk kegiatan yang sah maupun tidak sah” ujar Aris Kuncahyo, salah satu narasumber sosialisasi.
Aris menambahkan mengenai sistem kerja penanganan TPPU yaitu melalui pelaporan tindak pencucian uang (bisa dari DJBC, Bank, Perusahaan Asuransi, dll), yang akan dilanjutkan ke PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan) untuk dianalisa, dan berakhir di Penegak Hukum yang berhak melakukan penyelidikan tindakan pencucian uang.
Acara diakhiri dengan pemberian materi pencegahan tindak pencucian uang oleh Ozy Diva Ersya, Kepala Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pengawasan yang menyampaikan agar seluruh pegawai untuk tetap menjaga integritas dalam melaksanakan tugas. Hal tersebut juga dilakukan untuk membangun menjaga rasa percaya masyarakat pada institusi ini agar bea cukai makin baik.
Ada Apa Dengan Kampus UIB &  APBN

Ada Apa Dengan Kampus UIB & APBN

Batam (29/10/2019) – APBN? Apa yang terlintas dipikiranmu ketika mendengar APBN? Terus UIB? Apa itu UIB? Lalu apa hubungannya UIB dengan APBN? Bingung ya?? Eitsss…. Gausah bingung, simak bacaan dibawah ini.

Senin, 28 Oktober 2019 cerita dimulai. Malam itu Kampus Universitas Internasional Batam (UIB) mengajak para mahasiswa/i untuk ikut diskusi dalam acara Seminar “Kebijakan APBN 2020 dan Kinerja Fiskal Regional 2019 Menuju SDM Unggul Provinsi Kepulauan Riau yang Sejahtera”. Dengan antusias, Seminar tersebut dihadiri oleh ratusan mahasiswa/i di kampus UIB dan Unit vertikal di wilayah Kepulauan Riau, Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau, Kanwil DJP Kepulauan Riau, KPPN Batam, dan KPKNL Batam. Seminar ini dilatarbelakangi dalam memperingati Hari Oeang Republik Indonesia yang ke-73.

Seminar ini sangat membantu para mahasiswa untuk menjawab semua pertanyaan yang tersimpan sejak lama. Millennials, tau kan zaman sekarang udah mengenal namanya start-up, ya kebanyakan dari mahasiswa UIB sudah memulai mendirikan perusahaan yang berbau teknologi. Tentunya bisnis ini mendorong perekonomian di Indonesia yang tak terpisahkan juga dari kebijakan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) Tahun 2020. APBN yang terdiri dari penerimaan, belanja dan pembiayaan negara.

Disinilah kesempatan mereka mendalami kebijakan APBN bersama para ahli-ahli dari perwakilan Kementerian Keuangan. “APBN ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda untuk peningkatan kualitas SDM yang diarahkan untuk peningkatan kualitas SDM sebagai bagian mewujudkan kesejahteraan dan keadilan rakyat” ucap Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Ubaidi Socheh Hamidi selaku Narasumber utama dalam seminar ini.

“Penerimaan Negara dari sektor pajak dibantu oleh Bea Cukai. Peran itu sendiri dapat dilihat pada tugas dan fungsi DJBC, yaitu revenue collector yang membantu mengumpulkan penerimaan negara melalui bea masuk dan cukai yang dikumpulkan, tak hanya itu ada juga Trade Facilitator yang senantiasa memberikan fasilitas terhadap perindustrian dan Community Protector yang menjaga dan melindungi masuknya barang-barang yang illegal” jawab Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau, Agus Yulianto untuk menambahkan penjelasan mengenai peran DJBC dalam APBN.

Customs Goes to School : SMA Negeri 3 Batam

Customs Goes to School : SMA Negeri 3 Batam

(Batam, 27/07/2019)

Selain melaksanakan tugas dalam hal pelayanan dan pengawasan di bidang kepabeanan dan cukai, Bea Cukai Batam juga aktif melakukan edukasi terkait kepabeanan dan cukai kepada masyarakat Batam, kali ini dilaksanakan kunjungan ke SMAN 3 Batam dalam acara Customs Goes To School (CGTS) dengan tema One Step Closer, bersamaan dengan CGTS juga dilaksanakan kegiatan KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) dari Mahasiswa Diploma III PKN STAN.

Hadir sebagai pemateri Zulfikar Islami Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan. Beliau menyampaikan materi kepada ratusan siswa yang memadati lapangan olahraga SMAN 3 Batam. Materi yg disampaikan terkait tupoksi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai secara umum dan juga tupoksi Bea Cukai yg berbeda khususnya untuk Kawasan Bebas Batam, serta memberi himbauan kepada para siswa agar tertib terkait barang bawaan penumpang dan barang kiriman.  “Jangan sekali-kali kalian membeli dan memakai barang ilegal. Karena sangat merugikan bagi negara. Barang ilegal tidak menambah kontribusi penerimaan negara, dapat merusak pasar lokal dan membahayakan bagi masyarakat” ucap Zulfikar Islami.

Selanjutnya Zulfikar juga menyampaikan macam-macam seragam yang dikenakan pegawai bea cukai dalam bertugas. Acara diakhiri dengan pertunjukan dari Tim K9 Bea Cukai Batam dan foto bersama. Diharapkan adanya CGTS ini dapat meningkatkan wawasan para siswa terkait kepabeanan dan cukai, serta para siswa bisa menyebarluaskan kepada orang-orang terdekatnya.

 

SOSIALISASI PMK 84 TAHUN 2019

SOSIALISASI PMK 84 TAHUN 2019

Batam (24/7) Sebagai wujud nyata tugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai Trade Fasilitator dan Industrial Assistance dan adanya peraturan baru PMK No. 84/PMK.04/2019, Bea Cukai Batam menyelenggarakan Sosialisasi PMK No. 84/PMK.04/2019 di Aula Lantai 3 KPU BC Batam.

Acara dibuka oleh Sumarna, Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi KPU BC Batam. Sebagai narasumber yaitu Eri Utomo Partoyo Kepala Seksi Fasilitas Kawasan Perdagangan Bebas Direktorat Fasilitas Kepabeanan Kantor Pusat DJBC dan Fathul Huda Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi 3 KPP Madya Batam. Dalam kesempatan itu narasumber menyampaikan antara lain ketentuan pengenaan BMAD untuk barang hasil produksi kawasan bebas serta dasar penghitungan Bea Masuk dan PPN PPnBM dan PPh dapat menggunakan nilai pabean sesuai harga jual atau menggunakan konversi.

Acara tersebut diakhiri dengan tanya jawab dan pengisian kuesioner terkait pelaksanaan sosialisasi. Diharapkan dengan adanya Sosialisasi PMK No. 84/PMK.04/2019 ini dapat mendorong kegiatan perdagangan dan industri nasional, memperkuat daya saing perusahaan dan meningkatkan investasi, serta lebih memberikan kepastian hukum yang ada di wilayah FTZ Batam.

Tingkatkan Keahlian, Bea Cukai Batam Ikuti Lokakarya Kehumasan

Tingkatkan Keahlian, Bea Cukai Batam Ikuti Lokakarya Kehumasan

Batam (28/6) Dalam rangka peningkatan kemampuan pegawai dalam bidang kehumasan, Balai Diklat Pendidikan Keuangan Pekanbaru menyelenggarakan Lokakarya Komunikasi Melalui Website dan Media Sosial Angkatan ke Dua Tahun Anggaran 2019. Acara ini berlangsung selama 3 hari, yaitu dari tanggal 26-28 Juni 2019. Jumlah peserta sebanyak 29 orang yg berasal dari kantor – kantor bea cukai yang ada di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Acara ini dibuka oleh Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi, Sumarna. “Humas menjadi ujung tombak kantor dalam menyampaikan prestasi kerja yg telah didapatkan kantor, juga mengklarifikasi berita negatif yg beredar di masyarakat.” ujar Sumarna.

Para peserta diberikan materi tentang dasar-dasar kehumasan, teknis menulis berita, pengelolaan website dan akun sosial media, dasar-dasar fotografi jurnalistik, teknik pengambilan video dan video editing. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para peserta dalam mengelola website dan media sosial, sehingga dapat meningkatkan kualitas kehumasan di kantornya masing-masing untuk Bea Cukai Makin Baik.

Bea Cukai Batam Siap Menuju Wilayah Bebas Korupsi

Bea Cukai Batam Siap Menuju Wilayah Bebas Korupsi

Kamis (09/05/2019), Bea Cukai Batam mengadakan acara internalisasi dan pencanangan internal pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi dan yang dihadiri oleh 135 peserta yang terdiri dari pejabat dan pegawai di lingkungan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam.

Acara yang berlangsung hari Kamis, 9 Mei 2019 dibuka oleh laporan dari Kepala Bidang  Kepatuhan Internal, Setiyadi Cahyadi yang mengungkapkan bahwa KPU Bea Cukai Batam siap untuk menjadi Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi. Acara dilanjutkan pemaparan materi oleh Kasubdit Pencegahan Direktorat Kepatuhan Internal, Dwiyanto Wahyudi yang menjelaskan tujuan diadakannya program ini. Dilanjutkan dengan pengarahan dari Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Susila Brata. Beliau mengungkapkan bahwa KPU Bea Cukai Batam siap dan bisa melaksanakan program Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi tersebut.

Awal mula Penandatanganan piagam pencanangan Zona Integritas, ditanda tangani oleh seluruh pejabat di lingkungan KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, dan diakhiri dengan pemasangan pin integritas serta pengecapan tangan sebagai simbol bahwa seluruh pegawai di KPU Bea Cukai Batam siap untuk berintegritas menuju Wilayah Bebas Korupsi.

WhatsApp chat