BEA CUKAI ON AIR TERKAIT BARANG KIRIMAN

Mengapa sulit mengeluarkan barang dari batam? Bolehkah mengirim barang elektronik seperti handphone keluar dari Batam? Bagaimana aturan barang kiriman seharusnya di Batam? Apakah benar banyak terdapat barang kiriman yang tertahan oleh Bea Cukai Batam? Itulah pertanyaan yang sering terlontar dari masyarakat Batam.

Setelah sebelumnya mengadakan sosialisasi kepada Perusahaan Jasa Titipan mengenai barang kiriman, Bea Cukai Batam kembali menjelaskan masalah terkait barang kiriman di Batam melalui dialog interaktif / talk show selama 1 jam dengan tema “Pengeluaran Barang Kiriman dari Kawasan Bebas Batam Ke Wilayah Indonesia Lainnya” pada program acara “BATAM MENYAPA”. On air dimulai pada Kamis Pagi pada pukul jam 08.00 WIB s.d. 09.00 WIB di studio Radio Republik Indonesia (RRI) Gedung Graha Pena lantai 4 Batam dengan Rommy Heryadi selaku Kepala Seksi Penerimaan dan Pengembaian dan Frans Imanuel Depari selaku Kepala Seksi Layanan Informasi sebagai narasumber.

Talk show pada 14 Desember 2017 ini merupakan salah satu program kegiatan kehumasan bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi KPU Bea dan Cukai Batam dalam menanggapi hot issue tentang barang kiriman yang tertahan dan menjadi trending topic saat ini. Kegiatan ini juga merupakan salah satu tujuan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang peraturan pengeluaran barang kiriman dari Kawasan Bebas Batam sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120/PMK.04/2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 47/PMK.04/2012, Peraturan Menteri Keuangan No. 182/PMK.04/2016 tentang Ketentuan Impor Barang Kiriman dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 87/M-DAG/PER/2015 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu.

Dialog Interaktif ini disambut baik oleh masyarakat. Hal ini ditandai dengan variasi pertanyaan yang muncul mulai dari “Bolehkah membawa buah dari Luar Negeri hingga bagaimana cara menghitung Pajak Impor yang harus dibayarkan ?” Walaupun tergolong singkat, Talk Show ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengetahui aturan mengenai barang impor dan perhitungan pajaknya serta mengenal peranan Bea Cukai terhadap barang yang masuk ke Indonesia. Rommy Heryadi mengatakan bahwa Bea Cukai Batam siap menampung segala bentuk pertanyaan dan masukan mengenai aturan kepabeanan di kawasan bebas batam melalui email : kpubatam.customs@gmail.com, instagram : @bcbatam, dan konsultasi langsung dengan petugas Client Coordinator di Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam.

 

        

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KERJASAMA BEA CUKAI DAN PAJAK DALAM PENERAPAN PERATURAN BARU DI KAWASAN BEBAS BATAM

KERJASAMA BEA CUKAI DAN PAJAK DALAM PENERAPAN PERATURAN BARU DI KAWASAN BEBAS BATAM

Bea dan Cukai sebagai trade facilitator  dan industrial assistance berperan sebagai pemberi dan pelayan fasilitas perdagangan kepada para pengusaha dalam menjalankan bisnisnya untuk memberikan kemudahan akan kelancaran arus barang pengusaha tersebut. Dalam rangka aplikasi fungsi Bea dan Cukai sebagai trade facilitator dan industrial assistance dan perubahan peraturan kawasan bebas dari PMK 47/PMK.04/2012 menjadi PMK 120/PMK.04/2017, Bea dan Cukai Batam bersama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Batam mengadakan sosialisasi, help desk dan pelatihan tentang Implementasi Joint Endorsement di Kawasan Bebas dan Penerapan Sistem Ceisa FTZ-03. Kegiatan tersebut berguna untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat pada umumnya dan pengusaha pada khususnya tentang sistem aplikasi berbasis web Joint Endorsement yang akan dilaksanakan di Kawasan Bebas.

.

Pelaksanaan sosialisasi Implementasi Join Endorsement di Kawasan Bebas dan Penerapan Sistem Ceisa FTZ-03 diadakan pada hari Kamis, 02 November 2017 di Aula lantai 3 Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam yang dihadiri oleh 200 orang perwakilan perusahaan yang berada di Batam. Membludaknya peserta yang hadir disebabkan oleh antusias pengusaha terhadap tema yang diberikan.

Guna mempercepat pemahaman para importir dan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam bersama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Batam membuat help desk yang bertempatkan di ruangan Pelayanan Pabean dan Cukai Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam yang digunakan untuk konsultasi terkait sistem aplikasi berbasis web Joint Endorsement. Selanjutnya Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam bersama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Batam mengadakan pelatihan terhadap perwakilan perusahaan seperti Importir dan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) yang diadakan di Aula Lantai 3 Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam sejak hari Senin tanggal 06 November 2017. Pelatihan tersebut dilaksanakan selama 4(empat) hari kerja dengan jadwal 2(dua) kali sehari dengan tujuan agar importir dan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) dapat mandiri dalam mengoperasikan aplikasi berbasis web Joint Endorsement yang akan dilaksanakan di kawasan bebas.