+62 778 - 429 446 Info.bcbatam@customs.go.id
Workshop Identifikasi Keaslian Pita Cukai Desain 2020 bersama PERURI

Workshop Identifikasi Keaslian Pita Cukai Desain 2020 bersama PERURI

Batam (18/02/2020) – Tim Direktorat Teknis dan Fasilitas Cukai dan Konsorsium PERURI mengadakan workshop identifikasi keaslian pita cukai desain Tahun 2020 di Kantor Bea Cukai Batam pada hari Kamis (13/02).

Workshop ini dihadiri beberapa kantor seperti Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau, Kanwil DJBC Riau, KPPBC TMP B Pekanbaru, KPPBC TMP B Dumai, KPPBC TMP B Tanjung Balai Karimun, KPPBC TMP B Tanjung Pinang, KPPBC TMP C Tembilahan, KPPBC TMP C Bengkalis, PSO BC Tipe A Tanjung Balai Karimun, dan PSO BC Batam.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Susila Brata, lalu dilanjutkan dengan sambutan dari Kasubdit Perizinan dan Fasilitas Cukai, Rudy Heri Kurniawan, dan sambutan dari Kepala Divisi Teknik Jaminan Kehandalan PERURI, Suhadak Bariawan.

Para peserta diberikan pemahaman bagaimana mengidentifikasi pita cukai yang asli dan palsu melalui alat-alat yang sudah disediakan seperti kaca pembesar, lampu UV, jarum dan cairan kimia. Dan para peserta juga diberikan post test untuk mengukur pemahaman materi yang telah diberikan.

Dengan adanya workshop ini diharapkan para peserta menjadi trainer bagi pegawai lainnya untuk bisa menjelaskan terkait keaslian pita cukai desain Tahun 2020.

Bea Cukai Batam Terus Sosialisasikan Aturan Barang Kiriman

Bea Cukai Batam Terus Sosialisasikan Aturan Barang Kiriman

Batam (18/02/20) – Bea Cukai Batam kembali melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai aturan terbaru mengenai aturan impor barang kiriman yaitu PMK Nomor 199/PMK.010/2019 pada hari Kamis (13/02). Kali ini Bea Cukai Batam melakukan sosialisasi di acara Dialog Khusus yang disiarkan oleh Batam TV.

“Aturan ini berlaku di seluruh Indonesia, bukan hanya di Batam. Penghitungannya juga lebih sederhana yaitu dengan tarif flat Bea Masuk 7,5% dan PPN 10% kecuali untuk barang tertentu seperti buku, tas, sepatu, dan produk tekstil.” ujar Sumarna, Kabid BKLI.

Bambang Lusanto Gustomo, Kabid PFPC II, menegaskan kembali bahwa produk IKM atau produk lokal Batam hanya dikenakan PPN saja yaitu sebesar 10%. Itu merupakan salah satu fasilitas yang diberikan Bea Cukai untuk mendorong IKM lokal agar bisa bersaing.

Diinfokan kembali kepada masyarakat untuk memberitahukan jumlah, jenis, dan nilai barang dengan benar. Karena itu salah satu kunci agar lancarnya arus pengiriman barang. Karena apabila terjadi hambatan bukan hanya pengirim yang dirugikan, tetapi juga penerima dan pengusaha jasa titipan.

Sosialisasi Barang Kiriman di Radio Batam FM

Sosialisasi Barang Kiriman di Radio Batam FM

Batam (07/02) – Salah satu media yang dapat memberikan informasi dengan jangkauan luas  dan murah adalah Radio. Kali ini Bea Cukai Batam kembali mensosialisasikan PMK Nomor 199/PMK.010/2019 tentang aturan impor barang kiriman yang berlaku 30 Januari 2020 melalui siaran radio pada hari Rabu lalu (04/02). Walaupun aturan tersebut sudah berjalan, Bea Cukai Batam terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman terkait aturan tersebut, khususnya pengeluaran barang kiriman dari Batam ke Indonesia lainnya.

Sosialisasi ini berlangsung di Batam FM 100,7 FM @batamfm1007 bersama dengan Frans Imanuel Depari, Kepala Seksi Layanan Informasi dan Zulfikar Islami, Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan. Beberapa hal yang disampaikan masih terkait dengan batasan pengiriman barang kiriman menjadi USD 3 dengan tarif flat BM 7,5% dan PPN 10%, serta tarif untuk barang khusus seperti tas, sepatu, dan produk tekstil.

Selain itu juga memberikan pemahaman bahwa untuk produk lokal khususnya produk IKM hanya dikenakan PPN sebesar 10%. Dengan sosialisasi ini diharapkan bisa memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat mengenai aturan barang kiriman dari Batam ke Indonesia lainnya.

Talkshow Bersama ASN Inspiratif Tahun 2019

Talkshow Bersama ASN Inspiratif Tahun 2019

Nyamuk bersembunyi di balik kelambu

Gigitannya sampai ke lengan

Selalu yakinkan dirimu

Bahwa kesuksesan ada di tangan

Batam (06/02/2020) – Demi mewujudkan SDM yang unggul, Bea Cukai Batam mengadakan talkshow yang merupakan bagian dari rangkaian acara “KPU Day 12” yang bertempat di Aula lantai 3 KPU BC Batam. Acara yang bertemakan “Think Globally, Act Nationally” mengundang narasumber yang merupakan peraih penghargaan ASN Inspiratif tahun 2019, Jaya Setiawan Gulo. Talkshow kali ini bertujuan untuk membuka pikiran generasi millennial para pegawai dan CCPNS Bea Cukai Batam untuk terus melakukan konstribusi terbaik bagi bangsa khususnya Instansi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Kantor, Susila Brata. “Diharapkan dengan diadakannya acara talkshow kali ini, para pegawai serta CCPNS mampu mendapatkan inspirasi dari Jaya Setiawan Gulo selaku ASN Inspiratif tahun 2019 untuk terus berprestasi dan berkonstribusi bagi instansi Bea Cukai”, ujar Susila Brata.

Pada kesempatan kali ini, Gulo banyak membagi pengalaman kehidupan terkait perjuangannya sehingga mampu meraih gelar ASN Inspiratif 2019. Gulo menyampaikan, “Siapapun kita saat ini, jangan pernah merasa berkecil hati, jangan berhenti memberi konstribusi sekecil apapun, dan jangan khianati institusi ini”.

Selain itu, Gulo juga memberikan masukan kepada pegawai dan CCPNS agar bisa memanfaatkan media sosialnya dengan bijak untuk hal-hal positif yang dapat memberikan nilai tambah untuk institusi.

CVC Ke Rumah Anyaman Eceng Gondok

CVC Ke Rumah Anyaman Eceng Gondok

Batam (04/02/2020) – Dalam rangka mendukung UMKM, Beacukai Batam mempunyai suatu program yang bernama Customs Visit Customer (CVC). CVC ini bertujuan untuk memperoleh masukan dari penguna jasa terkait pelayanan di bidang eskpor. Hari ini pukul 14.00 WIB Beacukai Batam melakukan CVC yang kedua di Tahun 2020 ke salah satu rumah warga di Tanjung Piayu yaitu Ibu Trisnawati.

Trisnawati adalah pemilik industri rumah tangga kerajinan anyaman eceng gondok. Dengan berbahan tersebut, Trisnawati dapat menghasilkan berbagai produk seperti tas, sepatu, sendal, topi, bantal, vas bunga, sarung bantal, kursi, karpet, lukisan, dan lampu sudut.

Berawal pada Tahun 2013, Trisnawati memulai usahanya dengan kerajinan rajutan. Namun usahanya sempat tidak stabil dikarenakan kesulitan mencari bahan baku. Tak berhenti disitu pada Tahun 2017, Trisnawati pun memulai kembali usahanya dengan material eceng gondok yang bisa temukan di daerah Batam juga.

“Kalau Bahan baku tidak ada masalah ya. Eceng gondok kami warnanya lebih putih, kualitas lebih baik dari yang pernah kami beli di Jogja. Saya mulai usaha ini niatnya bisa memberdayakan tetangga dan membantu perekonomian untuk tetangga. Dan Anyaman kami ini baru pertama di Kepri.” Papar Trisnawati.

Hasil karya Trisnawati ini pun tidak hanya dipasarkan ke lokal saja, melainkan diekspor ke beberapa negara seperti Singapore, Malaysia dan Belgia. Selain diekspor, hasil karyanya juga dipamerkan pada acara fashion show di Australia.

Hal yang menjadi keluhannya adalah kekurangan SDM dan mahalnya ongkos kirim. Trisnawati juga memberikan masukan ke Beacukai Batam untuk bisa mengadakan event seperti pameran.

SOSIALISASI BARANG KIRIMAN KEPADA UMKM BATAM

SOSIALISASI BARANG KIRIMAN KEPADA UMKM BATAM

Batam (29/01/2020) – Pagi ini Beacukai Batam kembali memberikan pemahaman mengenai aturan barang kiriman berdasarkan PMK 199 Tahun 2019 kepada UMKM Batam. Acara ini juga dihadiri oleh para pengusaha Industri Kecil Menengah (IKM) yang berada di bawah  Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral Kota Batam, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Batam, dan Ketua Al-Ahmadi Enterpreneurship Center.

“Bea Cukai Batam sudah lakukan kordinasi dengan Bea Cukai Pusat, sudah diputuskan khusus Industri Kecil Menengah (IKM) di Batam dibebaskan dari Bea Masuk, hanya dikenakan PPN” ujar Susila terkait pengenaan pajak barang kiriman dari Batam ke daerah Indonesia lainnya. Untuk mendukung hal tersebut Bea Cukai Batam akan bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Batam serta  Dinas Perindustrian Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral Kota Batam.

Menguatkan pernyataan sebelumnya, Sumarna, Kepala Bidang BKLI, menyatakan bahwa untuk pelaku usaha IKM nantinya akan dilakukan pendataan untuk simplifikasi proses kepabeanan khususnya prosedur barang kiriman untuk produk IKM. Sumarna juga menjelaskan bahwa sebelum barang kiriman keluar akan diperiksa fisik oleh petugas beacukai di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) dengan mengunakan sistem CEISA 4.0, sepanjang data barang yang disampaikan oleh pihak pengirim benar dan valid, niscaya barang tersebut dapat keluar dengan lancar.

Latar belakang aturan ini diterbitkan adalah mendorong petumbuhan industri dalam negeri, melindungi kepentingan Nasional sehubungan dengan meningkatnya volume impor barang melalui mekanisme impor barang kiriman, dan menciptakan perlakuan perpajakan yang adil dan melindungi IKM.

WhatsApp chat