+62 778 - 458149
BEA CUKAI BATAM TEGAH LEBIH DARI 1000 GRAM SHABU DI PERAIRAN TANJUNG PIAYU

BEA CUKAI BATAM TEGAH LEBIH DARI 1000 GRAM SHABU DI PERAIRAN TANJUNG PIAYU

Senin, 01 Oktober 2018 sekitar pukul 17.30 WIB di perairan Tanjung Piayu, Bea Cukai Batam berdasarkan informasi intelijen terkait sebuah kapal yang memuat barang-barang bekas maka tim patroli laut Bea Cukai Batam melakukan pemeriksaan terhadap kapal yang diketahui bernama KM Rizki Jaya I, setelah pemeriksaan dilakukan penegahan berupa barang-barang bekas seperti kasur, sepeda, dan berbagai barang bekas lain yang ditemukan di kapal tersebut. Namun setelah pemeriksaan lebih lanjut, tim menemukan adanya bungkusan yang diduga berisi methamphetamine didalam tas dari salah satu dari 2 orang yang diketahui non abk.

Pelaku yang membawa barang haram seberat 1043 gram tersebut berinisial IS (37) berkebangsaan Indonesia dengan tujuan Nipah Panjang. Pelaku menjelaskan bahwa ini adalah yang ke-5 kalinya ia melakukan tindakan serupa. Selasa, 02 Oktober 2018 dilakukan press release sekaligus serah terima barang bukti dan pelaku kepada BNNP Kepri di Dermaga Tanjung Uncang untuk kemudian ditindak lanjuti.

Bea Cukai Batam Menggagalkan Penyelundupan Ratusan Satwa dan Tumbuhan Ilegal

Bea Cukai Batam Menggagalkan Penyelundupan Ratusan Satwa dan Tumbuhan Ilegal

Batam (13/07) Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam mengadakan Press Release penindakan terhadap usaha penyelundupan hewan dan tumbuhan ke wilayah Batam di Aula Lt.3 KPU BC Batam. Penindakan kali ini, Bea Cukai Batam berhasil mengamankan ratusan satwa dan beberapa tanaman hias.

Penangkapan ini bermula dari Nota Hasil Intelijen yang menyatakan bahwa ada dugaan sarana pengangkut bernama KM. Batam Indah yang datang dari Pelabuhan Pasir Gudang Malaysia ke Pelabuhan Batu Ampar Batam membawa muatan tanpa dokumen yang sah. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas P2 Batu Ampar, petugas menemukan beberapa koli barang di ruang Nahkoda KM. BI yang diduga tidak tercantum di dalam manifest. Kemudian petugas membawa barang – barang tersebut ke KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah dilakukan pencacahan, kedapatan sebanyak 909 ekor kura-kura, 24 ekor iguana, 6 ekor burung perkutut, 12 ekor love bird, 1 ekor anak buaya dan 12 pcs tanaman hias. Upaya penyelundupan satwa dan tumbuhan tersebut kemungkinan termasuk dalam apendiks cites yaitu:

– Apendiks I adalah daftar seluruh spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional

-Apendiks II adalah daftar spesies yang tidak terancam kepunahan, tapi mungkin terancam punah bila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan

serta diduga merupakan tindak pidana kepabeanan yaitu mengangkut barang impor yan g tidak tercantum dalam manifest dan/atau menyembunyikan barang impor secara melawan hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102 huruf (a) jo. Pasal 102 huruf (e) UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Saat ini satwa dan tumbuhan tersebut telah dititipkan kepada Seksi Konservasi Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau di Batam. Untuk tindak lanjut dan penyelesaian kasus ini masih dalam proses penelitian lebih lanjut.

 

 

 

 

 

 

BEA CUKAI BATAM MUSNAHKAN BARANG MILIK NEGARA HASIL PENINDAKAN KEPABEANAN DAN CUKAI SENILAI 1,2 MILYAR

BEA CUKAI BATAM MUSNAHKAN BARANG MILIK NEGARA HASIL PENINDAKAN KEPABEANAN DAN CUKAI SENILAI 1,2 MILYAR

Batam – Rabu (9/5) Dalam menjalankan  fungsinya sebagai Community Protector , Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam melakukan pemusnahan terhadap Barang Milik Negara (BMN).  Kepala Kantor KPU BC Batam Susila Brata menyampaikan bahwa BMN tersebut merupakan hasil penindakan Kepabeanan dan Cukai tahun 2013 s.d. tahun 2017 yang telah diselesaikan administrasinya dan mendapatkan persetujuan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam atas nama Menteri Keuangan untuk dimusnahkan. Pelaksanaan pemusnahan BMN ini dilakukan di Kawasan Pengelolaan Limbah Industri PT. Desa Air Cargo, Kabil Batam.

BMN yang dimusnahkan antara lain berupa Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) berbagai merk sebanyak 352 Botol, bir berbagai merk sebanyak 8.496  kaleng, Hasil Tembakau (HT) berupa Rokok berbagai merk sebanyak 56.270.835 batang, pakaian bekas (ballpres) sebanyak 596 bale, sampah biji plastik seberat 49.850 kg, beras ketan dalam kondisi rusak 2.475 kg, gula dalam kondisi rusak sebanyak 350 kg, scrap (sampah) plastik dengan berat 2.240 kg, ban bekas untuk kendaraan roda empat 153 buah, bawang merah dan bawang putih dalam kondisi busuk sebanyak 885 kg dan 450 kg, serta sepatu, kasur, karpet dan alat rumah tangga sebanyak 57 koli, dan barang lain-lain dalam jumlah kecil dengan perkiraan total berat keseluruhan barang mencapai 137.195,12 kg (137 ton) dengan total nilai perkiraan barang sebesar Rp 1.221.518.500,- (Satu Miliar Dua Ratus Dua Puluh Satu Juta Lima Ratus Delapan Belas Ribu Lima Ratus Rupiah).

Pemusnahan ini dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 39/PMK.04/2014 tentang tata cara penyelesaian barang kena cukai dan barang-barang yang dikuasai negara dan Peraturan Menteri Keuangan No.240/PMK.06/2012 tentang tata cara pengelolaan barang milik negara untuk selanjutnya diusulkan peruntukannya kepada Direktorat Jenderal kekayaan Negara.

Pemusnahan yang dilakukan  ini tidak hanya dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat, namun juga untuk menjaga kestabilan perekonomian dalam negeri dari gempuran produk-produk ilegal, serta menciptakan persaingan usaha yang sehat dan memberikan kepastian kepada para pengusaha yang memang taat pada aturan perpajakan.

Lagi, Bea Cukai selamatkan jutaan anak bangsa 1,622 ton sabu diamankan

Batam (23/02/2018)- Bea Cukai kembali menorehkan prestasi di awal tahun 2018 ini. Pasalnya setelah menggagalkan penyelundupan 1 ton lebih sabu di awal bulan februari kemarin, kini Bea Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan sabu dengan jumlah yang lebih besar. 1,622 ton sabu berhasil diamankan petugas Bea Cukai pada selasa (20/02) di perairan Anambas, Kab.Anambas Kepulauan Riau.

“Saya ingin berterima kasih kepada seluruh jajaran Bea dan Cukai yang memiliki komitmen dan kesetiaan yang tinggi untuk menjalankan tugas ini”, jelas menteri keuangan Sri Mulyani, dalam konferensi pers yang digelar di Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Batam jumat (23/02).

Menteri keuangan Sri Mulyani menghadiri konferensi pers untuk memberikan keterangan dan apresiasi terkait pencapaian yang telah dilakukan Bea dan Cukai dalam menggagalkan penyelundupan narkoba.

Kapal dengan nama MV Min Lian Yu Yun 61870 diamankan petugas patroli laut Bea Cukai dengan barang bukti 81 karung berisikan sabu. Terdapat 4 bendera di kapal tersebut yang salah satunya adalah bendera indonesia. Ketika ditangkap kapal tersebut memakai bendera Singapura di belakang dan bendera Tiongkok di depan kapal, sedang satu bendera lain adalah bendera Thailand. Dalam penangkapan ini diamankan empat orang tersangka yang merupakan nahkoda dan anak buah kapal MV Min Lian Yu Yun 61870, yang semuanya berkewarganegaraan tiongkok.

Kronologi pengamanan 1,622 ton sabu ini dimulai dari kapal patroli BC7005 milik Direktorat Jenderal Bea Cukai yang berisi tim operasi yang terdiri dari polri dan subdit patroli laut Bea Cukai pusat, serta Bea Cukai Batam mendeteksi kapal MV Min Lian Yu Yun 61870 di perairan selat philip dan kemudian mengamankannya. Petugas melakukan tindak pengamanan, karena anak buah kapal tidak kooperatif dan juga mencoba menyabotase kapal dengan merusak mesin kapal dengan tujuan agar kapal tidak bisa ditarik oleh petugas. Dalam operasi ini selain kapal BC7005, Bea Cukai juga mengerahkan kapal BC20007, BC9004 dan kapal patroli BC1305 dalam rangka membantu pengemanan, pengawalan dan turut membantu menarik kapal menuju dermaga PSO BC Batam.

Setelah kapal MV Min Lian Yu Yun 61870 berhasil ditarik ke dermaga PSO BC Batam, unit K9 Bea Cukai kembali dikerahkan dalam melakukan pemeriksaan dan penggeledahan kapal. Hingga akhirnya unit K9 Bea Cukai Batam mendapatkan respon positif terhadap karung dibagian palka depan kapal, dan setelah melakukan pemeriksaan uji tes pendahuluan terhadap satu karung menggunakan hazmade elite, didapatkan hasil pemeriksaan positif sabu.

Pengamanan 1,622 ton sabu ini juga merupakan pencapaian bagi unit K9 Bea Cukai Batam yang secara berturut2 memliliki peran penting dalam mengungkapkan penyelundupan sabu, secara dua kasus besar di awal tahun ini tidak lepas dari unit K9.

“Tahun 2017 narkoba yang disita Bea Cukai adalah 2,132 ton dari 342 kasus, dan di tahun 2018 ini belum genap 2 bulan telah dilakukan 57 penanganan kasus narkoba dan yang disita adalah 2,932 ton. Ini menggambarkan Indonesia mendapatkan gempuran narkoba yang terus meningkat”. Jelas Sri Mulyani.

Pengungkapan kasus penyelundupan narkoba ini merupakan bentuk sinergi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai dengan lembaga lainnya. Setelah melakukan sinergi dengan TNI dan BNN yang berhasil mengamankan sekitar 1,1 ton sabu, kini sinergi yang dilakukan Bea Cukai dan Polri kembali menorehkan prestasi dengan mengamankan 1,622 ton sabu yang mana pengamanan ini telah menyelamatkan jutaan anak bangsa dari jerat narkoba.

Bea Cukai Batam Bantu Ungkap Penyelundupan 1 Ton Sabu

Bea Cukai Batam Bantu Ungkap Penyelundupan 1 Ton Sabu

Batam (10/02/2018), Proses pembongkaran dan penggeledahan kapal Sunrise Glory melibatkan Bea Cukai Batam dengan memberikan dukungan peralatan berupa trace detector dan tim K9 DJBC untuk memeriksa kapal tersebut diatas dan ditemukan 1.019 bungkus @ 1 kg (total +/- 1.019 kg) kristal putih yang diduga methampetamin (sabu).

“Pada hari jumat (09/02) Tim K9 Bea Cukai Batam mendapatkan perintah dari pimpinan untuk standby di kantor Bea Cukai Batu Ampar. Sekitar pukul 5 sore tim mendapatkan perintah lanjutan untuk menuju ke Lanal Batam untuk melakukan pemeriksaan terhadap kapal Sunrise Glory yang diduga melakukan penyelundupan NPP”. Jelas anggota tim K9 Bea Cukai Batam, Tri Sinata . Sesampainya di dermaga Lanal Batam, tim K9 langsung melakukan pemeriksaan dengan menggunakan anjing pelacak. Penyisiran dimulai dari palka depan yang dilanjutkan menuju ke ruang kemudi. Di ruang kemudi K9 mendapatkan bau yang ditandai dengan perubahan sikap dari anjing pelacak. Penyisiran diteruskan menuju ke palka tengah yang menyebabkan perubahan sikap yang lebih besar lagi dan ketika menuju palka belakang tim K9 berhasil menemukan sabu seberat 1 Ton yang disembunyikan dengan cara ditumpuk dengan bahan-bahan sembako dan alas tidur.

Dalam konferensi pers yang dilakukan di Dermaga Lanal Batam Sabtu (10/02), yang dipimpin oleh Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerachman, mengapresiasi sinergi dan kerjasama yang dilakukan oleh TNI AL, Bea Cukai, dan BNN dalam mengungkap kasus peredaran narkoba di tanah air. Kapal dengan nama KM Sunrise Glory ditangkap oleh KRI Sigurot-864 di perairan Selat Philips, Rabu (07/02). KM Sunrise Glory atau yang dahulu bernama Shun De Man 66/Shun De Ching  adalah target operasi TNI Angkatan Laut dan BNN.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Kasus yang sekarang ini sudah diikuti sejak Desember tahun 2017, Angkatan Laut sudah bekerjasama dengan BNN untuk mendeteksi pergerakan kapal , yang mana kapal bergerak diselatan wilayah indonesia guna menghindari jangkauan aparat kita”, jelas Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerachman.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEBERHASILAN CONTROL DELIVERY BEA CUKAI BATAM DAN POLDA KEPRI MENGUNGKAP PENYELUNDUPAN METHAMPHETAMINE 66 KG

KEBERHASILAN CONTROL DELIVERY BEA CUKAI BATAM DAN POLDA KEPRI MENGUNGKAP PENYELUNDUPAN METHAMPHETAMINE 66 KG

Batam (29/1/2018) – Kerjasama Bea Cukai Batam dan Polda Kepri dalam memberantas penyelundupan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor (NPP) kembali membuahkan hasil. Dimulai dari kecurigaan petugas Bea dan Cukai Cargo Bandara Internasional Hang Nadim saat pemeriksaan terhadap 2 (dua) colly paket barang kiriman tujuan Jakarta dengan mesin X-Ray pada selasa (16/1) sekitar jam 10.15 WIB.

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik masing-masing colly berisi 2 ctns @ 8 pkgs “Sabun Detergen merk BOOM POWER” dimana setiap packages berisi 3 sampai 4 bungkus teh China yang didalamnya berisi serbuk kristal putih, diduga merupakan Methamphetamine / sabu dengan total jumlah sebanyak 62 bungkus dan berat total ± 66 Kg. Setelah berkoordinasi dengan Polda Kepri, dilakukan Control Delivery ke tempat alamat tujuan di Jakarta (Bandara Soetta).

Di Bandara Soetta, Bea Cukai Batam dan Polda Kepri melakukan koordinasi dengan Bea Cukai Pusat, Bea Cukai Soetta dan Polres Bandara Soetta dalam rangka RPE (Raid Plan and Execution). Setelah mendapatkan informasi bahwa barang bukti sudah ready di gudang kargo domestik Bandara Soetta dan akan diambil oleh pengurus barang, tim bergerak cepat dan melakukan penindakan sesuai SOP terhadap Sdr. N yang merupakan agen clearance dokumen yang akan mengambil barang. Setelah dilakukan interogasi terhadap Sdr, N, diperoleh informasi bahwa berdasarkan marking yang tertera pada kemasan, barang akan dikirimkan kepada Sdri. L yg beralamat di Ruko Taman Surya-Cengkareng. Tim lalu mengamankan Sdri. L dan tidak beberapa lama kemudian Sdri. L dihubungi seseorang dari Batam yaitu Sdr. N, minta untuk segera mempersiapkan barang tersebut karena akan diambil besok siang oleh pihak ekspedisi PT. DC.

Pada hari Rabu (17/1) sekitar jam 11.00 WIB kurir dari pihak ekspedisi PT. DC yaitu Sdr. M tiba dengan menggunakan mobil box untuk mengambil barang, petugas langsung mengamankan Sdr. M untuk dimintai keterangan. Ternyata barang tersebut akan dibawa ke gudang PT. DC yang beralamat di Pancoran. Di gudang PT. DC diperoleh informasi bahwa untuk pengambilan barang oleh customer harus terlebih dahulu dikonfirmasi ke pihak shipper serta telah mendapatkan Nota Delivery Order (DO) yang dikeluarkan dari kantor pusat PT. DC. Berdasarkan informasi yang didapat dari pihak PT. DC diketahui bahwa pengirim barang tersebut yaitu Sdr. F yg beralamat di Singapore dengan marking RDL 1091 yang diberitahukan sebagai sabun. Selanjutnya PT. DC menghubungi Sdr. F dan menanyakan perihal pembayaran DO dan pengambilan barang. Hasil komunikasi dengan Sdr. F dikatakan bahwa orang yang akan mengambil barang nantinya adalah Sdr. A.

Hari Jumat (19/1) sekitar jam 13.00 WIB tim mendapati ada 2 (dua) orang laki-laki yang melakukan konfirmasi kepada karyawan gudang PT. DC untuk melakukan pengambilan barang atas marking RDL 1091. Dan saat serah terima barang, tim langsung bergerak cepat melakukan penindakan sesuai SOP. Dari hasil interogasi diketahui 2 (dua) laki-laki tersebut bernama Sdr. B alias A dan Sdr. Z alias U. Rencana barang dimaksud akan diantarkan ke rumah kontrakan yang beralamat di Modern Land Tangerang dan melakukan hal itu atas suruhan Sdr. B dengan perjanjian upah Rp. 1.000.000,00- (satu juta rupiah) per kemasan bungkus teh.

Dari hasil penindakan dan Control Delivery kali ini, tim gabungan berhasil mengamankan barang bukti berupa methamphetamine dengan berat 66.043 gram, 3 buah handphone dan 2 tersangka yang dijerat pasal pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1), pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.