+62 778 - 458149
Bea Cukai Batam Kembali Menangkap 2.291 gram Narkoba

Bea Cukai Batam Kembali Menangkap 2.291 gram Narkoba

Batam (07/04/2019) – Bea Cukai Batam kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba berupa sabu seberat 2.291 gram. Upaya tersebut digagalkan oleh petugas Bea Cukai di Bandara Hang Nadim Batam.


(Foto Tersangka Tarmizi (29 Tahun)

Sabu seberat 1.132 gram dibawa oleh tersangka atas nama Tarmizi (29 Tahun). Dan sabu seberat 1.159 gram dibawa oleh tersangka atas nama Munzirin (33 Tahun). Keduanya membawa barang terlarang tersebut didalam tas ransel. Saat dimasukan ke tas, barang haram itu dibungkus secara rapi yakni dengan plastik dan kertas karbon.

(Foto Barang Bukti)

Pelaku pertama ditangkap di check point 1 jalur merah dan pelau kedua ditangkap saat berada di ruang tunggu bandara. Kedua tersangka tersebut berasal dari Aceh dengan tujuan penerbangan akhir ke Lombok, namun transit terlebih dahulu di Batam. Karena kasus ini, tersangka kemudian diserahkan ke BNN Provinsi Kepulauan Riau untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.

Bea Cukai Batam Amankan Dua Penyelundupan Sabu di Bandara Hang Nadim

Bea Cukai Batam Amankan Dua Penyelundupan Sabu di Bandara Hang Nadim

Batam (30/11) Bea Cukai Batam telah berhasil mengamankan dua penyelundupan sabu di Bandara Hang Nadim. Penyelundupan pertama dilakukan oleh pria yang berinisial WP, narkoba tersebut disembunyikan di dalam celana dalam yang dipakai WP. Setelah dilakukan pengujian kedapatan barang tersebut adalah Methamphetamine dengan berat brutto 134 gram. Hasil tes urine yang bersangkutan positif menggunakan sabu. Tersangka kemudian dibawa ke KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam untuk proses lebih lanjut dan kemudian diserahkan ke Ditres Narkoba Polda Kepri. Oleh Ditres Narkoba Polda Kepri dilakukan pengembangan dan ditemukan tersangka ternyata melakukan modus swallower, dan menjadi akhirnya barang bukti bertambah menjadi 3 kapsul = 191 Gram Methampetamine / sabu-sabu.

Penyelundupan kedua dilakukan oleh wanita yang berinisial J, narkoba tersebut disembunyikan di celana dalam dan bra yang dipakai tersangka , berupa 5 bungkus plastik yang diduga Methamphetamine dan setelah dilakukan pengujian kedapatan barang tersebut positif Methamphetamine dengan berat brutto 849 gram. Hasil tes urine yang bersangkutan negatif menggunakan sabu. Tersangka kemudian dibawa ke Kantor Bea Cukai Batam untuk proses lebih lanjut dan selanjutnya tersangka dan barang bukti diserahkan ke DitRes Narkoba POLDA Kepri.

Bea Cukai Batam Dan Avsec Kembali Menggagalkan Penyelundupan Narkotika

Bea Cukai Batam Dan Avsec Kembali Menggagalkan Penyelundupan Narkotika

Batam (19/10) Bea Cukai Batam kembali menggagalkan penyelundupan narkotika di Bandara Hang Nadim, Batam. Berawal dari Petugas Avsec melakukan pemeriksaan pada alat pemindai terhadap seorang calon penumpang berinisial SS  yang berumur 27 tahun dengan pesawat tujuan Surabaya.

Dari pengamatan Petugas Avsec, calon penumpang tesebut nampak seperti menyembunyikan  sesuatu di selangkangan. Karenanya Petugas Avsec Melakukan pemeriksaan badan kepada penumpang tesebut dan ditemukan adanya bungkusan mencurigakan di sekitar selangkangan. Atas hal tesebut dilakukan pemeriksaan lanjutan bersama petugas bea cukai.

Dari Hasil pemeriksaan lanjutan kedapatan bahwa calon penumpang tsb membawa 2 bungkus plastik bening yang diduga Meth Amphetamine Dengan berat bruto 425 gram.  Atas temuan tesebut Petugas Bea Cukai membawa tersangka beserta barang bukti ke KPU BC Tipe B Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah pemeriksaan dilakukan, Petugas Bea Cukai menyerahkan tersangka dan barang bukti  ke Kepolisian Resor Kota Barelang.

BEA CUKAI BATAM TEGAH LEBIH DARI 1000 GRAM SHABU DI PERAIRAN TANJUNG PIAYU

BEA CUKAI BATAM TEGAH LEBIH DARI 1000 GRAM SHABU DI PERAIRAN TANJUNG PIAYU

Senin, 01 Oktober 2018 sekitar pukul 17.30 WIB di perairan Tanjung Piayu, Bea Cukai Batam berdasarkan informasi intelijen terkait sebuah kapal yang memuat barang-barang bekas maka tim patroli laut Bea Cukai Batam melakukan pemeriksaan terhadap kapal yang diketahui bernama KM Rizki Jaya I, setelah pemeriksaan dilakukan penegahan berupa barang-barang bekas seperti kasur, sepeda, dan berbagai barang bekas lain yang ditemukan di kapal tersebut. Namun setelah pemeriksaan lebih lanjut, tim menemukan adanya bungkusan yang diduga berisi methamphetamine didalam tas dari salah satu dari 2 orang yang diketahui non abk.

Pelaku yang membawa barang haram seberat 1043 gram tersebut berinisial IS (37) berkebangsaan Indonesia dengan tujuan Nipah Panjang. Pelaku menjelaskan bahwa ini adalah yang ke-5 kalinya ia melakukan tindakan serupa. Selasa, 02 Oktober 2018 dilakukan press release sekaligus serah terima barang bukti dan pelaku kepada BNNP Kepri di Dermaga Tanjung Uncang untuk kemudian ditindak lanjuti.

Bea Cukai Batam Menggagalkan Penyelundupan Ratusan Satwa dan Tumbuhan Ilegal

Bea Cukai Batam Menggagalkan Penyelundupan Ratusan Satwa dan Tumbuhan Ilegal

Batam (13/07) Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam mengadakan Press Release penindakan terhadap usaha penyelundupan hewan dan tumbuhan ke wilayah Batam di Aula Lt.3 KPU BC Batam. Penindakan kali ini, Bea Cukai Batam berhasil mengamankan ratusan satwa dan beberapa tanaman hias.

Penangkapan ini bermula dari Nota Hasil Intelijen yang menyatakan bahwa ada dugaan sarana pengangkut bernama KM. Batam Indah yang datang dari Pelabuhan Pasir Gudang Malaysia ke Pelabuhan Batu Ampar Batam membawa muatan tanpa dokumen yang sah. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas P2 Batu Ampar, petugas menemukan beberapa koli barang di ruang Nahkoda KM. BI yang diduga tidak tercantum di dalam manifest. Kemudian petugas membawa barang – barang tersebut ke KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah dilakukan pencacahan, kedapatan sebanyak 909 ekor kura-kura, 24 ekor iguana, 6 ekor burung perkutut, 12 ekor love bird, 1 ekor anak buaya dan 12 pcs tanaman hias. Upaya penyelundupan satwa dan tumbuhan tersebut kemungkinan termasuk dalam apendiks cites yaitu:

– Apendiks I adalah daftar seluruh spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional

-Apendiks II adalah daftar spesies yang tidak terancam kepunahan, tapi mungkin terancam punah bila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan

serta diduga merupakan tindak pidana kepabeanan yaitu mengangkut barang impor yan g tidak tercantum dalam manifest dan/atau menyembunyikan barang impor secara melawan hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102 huruf (a) jo. Pasal 102 huruf (e) UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Saat ini satwa dan tumbuhan tersebut telah dititipkan kepada Seksi Konservasi Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau di Batam. Untuk tindak lanjut dan penyelesaian kasus ini masih dalam proses penelitian lebih lanjut.

 

 

 

 

 

 

BEA CUKAI BATAM MUSNAHKAN BARANG MILIK NEGARA HASIL PENINDAKAN KEPABEANAN DAN CUKAI SENILAI 1,2 MILYAR

BEA CUKAI BATAM MUSNAHKAN BARANG MILIK NEGARA HASIL PENINDAKAN KEPABEANAN DAN CUKAI SENILAI 1,2 MILYAR

Batam – Rabu (9/5) Dalam menjalankan  fungsinya sebagai Community Protector , Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam melakukan pemusnahan terhadap Barang Milik Negara (BMN).  Kepala Kantor KPU BC Batam Susila Brata menyampaikan bahwa BMN tersebut merupakan hasil penindakan Kepabeanan dan Cukai tahun 2013 s.d. tahun 2017 yang telah diselesaikan administrasinya dan mendapatkan persetujuan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam atas nama Menteri Keuangan untuk dimusnahkan. Pelaksanaan pemusnahan BMN ini dilakukan di Kawasan Pengelolaan Limbah Industri PT. Desa Air Cargo, Kabil Batam.

BMN yang dimusnahkan antara lain berupa Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) berbagai merk sebanyak 352 Botol, bir berbagai merk sebanyak 8.496  kaleng, Hasil Tembakau (HT) berupa Rokok berbagai merk sebanyak 56.270.835 batang, pakaian bekas (ballpres) sebanyak 596 bale, sampah biji plastik seberat 49.850 kg, beras ketan dalam kondisi rusak 2.475 kg, gula dalam kondisi rusak sebanyak 350 kg, scrap (sampah) plastik dengan berat 2.240 kg, ban bekas untuk kendaraan roda empat 153 buah, bawang merah dan bawang putih dalam kondisi busuk sebanyak 885 kg dan 450 kg, serta sepatu, kasur, karpet dan alat rumah tangga sebanyak 57 koli, dan barang lain-lain dalam jumlah kecil dengan perkiraan total berat keseluruhan barang mencapai 137.195,12 kg (137 ton) dengan total nilai perkiraan barang sebesar Rp 1.221.518.500,- (Satu Miliar Dua Ratus Dua Puluh Satu Juta Lima Ratus Delapan Belas Ribu Lima Ratus Rupiah).

Pemusnahan ini dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 39/PMK.04/2014 tentang tata cara penyelesaian barang kena cukai dan barang-barang yang dikuasai negara dan Peraturan Menteri Keuangan No.240/PMK.06/2012 tentang tata cara pengelolaan barang milik negara untuk selanjutnya diusulkan peruntukannya kepada Direktorat Jenderal kekayaan Negara.

Pemusnahan yang dilakukan  ini tidak hanya dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat, namun juga untuk menjaga kestabilan perekonomian dalam negeri dari gempuran produk-produk ilegal, serta menciptakan persaingan usaha yang sehat dan memberikan kepastian kepada para pengusaha yang memang taat pada aturan perpajakan.