+62 778 - 458 818 kpubc.batam@kemenkeu.go.id

Re-ekspor Tujuh Kontainer Mengandung Limbah B3

Batam (29/7) Menindaklanjuti permasalahan terkait kontainer berisi limbah plastik mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), hari ini tujuh kontainer telah dire-ekspor ke negara asalnya melalui Pelabuhan Batu Ampar. Pengiriman ini merupakan tahap pertama dari total 49 kontainer yang akan dire-ekspor.

“Ini adalah tujuh dari 49 kontainer, dua kontainer akan dikirim ke Negara Perancis sedangkan lima lagi ke Negara Hongkong”, ucap Susila Brata selaku Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam.

Susila Brata menyampaikan selanjutnya pengiriman akan menyesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan. Re-ekspor ini disaksikan langsung oleh perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rima Julianty selaku Kepala Seksi Notifikasi Limbah B3 dan Limbah non B3.

“Limbah B3 tidak diperbolehkan masuk, yang diimpor limbah non B3 namun selama itu terkontaminasi maka re-ekspor harus dilakukan”, terang Rima Julianty.

Rima menyebutkan, untuk impor plastik sendiri sejauh ini masih diperbolehkan secara aturan. Namun, ia kembali menegaskan, kegiatan impor sendiri tentu harus menyesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Reekspor hari ini diharapkan menjadi himbauan bagi para pelaku usaha untuk menggunakan bahan yang tidak terkontaminasi limbah B3 dalam kegiatan usahanya, karena dapat membahayakan lingkungan.

SOSIALISASI PMK 84 TAHUN 2019

SOSIALISASI PMK 84 TAHUN 2019

Batam (24/7) Sebagai wujud nyata tugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai Trade Fasilitator dan Industrial Assistance dan adanya peraturan baru PMK No. 84/PMK.04/2019, Bea Cukai Batam menyelenggarakan Sosialisasi PMK No. 84/PMK.04/2019 di Aula Lantai 3 KPU BC Batam.

Acara dibuka oleh Sumarna, Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi KPU BC Batam. Sebagai narasumber yaitu Eri Utomo Partoyo Kepala Seksi Fasilitas Kawasan Perdagangan Bebas Direktorat Fasilitas Kepabeanan Kantor Pusat DJBC dan Fathul Huda Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi 3 KPP Madya Batam. Dalam kesempatan itu narasumber menyampaikan antara lain ketentuan pengenaan BMAD untuk barang hasil produksi kawasan bebas serta dasar penghitungan Bea Masuk dan PPN PPnBM dan PPh dapat menggunakan nilai pabean sesuai harga jual atau menggunakan konversi.

Acara tersebut diakhiri dengan tanya jawab dan pengisian kuesioner terkait pelaksanaan sosialisasi. Diharapkan dengan adanya Sosialisasi PMK No. 84/PMK.04/2019 ini dapat mendorong kegiatan perdagangan dan industri nasional, memperkuat daya saing perusahaan dan meningkatkan investasi, serta lebih memberikan kepastian hukum yang ada di wilayah FTZ Batam.

Tingkatkan Keahlian, Bea Cukai Batam Ikuti Lokakarya Kehumasan

Tingkatkan Keahlian, Bea Cukai Batam Ikuti Lokakarya Kehumasan

Batam (28/6) Dalam rangka peningkatan kemampuan pegawai dalam bidang kehumasan, Balai Diklat Pendidikan Keuangan Pekanbaru menyelenggarakan Lokakarya Komunikasi Melalui Website dan Media Sosial Angkatan ke Dua Tahun Anggaran 2019. Acara ini berlangsung selama 3 hari, yaitu dari tanggal 26-28 Juni 2019. Jumlah peserta sebanyak 29 orang yg berasal dari kantor – kantor bea cukai yang ada di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Acara ini dibuka oleh Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi, Sumarna. “Humas menjadi ujung tombak kantor dalam menyampaikan prestasi kerja yg telah didapatkan kantor, juga mengklarifikasi berita negatif yg beredar di masyarakat.” ujar Sumarna.

Para peserta diberikan materi tentang dasar-dasar kehumasan, teknis menulis berita, pengelolaan website dan akun sosial media, dasar-dasar fotografi jurnalistik, teknik pengambilan video dan video editing. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para peserta dalam mengelola website dan media sosial, sehingga dapat meningkatkan kualitas kehumasan di kantornya masing-masing untuk Bea Cukai Makin Baik.

BEA CUKAI BATAM MENGADAKAN TAKJIL ON THE STREET

BEA CUKAI BATAM MENGADAKAN TAKJIL ON THE STREET

(Batam, 22/05/2019) Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Bea cukai batam terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat melalui acara Customs On the Streets.


Acara yang diadakan di Pelabuhan Internasional ferry Batam Centre dengan tema “Takjil On the Street We Share Cause We Care” ini bertujuan untuk memperat hubungan antara pegawai bea cukai batam dengan masyarakat.


Takjil sebanyak 500 kantong diberikan secara gratis kepada masyarakat yang berada di sekitar pelabuhan.
Selain membagikan takjil, Bea Cukai Batam juga membagikan brosur sebagai salah satu bentuk edukasi kepada masyarakat.

Dalam Sehari Bea Cukai Batam Menggagalkan Dua Upaya Penyelundupan Sabu

Dalam Sehari Bea Cukai Batam Menggagalkan Dua Upaya Penyelundupan Sabu

Batam (16/05/2019), Bea Cukai Batam kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkoba berupa sabu seberat 219 gram dan 1520 gram. Masing-masing barang tersebut bertujuan akhir di Lombok dan Balikpapan. Kedua upaya tersebut digagalkan oleh petugas Bea Cukai di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Penangkapan ini bermula dari kecurigaan petugas Bea Cukai terhadap calon penumpang Pesawat Lion Air. Dari kecurigaan ini, petugas akhirnya melakukan pemeriksaan terhadap kedua penumpang tersebut. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sabu seberat 219 gram dibawa oleh tersangka berinisial H (39 Tahun), sementara sabu seberat 1520 gram dibawa oleh tersangka berinisial R G yang masing-masing ditemukan di dubur dan koper. Dari hasil pengujian awal dengan NIK, diidentifikasikan kedua barang tersebut merupakan Methamphetamine / Sabu.

Terhadap Tersangka dan barang bukti selanjutnya diserahkan ke Kepolisian Daerah Provinsi Kepulauan Riau untuk proses lebih lanjut.

BEA CUKAI BATAM CANANGKAN ZONA INTEGRITAS

BEA CUKAI BATAM CANANGKAN ZONA INTEGRITAS

Batam (16/05/2019) – Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam melaksanakan Pencanangan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Pencanangan ini dilakukan sebagai komitmen Bea Cukai dalam mewujudkan clean goverment serta good governance yang bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

“Pencangan ini merupakan deklarasi dari KPU Bea Cukai Batam untuk menuju ke Wilayah Bebas Korupsi dan ada dua hal yang kita reformasi yakni terkait pembangunan Sumber Daya Manusianya dan terkait otomasi”, ungkap Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Susila Brata dalam sambutannya.

Bertempat di Aula Lantai 3 KPU Bea Cukai Tipe B Batam, acara pencanangan ini dihadiri oleh Pimpinan/perwakilan dari 17 instansi pemerintah maupun dunia usaha yaitu Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, Badan Penguahaan Batam, Balai Karantina Pertanian Batam, Kantor Imigrasi Batam, Kantor Kesehatan Pelabuhan Batam, Himpunan Kawasan Industri, BUBU Hang Nadim, Kantor Wilayah DJP Kepulauan Riau, KPKNL Batam, KPPN Batam, BSOP Batam, Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Kepulauan Riau, Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Batam, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia  (ALFI), Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (ASPERINDO), Batam Shipyard & Offshore Association  (BSOA), dan Indonesian National Shipowners’ Association DPC Batam (INSA).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut program Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) yang telah menetapkan 12 (dua belas kawasan) strategis pelabuhan laut dan bandar udara sebagai lokasi dari program tersebut. Kedua belas kawasan itu meliputi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Belawan Medan, Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Pelabuhan Sekupang Batam, Bandara Soekarno Hatta Jakarta, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Kualanamu Medan, Bandara Hasanuddin Makassar, Bandara Hang Nadim Batam, dan Bandara Ngurah Rai Bali.

Dengan pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi diharapkan KPU Bea Cukai Tipe B Batam menjadi institusi di Lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang bersih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme serta memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan kepada pengguna jasa secara optimal, transparan, dan memenuhi kepuasan semua pemangku kepentingan.

WhatsApp chat