+62 778 - 458149
Bea Cukai Batam Dan Avsec Kembali Menggagalkan Penyelundupan Narkotika

Bea Cukai Batam Dan Avsec Kembali Menggagalkan Penyelundupan Narkotika

Batam (19/10) Bea Cukai Batam kembali menggagalkan penyelundupan narkotika di Bandara Hang Nadim, Batam. Berawal dari Petugas Avsec melakukan pemeriksaan pada alat pemindai terhadap seorang calon penumpang berinisial SS  yang berumur 27 tahun dengan pesawat tujuan Surabaya.

Dari pengamatan Petugas Avsec, calon penumpang tesebut nampak seperti menyembunyikan  sesuatu di selangkangan. Karenanya Petugas Avsec Melakukan pemeriksaan badan kepada penumpang tesebut dan ditemukan adanya bungkusan mencurigakan di sekitar selangkangan. Atas hal tesebut dilakukan pemeriksaan lanjutan bersama petugas bea cukai.

Dari Hasil pemeriksaan lanjutan kedapatan bahwa calon penumpang tsb membawa 2 bungkus plastik bening yang diduga Meth Amphetamine Dengan berat bruto 425 gram.  Atas temuan tesebut Petugas Bea Cukai membawa tersangka beserta barang bukti ke KPU BC Tipe B Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah pemeriksaan dilakukan, Petugas Bea Cukai menyerahkan tersangka dan barang bukti  ke Kepolisian Resor Kota Barelang.

Bea Cukai Batam Menggagalkan 7 Penyelundupan Narkotika Pada Bulan Ini

Bea Cukai Batam Menggagalkan 7 Penyelundupan Narkotika Pada Bulan Ini

Batam (16/10) Bea Cukai Batam dalam 2 minggu ini telah menggagalkan penyelundupan narkotika sebesar 3.204 gram (3,204 kilogram) dalam 7 penyelundupan. Penyelundupan tersebut merupakan Penindakan ke 51 – 57 Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam. Penindakan ke 51 ialah penggagalan penyelundupan di Kapal KM Rizki Jaya tujuan Nipah Panjang, yang disembunyikan dalam bungkusan di tas. Atas penindakan tersebut, barang bukti dan tersangka ke BNNP Kepulauan Riau.

 

Sementara itu 5 penindakan yang merupakan penindakan ke 52 -56 ialah penggagalan penyelundupan di Bandara Hang Nadim Batam. Narkotika tersebut diselundupkan oleh penumpang yang akan keluar dari Batam. Dalam penggagalan penyelundupan di Bandara Hang Nadim tersebut, Bea Cukai dibantu oleh Avsec dalam pemindaian barang penumpang dan pemeriksaan penumpang. Kasus 5 penindakan tersebut akhirnya diserahkan ke Polresta Barelang, Polda Kepulauan Riau dan BNNP Kepulauan Riau.

 

 

 

 

 

 

 

Dan yang terakhir adalah penindakan Narkotika yang ke 57 Bea Cukai Batam yang dilakukan di Pelabuhan Batam. Penyelundup ialah salah satu penumpang kapal dari Pasir Gudang Malaysia. Dalam pemeriksaan tersebut didapatkan 2(dua) kapsul yang diduga netanohetamine. Dua kapsul tersebut disembunyikan disembunyikan di dalam dubur dengan total bruto 130 gr. Kasus tersebut akhirnya diserahkan ke BNNP Kepulauan Riau.

 

BEA CUKAI BATAM TEGAH LEBIH DARI 1000 GRAM SHABU DI PERAIRAN TANJUNG PIAYU

BEA CUKAI BATAM TEGAH LEBIH DARI 1000 GRAM SHABU DI PERAIRAN TANJUNG PIAYU

Senin, 01 Oktober 2018 sekitar pukul 17.30 WIB di perairan Tanjung Piayu, Bea Cukai Batam berdasarkan informasi intelijen terkait sebuah kapal yang memuat barang-barang bekas maka tim patroli laut Bea Cukai Batam melakukan pemeriksaan terhadap kapal yang diketahui bernama KM Rizki Jaya I, setelah pemeriksaan dilakukan penegahan berupa barang-barang bekas seperti kasur, sepeda, dan berbagai barang bekas lain yang ditemukan di kapal tersebut. Namun setelah pemeriksaan lebih lanjut, tim menemukan adanya bungkusan yang diduga berisi methamphetamine didalam tas dari salah satu dari 2 orang yang diketahui non abk.

Pelaku yang membawa barang haram seberat 1043 gram tersebut berinisial IS (37) berkebangsaan Indonesia dengan tujuan Nipah Panjang. Pelaku menjelaskan bahwa ini adalah yang ke-5 kalinya ia melakukan tindakan serupa. Selasa, 02 Oktober 2018 dilakukan press release sekaligus serah terima barang bukti dan pelaku kepada BNNP Kepri di Dermaga Tanjung Uncang untuk kemudian ditindak lanjuti.

Bea Cukai Batam Amankan Penumpang Membawa 239 gr Shabu

Batam (14/9) Pada hari Senin, 10 September 2018   Bea Cukai Batam menangkap satu penumpang yang membawa 239 gram Shabu di Pelabuhan Laut Harbour Bay Batam. Penumpang tersebut menggunakan kapal dengan rute Stulang Laut, Malaysia ke Harbour Bay, Batam.

Dari penangkapan tersebut petugas menyita 6 bungkus berisi methamphetamine dengan bruto 239 gram yang disembunyikan dalam anus penumpang tersebut.  Barang bukti tersebut telah diserahterimakan kepada BNNP Kepulauan Riau.

Penangkapan ini adalah penangkapan yang ke 49 Bea Cukai Batam selama tahun 2018.

 

Bea Cukai Batam Menggagalkan Penyelundupan Ratusan Satwa dan Tumbuhan Ilegal

Bea Cukai Batam Menggagalkan Penyelundupan Ratusan Satwa dan Tumbuhan Ilegal

Batam (13/07) Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam mengadakan Press Release penindakan terhadap usaha penyelundupan hewan dan tumbuhan ke wilayah Batam di Aula Lt.3 KPU BC Batam. Penindakan kali ini, Bea Cukai Batam berhasil mengamankan ratusan satwa dan beberapa tanaman hias.

Penangkapan ini bermula dari Nota Hasil Intelijen yang menyatakan bahwa ada dugaan sarana pengangkut bernama KM. Batam Indah yang datang dari Pelabuhan Pasir Gudang Malaysia ke Pelabuhan Batu Ampar Batam membawa muatan tanpa dokumen yang sah. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas P2 Batu Ampar, petugas menemukan beberapa koli barang di ruang Nahkoda KM. BI yang diduga tidak tercantum di dalam manifest. Kemudian petugas membawa barang – barang tersebut ke KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah dilakukan pencacahan, kedapatan sebanyak 909 ekor kura-kura, 24 ekor iguana, 6 ekor burung perkutut, 12 ekor love bird, 1 ekor anak buaya dan 12 pcs tanaman hias. Upaya penyelundupan satwa dan tumbuhan tersebut kemungkinan termasuk dalam apendiks cites yaitu:

– Apendiks I adalah daftar seluruh spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional

-Apendiks II adalah daftar spesies yang tidak terancam kepunahan, tapi mungkin terancam punah bila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan

serta diduga merupakan tindak pidana kepabeanan yaitu mengangkut barang impor yan g tidak tercantum dalam manifest dan/atau menyembunyikan barang impor secara melawan hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102 huruf (a) jo. Pasal 102 huruf (e) UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Saat ini satwa dan tumbuhan tersebut telah dititipkan kepada Seksi Konservasi Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau di Batam. Untuk tindak lanjut dan penyelesaian kasus ini masih dalam proses penelitian lebih lanjut.

 

 

 

 

 

 

SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU PKN STAN 2018 DI BATAM

SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU PKN STAN 2018 DI BATAM

Kamis (28/6/2018) Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali menyelenggarakan ujian Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru PKN STAN 2018. Jumlah peserta yang mendaftar dan mengikuti ujian masuk tahun ini sebanyak lebih kurang 147.702  untuk memperebutkan kuota sebanyak 7.301 kursi yang digelar serentak di beberapa kota besar di Indonesia. Dan untuk wilayah Kep. Riau tempat penyelenggaran ujian masuk tersebut dilaksanakan di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam dari tanggal 28 Juni s.d. 2 Juli 2018 sebanyak tiga gelombang per hari.

Peserta yang mengikuti ujian di Kep. Riau berasal dari Karimun, Kundur, Batam, Natuna, Bintan, Dabo Singkep & daerah di sekitar Kepri lainnya. Tak hanya peserta ujian, orang tua peserta pun turut hadir di KPU Bea dan Cukai tipe B Batam untuk mendampingi anaknya yang akan melaksanakan ujian.

Ujian masuk pada tahun ini dilaksanakan secara online, dan peserta dapat melihat hasil ujiannya secara langsung setelah selesai melaksanakan ujiannya. Sebelum masuk ke ruangan ujian panitia melakukan pemeriksaan terhadap berkas,fisik  dan perlengkapan yang akan dibawa peserta. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi terjadinya kecurangan.