BEA CUKAI BATAM SELENGGARAKAN PUBLIC HEARING PERUBAHAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NO 48/PMK.04/2012

BEA CUKAI BATAM SELENGGARAKAN PUBLIC HEARING PERUBAHAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NO 48/PMK.04/2012

Batam – Guna mewujudkan visi dan misi Direktorat Jendral Bea dan Cukai untuk Bea dan Cukai Makin Baik dan untuk meningkatkan pelayanan terkait penggunaan pemberitahuan pabean secara elektronik di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone) Batam, Bintan dan Karimun, hari Kamis (8/3) KPU Bea dan Cukai Batam menyelenggarakan acara public hearing / dengar pendapat dengan para Stakeholder di wilayah FTZ  Batam, Bintan dan Karimun.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi R. Evy Suhartantyo mengungkapkan bahwa acara public hearing ini merupakan salah satu syarat dalam merumuskan peraturan baru yaitu untuk menerima masukan atau pendapat dari Stakeholder sebagai pihak-pihak yang akan mengimplementasikan  peraturan tersebut.  Perubahan Rancangan Peraturan Menteri Keuangan No. 48/PMK.04/2012 ini juga bertujuan untuk simplifikasi dokumen dan prosedur guna harmonisasi dengan ketentuan pemberitahuan pabean lainnya.

Materi dalam acara public hearing ini adalah tentang Pokok-Pokok Perubahan dalam RPMK 48/PMK.04/2012 dan Pengembangan Sistem Pemberitahuan Pabean yang dipaparkan oleh Tim Kantor Pusat yang terdiri dari Direktorat Fasilitas Kepabeanan, Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai, Direktorat Peraturan Keberatan dan Banding.

 

   

 

Lagi, Bea Cukai selamatkan jutaan anak bangsa 1,622 ton sabu diamankan

Batam (23/02/2018)- Bea Cukai kembali menorehkan prestasi di awal tahun 2018 ini. Pasalnya setelah menggagalkan penyelundupan 1 ton lebih sabu di awal bulan februari kemarin, kini Bea Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan sabu dengan jumlah yang lebih besar. 1,622 ton sabu berhasil diamankan petugas Bea Cukai pada selasa (20/02) di perairan Anambas, Kab.Anambas Kepulauan Riau.

“Saya ingin berterima kasih kepada seluruh jajaran Bea dan Cukai yang memiliki komitmen dan kesetiaan yang tinggi untuk menjalankan tugas ini”, jelas menteri keuangan Sri Mulyani, dalam konferensi pers yang digelar di Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Batam jumat (23/02).

Menteri keuangan Sri Mulyani menghadiri konferensi pers untuk memberikan keterangan dan apresiasi terkait pencapaian yang telah dilakukan Bea dan Cukai dalam menggagalkan penyelundupan narkoba.

Kapal dengan nama MV Min Lian Yu Yun 61870 diamankan petugas patroli laut Bea Cukai dengan barang bukti 81 karung berisikan sabu. Terdapat 4 bendera di kapal tersebut yang salah satunya adalah bendera indonesia. Ketika ditangkap kapal tersebut memakai bendera Singapura di belakang dan bendera Tiongkok di depan kapal, sedang satu bendera lain adalah bendera Thailand. Dalam penangkapan ini diamankan empat orang tersangka yang merupakan nahkoda dan anak buah kapal MV Min Lian Yu Yun 61870, yang semuanya berkewarganegaraan tiongkok.

Kronologi pengamanan 1,622 ton sabu ini dimulai dari kapal patroli BC7005 milik Direktorat Jenderal Bea Cukai yang berisi tim operasi yang terdiri dari polri dan subdit patroli laut Bea Cukai pusat, serta Bea Cukai Batam mendeteksi kapal MV Min Lian Yu Yun 61870 di perairan selat philip dan kemudian mengamankannya. Petugas melakukan tindak pengamanan, karena anak buah kapal tidak kooperatif dan juga mencoba menyabotase kapal dengan merusak mesin kapal dengan tujuan agar kapal tidak bisa ditarik oleh petugas. Dalam operasi ini selain kapal BC7005, Bea Cukai juga mengerahkan kapal BC20007, BC9004 dan kapal patroli BC1305 dalam rangka membantu pengemanan, pengawalan dan turut membantu menarik kapal menuju dermaga PSO BC Batam.

Setelah kapal MV Min Lian Yu Yun 61870 berhasil ditarik ke dermaga PSO BC Batam, unit K9 Bea Cukai kembali dikerahkan dalam melakukan pemeriksaan dan penggeledahan kapal. Hingga akhirnya unit K9 Bea Cukai Batam mendapatkan respon positif terhadap karung dibagian palka depan kapal, dan setelah melakukan pemeriksaan uji tes pendahuluan terhadap satu karung menggunakan hazmade elite, didapatkan hasil pemeriksaan positif sabu.

Pengamanan 1,622 ton sabu ini juga merupakan pencapaian bagi unit K9 Bea Cukai Batam yang secara berturut2 memliliki peran penting dalam mengungkapkan penyelundupan sabu, secara dua kasus besar di awal tahun ini tidak lepas dari unit K9.

“Tahun 2017 narkoba yang disita Bea Cukai adalah 2,132 ton dari 342 kasus, dan di tahun 2018 ini belum genap 2 bulan telah dilakukan 57 penanganan kasus narkoba dan yang disita adalah 2,932 ton. Ini menggambarkan Indonesia mendapatkan gempuran narkoba yang terus meningkat”. Jelas Sri Mulyani.

Pengungkapan kasus penyelundupan narkoba ini merupakan bentuk sinergi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai dengan lembaga lainnya. Setelah melakukan sinergi dengan TNI dan BNN yang berhasil mengamankan sekitar 1,1 ton sabu, kini sinergi yang dilakukan Bea Cukai dan Polri kembali menorehkan prestasi dengan mengamankan 1,622 ton sabu yang mana pengamanan ini telah menyelamatkan jutaan anak bangsa dari jerat narkoba.

Bea Cukai Batam Bantu Ungkap Penyelundupan 1 Ton Sabu

Bea Cukai Batam Bantu Ungkap Penyelundupan 1 Ton Sabu

Batam (10/02/2018), Proses pembongkaran dan penggeledahan kapal Sunrise Glory melibatkan Bea Cukai Batam dengan memberikan dukungan peralatan berupa trace detector dan tim K9 DJBC untuk memeriksa kapal tersebut diatas dan ditemukan 1.019 bungkus @ 1 kg (total +/- 1.019 kg) kristal putih yang diduga methampetamin (sabu).

“Pada hari jumat (09/02) Tim K9 Bea Cukai Batam mendapatkan perintah dari pimpinan untuk standby di kantor Bea Cukai Batu Ampar. Sekitar pukul 5 sore tim mendapatkan perintah lanjutan untuk menuju ke Lanal Batam untuk melakukan pemeriksaan terhadap kapal Sunrise Glory yang diduga melakukan penyelundupan NPP”. Jelas anggota tim K9 Bea Cukai Batam, Tri Sinata . Sesampainya di dermaga Lanal Batam, tim K9 langsung melakukan pemeriksaan dengan menggunakan anjing pelacak. Penyisiran dimulai dari palka depan yang dilanjutkan menuju ke ruang kemudi. Di ruang kemudi K9 mendapatkan bau yang ditandai dengan perubahan sikap dari anjing pelacak. Penyisiran diteruskan menuju ke palka tengah yang menyebabkan perubahan sikap yang lebih besar lagi dan ketika menuju palka belakang tim K9 berhasil menemukan sabu seberat 1 Ton yang disembunyikan dengan cara ditumpuk dengan bahan-bahan sembako dan alas tidur.

Dalam konferensi pers yang dilakukan di Dermaga Lanal Batam Sabtu (10/02), yang dipimpin oleh Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerachman, mengapresiasi sinergi dan kerjasama yang dilakukan oleh TNI AL, Bea Cukai, dan BNN dalam mengungkap kasus peredaran narkoba di tanah air. Kapal dengan nama KM Sunrise Glory ditangkap oleh KRI Sigurot-864 di perairan Selat Philips, Rabu (07/02). KM Sunrise Glory atau yang dahulu bernama Shun De Man 66/Shun De Ching  adalah target operasi TNI Angkatan Laut dan BNN.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Kasus yang sekarang ini sudah diikuti sejak Desember tahun 2017, Angkatan Laut sudah bekerjasama dengan BNN untuk mendeteksi pergerakan kapal , yang mana kapal bergerak diselatan wilayah indonesia guna menghindari jangkauan aparat kita”, jelas Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerachman.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEBERHASILAN CONTROL DELIVERY BEA CUKAI BATAM DAN POLDA KEPRI MENGUNGKAP PENYELUNDUPAN METHAMPHETAMINE 66 KG

KEBERHASILAN CONTROL DELIVERY BEA CUKAI BATAM DAN POLDA KEPRI MENGUNGKAP PENYELUNDUPAN METHAMPHETAMINE 66 KG

Batam (29/1/2018) – Kerjasama Bea Cukai Batam dan Polda Kepri dalam memberantas penyelundupan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor (NPP) kembali membuahkan hasil. Dimulai dari kecurigaan petugas Bea dan Cukai Cargo Bandara Internasional Hang Nadim saat pemeriksaan terhadap 2 (dua) colly paket barang kiriman tujuan Jakarta dengan mesin X-Ray pada selasa (16/1) sekitar jam 10.15 WIB.

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik masing-masing colly berisi 2 ctns @ 8 pkgs “Sabun Detergen merk BOOM POWER” dimana setiap packages berisi 3 sampai 4 bungkus teh China yang didalamnya berisi serbuk kristal putih, diduga merupakan Methamphetamine / sabu dengan total jumlah sebanyak 62 bungkus dan berat total ± 66 Kg. Setelah berkoordinasi dengan Polda Kepri, dilakukan Control Delivery ke tempat alamat tujuan di Jakarta (Bandara Soetta).

Di Bandara Soetta, Bea Cukai Batam dan Polda Kepri melakukan koordinasi dengan Bea Cukai Pusat, Bea Cukai Soetta dan Polres Bandara Soetta dalam rangka RPE (Raid Plan and Execution). Setelah mendapatkan informasi bahwa barang bukti sudah ready di gudang kargo domestik Bandara Soetta dan akan diambil oleh pengurus barang, tim bergerak cepat dan melakukan penindakan sesuai SOP terhadap Sdr. N yang merupakan agen clearance dokumen yang akan mengambil barang. Setelah dilakukan interogasi terhadap Sdr, N, diperoleh informasi bahwa berdasarkan marking yang tertera pada kemasan, barang akan dikirimkan kepada Sdri. L yg beralamat di Ruko Taman Surya-Cengkareng. Tim lalu mengamankan Sdri. L dan tidak beberapa lama kemudian Sdri. L dihubungi seseorang dari Batam yaitu Sdr. N, minta untuk segera mempersiapkan barang tersebut karena akan diambil besok siang oleh pihak ekspedisi PT. DC.

Pada hari Rabu (17/1) sekitar jam 11.00 WIB kurir dari pihak ekspedisi PT. DC yaitu Sdr. M tiba dengan menggunakan mobil box untuk mengambil barang, petugas langsung mengamankan Sdr. M untuk dimintai keterangan. Ternyata barang tersebut akan dibawa ke gudang PT. DC yang beralamat di Pancoran. Di gudang PT. DC diperoleh informasi bahwa untuk pengambilan barang oleh customer harus terlebih dahulu dikonfirmasi ke pihak shipper serta telah mendapatkan Nota Delivery Order (DO) yang dikeluarkan dari kantor pusat PT. DC. Berdasarkan informasi yang didapat dari pihak PT. DC diketahui bahwa pengirim barang tersebut yaitu Sdr. F yg beralamat di Singapore dengan marking RDL 1091 yang diberitahukan sebagai sabun. Selanjutnya PT. DC menghubungi Sdr. F dan menanyakan perihal pembayaran DO dan pengambilan barang. Hasil komunikasi dengan Sdr. F dikatakan bahwa orang yang akan mengambil barang nantinya adalah Sdr. A.

Hari Jumat (19/1) sekitar jam 13.00 WIB tim mendapati ada 2 (dua) orang laki-laki yang melakukan konfirmasi kepada karyawan gudang PT. DC untuk melakukan pengambilan barang atas marking RDL 1091. Dan saat serah terima barang, tim langsung bergerak cepat melakukan penindakan sesuai SOP. Dari hasil interogasi diketahui 2 (dua) laki-laki tersebut bernama Sdr. B alias A dan Sdr. Z alias U. Rencana barang dimaksud akan diantarkan ke rumah kontrakan yang beralamat di Modern Land Tangerang dan melakukan hal itu atas suruhan Sdr. B dengan perjanjian upah Rp. 1.000.000,00- (satu juta rupiah) per kemasan bungkus teh.

Dari hasil penindakan dan Control Delivery kali ini, tim gabungan berhasil mengamankan barang bukti berupa methamphetamine dengan berat 66.043 gram, 3 buah handphone dan 2 tersangka yang dijerat pasal pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1), pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

 

 

 

JOINT INVESTIGATION  BEA CUKAI BATAM, POLDA KEPRI , AVSEC DAN POS INDONESIA  MENGUNGKAP PENYELUNDUPAN NARKOBA

JOINT INVESTIGATION BEA CUKAI BATAM, POLDA KEPRI , AVSEC DAN POS INDONESIA MENGUNGKAP PENYELUNDUPAN NARKOBA

Bea Cukai Batam amankan 5.490 gram Ampetamin dan 55 Kilogram Katinon dalam Joint Investigation

Batam,- Kepala Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Susila Brata, membuka konferensi pers penggagalan peredaran narkoba di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, rabu (10/1/2018). Bekerjasama dengan Ditresnarkoba Polda Kepri dan AVSEC, Bea Cukai bandara berhasil menggagalkan peredaran1896 gram Methamphetamine atau Sabu. Setelah dilakukan pengembangan kasus, penindakan pun dilakukan sampai bandara Soekarno-Hatta dan di bandara Juanda Surabaya.5.490 gram total Methamphetamine yang diamankan dalam Joint Investigation ini didapat dari tiga penindakan dengan jaringan yang berbeda yang berlangsung hampir bersamaan.

Penindakan pertama dilakukan pada hari minggu (7/1/2018) sekitar pukul 06.39 WIB di pintu masuk terminal keberangkatan Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Dari penindakan pertama ini didapatkan dua orang tersangka berinisial AP dan R yang membawa narkoba jenis Methamphetamine. Untuk penindakan kedua yang dilakukan didapatkan dua orang tersangka dengan inisial M dan AM, Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol K. Yani Sudarto mengatakan, “kasus yang terjadi jam 07.30 WIB  tersangka AM tidak ditemukan barang bukti namun dia memberi tahu jika temannya sudah terbang menuju Jakarta”. Dari keterangan tersebut Ditresnarkoba Polda Kepri berkoordinasi dengan Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dan tiga orang berhasil diamankan berikut barang buktinya. Penindakan ketiga terjadi sekitar pukul 12.00 WIB masih di terminal keberangkatan Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Dari penindakan yang dilakukan ditetapkan satu orang tersangka M dengan barang bukti Sabu seberat 700 gram dari koper yang dibawanya.

Peredaran Katinon diungkap Bea dan Cukai Batam

“Ini adalah hasil dari kerjasama investigasi”, tutur Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol K. Yani Sudarto. Apresiasi disampaikan kepada Bea dan Cukai Batam dan institusi lainnya yang tergabung dalam Joint investigation dalam pengungkapan kasus peredaran daun katinon atau yang lebih dikenal dengan daun Khat ini. Daun katinon masuk sebagai narkotika golongan I dalam undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sebanyak 55 Kilogram daun khat dari Ethiotipa tujuan ke Batam dengan tujuan akhir dibawa ke Malaysia, berhasil diamankan oleh petugas Bea dan Cukai. Dari hasil penindakan yang dilakukan ditangkap seorang perempuan berinisial YF yang diduga menjadi kurir dari pemilik daun katinon tersebut di Malaysia yang berinisial AS.

Modus peredaran daun katinon dengan tersangka YF dilakukan dengan menggunakan jasa Kantor Pos, yang dari Ethiopia melewati India, Thailand, Jakarta dengan tujuan akhir Batam. Dari Batam kemudian daun katinon tersebut dibawa tersangka YF dengan menggunakan kapal ferry dari Batam Centre, namun saat di area pemeriksaan Bea dan Cukai terminal keberangkatan, YF diamankan petugas Bea dan Cukai Batam. Pemberitahuan dalam pengiriman barang yang dilakukan, pemilik daun katinon mencantumkan data barang lain. “Ada analisis data dari Direktorat dan Subdit Narkotika Kantor Pusat  yang bekerjasama dengan rekan-rekan Polri dan terbukti data barang tersebut bukan seperti di pemberitahuannya”, tutur kepala kantor KPU Tipe B Batam Susila Brata.

  

  

 

 

 

 

 

 

 

 

BEA CUKAI ON AIR TERKAIT BARANG KIRIMAN

BEA CUKAI ON AIR TERKAIT BARANG KIRIMAN

Mengapa sulit mengeluarkan barang dari batam? Bolehkah mengirim barang elektronik seperti handphone keluar dari Batam? Bagaimana aturan barang kiriman seharusnya di Batam? Apakah benar banyak terdapat barang kiriman yang tertahan oleh Bea Cukai Batam? Itulah pertanyaan yang sering terlontar dari masyarakat Batam.

Setelah sebelumnya mengadakan sosialisasi kepada Perusahaan Jasa Titipan mengenai barang kiriman, Bea Cukai Batam kembali menjelaskan masalah terkait barang kiriman di Batam melalui dialog interaktif / talk show selama 1 jam dengan tema “Pengeluaran Barang Kiriman dari Kawasan Bebas Batam Ke Wilayah Indonesia Lainnya” pada program acara “BATAM MENYAPA”. On air dimulai pada Kamis Pagi pada pukul jam 08.00 WIB s.d. 09.00 WIB di studio Radio Republik Indonesia (RRI) Gedung Graha Pena lantai 4 Batam dengan Rommy Heryadi selaku Kepala Seksi Penerimaan dan Pengembaian dan Frans Imanuel Depari selaku Kepala Seksi Layanan Informasi sebagai narasumber.

Talk show pada 14 Desember 2017 ini merupakan salah satu program kegiatan kehumasan bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi KPU Bea dan Cukai Batam dalam menanggapi hot issue tentang barang kiriman yang tertahan dan menjadi trending topic saat ini. Kegiatan ini juga merupakan salah satu tujuan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang peraturan pengeluaran barang kiriman dari Kawasan Bebas Batam sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120/PMK.04/2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 47/PMK.04/2012, Peraturan Menteri Keuangan No. 182/PMK.04/2016 tentang Ketentuan Impor Barang Kiriman dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 87/M-DAG/PER/2015 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu.

Dialog Interaktif ini disambut baik oleh masyarakat. Hal ini ditandai dengan variasi pertanyaan yang muncul mulai dari “Bolehkah membawa buah dari Luar Negeri hingga bagaimana cara menghitung Pajak Impor yang harus dibayarkan ?” Walaupun tergolong singkat, Talk Show ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengetahui aturan mengenai barang impor dan perhitungan pajaknya serta mengenal peranan Bea Cukai terhadap barang yang masuk ke Indonesia. Rommy Heryadi mengatakan bahwa Bea Cukai Batam siap menampung segala bentuk pertanyaan dan masukan mengenai aturan kepabeanan di kawasan bebas batam melalui email : kpubatam.customs@gmail.com, instagram : @bcbatam, dan konsultasi langsung dengan petugas Client Coordinator di Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam.