+62 778 - 458149
DRUM BATTLE TINGKAT KEPRI, MERIAHKAN ULANG TAHUN KPUBC BATAM KE-11

DRUM BATTLE TINGKAT KEPRI, MERIAHKAN ULANG TAHUN KPUBC BATAM KE-11

Batam (16/2), bertempat di Lapangan Olahraga KPU BC Batam diselenggarakan kompetisi kemahiran ekstrakurikuler drum band tingkat SD/SMP/SMA se-Provinsi Kepulauan Riau dengan judul kegiatan Drum Battle “Customs Goes To School”. Acara diawali dengan sambutan Kepala Seksi Manifes Slamet Sukanto yang juga sebagai Ketua Panitia Drum Battle, beliau menyampaikan acara ini merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun KPU Bea Cukai Batam ke-11 dan juga kegiatan Customs Goes To School. Dilanjutkan sambutan dan pembukaan acara oleh Kepala KPU Bea Cukai Batam, Susila Brata, beliau menyampaikan kepada peserta dan penonton yg mayoritas masih duduk di bangku sekolah untuk mengetahui bahwa ada perguruan tinggi ikatan dinas yaitu Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN yang salah satu jurusannya merupakan program studi kepabeanan dan cukai. Beliau juga menampilkan salah satu alumni STAN Prodip I Kepabeanan dan Cukai sebagai motivasi dan inspirasi bagi para peserta dan penonton yang hadir. Sambutan terakhir dari Anggota DPRD Kota Batam M. Yunus, dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai Batam yang telah menyelenggarakan event drum battle sebagai wadah/ajang bagi siswa-siswi serta masyarakat umum yang memiliki kemampuan di bidang seni dan musik. Dalam kompetisi Drum Battle ini terdapat dua divisi perlombaan yaitu untuk senior dan junior, divisi junior dimenangkan oleh SDN 8 Sei Beduk dan divisi senior dimenangkan oleh SMPN 34 Batam. Acara diakhiri dengan penyerahan trofi dan foto bersama.

BEA CUKAI BATAM RESMIKAN WAJAH BARU GEDUNG KANTIN

BEA CUKAI BATAM RESMIKAN WAJAH BARU GEDUNG KANTIN

Batam 15/2, Kepala KPU Bea Cukai Batam Susila Brata bersama pejabat eselon III dan eselon IV dan para pegawai pelaksana melaksanakan peresmian renovasi gedung kantin dan rebranding mini market. Ketua Koperasi Bina Cipta Purnomo menyampaikan dalam sambutannya bahwa berjalannya suatu usaha dalam hal ini adalah koperasi dapat berkembang dan maju merupakan hasil kontribusi para pengurus dan segenap anggotanya, diharapakan adanya renovasi geung kantin dapat membuat para pegawai dan pengguna jasa dapat semakin nyamandalam menikmati makan siang untuk kemudian dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Selajutnya sambutan oleh Kepala Kantor, disampaikan apresiasi kepada para pengurus koperasi yang telah berhasil merenovasi gedung kantin menjadi semakin nyaman. Setelah sambutan dilanjutkan dengan tanda tangan plakat oleh Kepala Kantor sebagai tanda diresmikannya gedung kantin yang baru.

Pemotongan Tumpeng Dalam Rangka Memperingati HUT KPU BC BATAM

Pemotongan Tumpeng Dalam Rangka Memperingati HUT KPU BC BATAM

Batam 15/2, bertempat di ruang pelayanan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, diadakan pemotongan tumpeng oleh Kepala Kantor Susila Brata dalam rangka memperingati hari ulang tahun KPU BC Batam yang ke 11. Pemotongan tumpeng dilaksanakan bersama para pengguna jasa sebagai wujud rasa kebersamaan antara Bea Cukai dan para pengguna jasa, potongan tumpeng yang pertama diberikan langsung oleh Kepala Kantor kepada salah satu pengguna jasa dan selanjutnya dibagikan ke semua pengguna jasa. Pada kesempatan ini disampaikan juga Bea Cukai Batam terus berinovasi untuk memberikan pelayanan dan pengawasan yang efektif dan efisien guna meningkatkan perekonomian di Batam yang berhubungan langsung dengan kepabeanan dan cukai.

SIARAN PERS BERSAMA PENYELENGGARA JASA TITIPAN

SIARAN PERS BERSAMA PENYELENGGARA JASA TITIPAN

 

Batam (12/02/2019) ­­­– Hari ini Bea Cukai Batam bersama penyelenggara jasa titipan telah melakukan konferensi pers terkait Implementasi CEISA Barang kiriman di KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam yang dimulai pukul 14.00 WIB. Konferensi pers ini dilaksanakan atas dasar polemik yang berkembang di masyarakat terkait masalah barang kiriman, dimana barang kiriman asal Batam mengalami perlambatan dalam waktu pengiriman.

Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam menjelaskan bahwa untuk meningkatkan fungsi Bea Cukai dalam hal Trade Fsilitator dan Community Protector maka membuat aplikasi CEISA Barang Kiriman Batam sebagai wujud pelayanan dan pengawasan barang kiriman asal Batam yang lebih efektif dan efisien. Selanjutnya dijelaskan bahwa Bea Cukai Batam telah melaksanakan Sosialisasi terkait CEISA Barang Kiriman Batam yang dimulai pada bulan Novmber 2018, uji coba pada bulan Desember 2018-Januari 2019, lalu pada tanggal 14 Januari 2019 telah dilaksanakan piloting kepada beberapa Perusahaan Jasa Titipan (PJT) dan mandatory sistem CEISA Barang Kiriman Batam dilaksanakan mulai 1 Februari 2019, dalam pelaksanaannya masih perlu banyak penyesuaian, seperti integrasi antara aplikasi milik Perusahaan Jasa Titipan (PJT) dengan aplikasi CEISA Barang Kiriman. Tindaklanjut atas hal tersebut Bea Cukai Batam bersama para PJT akan bersama-sama dalam mensukseskan implementasi dari aplikasi CEISA Barang Kiriman guna memperlancar proses pelayanan, meningkatkan efektifitas pengawasan, meningkatkan kepatuhan pengguna jasa, mencegah adanya pengiriman barang-barang yang dilarang, dan memberikan kemudahan tracking status barang secara real time kepada pengirim maupun penerima.

KERJASAMA BEA CUKAI DAN DITJEN PERHUBUNGAN LAUT PERKETAT PENEGAKAN HUKUM DI LAUT

KERJASAMA BEA CUKAI DAN DITJEN PERHUBUNGAN LAUT PERKETAT PENEGAKAN HUKUM DI LAUT

Batam (15/01/2019) – Bea Cukai dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) menandatangani nota kesepahaman dalam rangka pengawasan lalu lintas barang, sarana pengangkut laut, dan pertukaran data terkait surat persetujuan berlayar, serta surat tanda kebangsaan kapal indonesia. Sinergi ini dilakukan untuk semakin meningkatkan maritime awareness mengintegrasikan pola serta sistem pengawasan yang dilakukan Kementerian/Lembaga yang memiliki kewenangan hukum di laut.
Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi menyatakan bahwa tantangan tugas yang dihadapi para penegak hukum di laut, membuat sinergi menjadi hal yang tidak bisa ditunda lagi. “Dalam melakukan pengawasan di laut, aparat penegak hukum dihadapkan dengan modus-modus yang terus berkembang, oleh karena itu sinergi antara Bea Cukai dan Ditjen Hubla merupakan salah satu upaya nyata untuk meningkatkan efektivitas pengawasan,” ungkap Heru pada acara peluncuran Program Nasional Penertiban Kawasan Bebas Batam dan Pesisir Timur Sumatera.


Hal tersebut juga dilatarbelakangi oleh fakta di mana Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki 17.499 pulau dari Sabang hingga Merauke dengan luas total wilayah mencapai 7,81 juta km² yang terdiri dari 3.25 juta km² lautan dan 2.55 juta km² Zona Ekonomi Eksklusif. Selain itu, Indonesia memiliki garis pantai terpanjang nomor 2 di dunia dengan panjang 99.093 km, juga berbatasan dengan 11 negara tetangga.
Heru menambahkan bahwa lingkup nota kesepahaman ini mencakup pertukaran data dan informasi, sosialisasi terkait peraturan, kebijakan, dan kewenangan masing-masing instansi dan kerja sama lainnya di bidang pengawasan laut. “Elemen data yang dipertukarkan meliputi data elektronik dan data non elektronik terkait pengawasan lalu lintas barang dan sarana pengangkut laut,” ujar Heru.
Selain kerja sama dengan Ditjen Hubla, Kementerian Keuangan dan Bea Cukai juga telah menjalin sinergi berupa penandatanganan nota kesepahaman dengan beberapa Kementerian/Lembaga dan aparat penegak hukum di bidang pengawasan, di antaranya MoU Pemanfaatan Jaringan Interpol I-24/7 Guna Pengawasan Lalu Lintas Barang Dalam Rangka Penanggulangan Kejahatan Transnasional, dan MoU Kerja Sama Dalam Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Kementerian Keuangan dengan Tentara Nasional Indonesia.
Sejalan dengan hal tersebut, Bea Cukai juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai Kementerian/Lembaga di antaranya kerja sama Bea Cukai dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, Kerja sama dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir dalam Pelaksanaan Pengawasan Lalu Lintas Bahan dan Barang Dalam Lingkup Ketenaganukliran di Kawasan Pabean Indonesia, dan kerja sama dengan Direktorat Jenderal Imigrasi dalam hal Pertukaran Data Penumpang dalam Sistem Passenger Analyzing Unit dengan Data Keimigrasian dalam Sistem Imformasi Manajemen Keimigrasian dan Penanganan Dugaan Pelanggaran Hukum di Perbatasan.

Heru berharap dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan Ditjen Hubla akan dapat semakin meningkatkan efektivitas pengawasan serta mendukung eksistensi kedaulatan negara Indonesia. “Diharapkan dengan kerja sama ini akan mendukung eksistensi kedaulatan negara Indonesia dalam berbagai aspek, yaitu aspek Maritime Security dan aspek Maritime Prosperity untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia,” pungkas Heru.

Bea Cukai Batam Publikasikan Capaian Kinerja Tahun 2018

Bea Cukai Batam Publikasikan Capaian Kinerja Tahun 2018

Batam (1/3) Bea Cukai Batam mengadakan Coffee Morning terkait Publikasi Capaian Kinerja Bea Cukai Batam. Dalam kegiatan ini Bea Cukai Batam menyampaikan Capaian Kinerja Bea Cukai Batam pada tahun 2018 yang meliputi Capaian Penerimaan, Pengawasan dan Inovasi Pelayanan Kantor Bea Cukai Batam. Penerimaan Negara yang berhasil dikumpulkan KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam per 31 Desember 2018 berjumlah Rp 168,26 Milyar yang berasal dari sektor Bea Masuk, Bea Keluar, Cukai, dan PDRI (Pajak Dalam Rangka Impor). Nilai ini melebihi target yang telah ditetapkan APBN dengan nilai Rp 142,07 Milyar dengan persentase 118,43% dari target sebesar 142,07 milyar.

“Berdasarkan hasil penindakan yang dilakukan pada Tahun Anggaran 2018,  KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam telah berhasil melakukan penindakan dengan total 578 kasus” kata Susila Brata Selaku Kepala Kantor Bea Cukai Batam. Rincian kasus yang telah diselesaikan antara lain Barang Kena Cukai 163 Kasus, Ballpress 93 kasus, NPP 77 kasus, HP dan gadget 39 kasus, elektronik bekas 33 kasus, kelontong 28 kasus, barang bekas lain 23 kasus, Accs dan sparepart 22 kasus, serta barang-barang seperti makanan dan minuman, sarana pengangkut, garmen, furniture, uang tunai, kosmetik, barang pornografi, besi baja, dan sembako dengan jumlah 100 kasus.

KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam juga membuat inovasi-inovasi baru dalam rangka meningkatkan pelayanan. Inovasi yang telah diciptakan antara lain Aplikasi Online ION Beta, Aplikasi Online CEISA Manifes, Aplikasi Online PPFTZ-03, Aplikasi Barang Kiriman (Piloting), dan Aplikasi PPFTZ-01 Ekspor (Piloting). Aplikasi-aplikasi tersebut diciptakan dalam rangka membuat perijinan menjadi lebih mudah, lebih cepat, lebih efisien, dan lebih transparan. Dengan aplikasi tersebut pelayanan perijinan dapat diakses dimana saja, tidak ada waktu tunggu di pendok, menghemat waktu dan biaya, status permohonan perizinan real time, dan perusahaan mendapatkan notifikasi status melalui email dan telegram.

Setelah otomasi  dilakukan, waktu rata-rata yang dibutukan dalam melakukan pengurusan dokumen juga menjadi lebih cepat. Contohnya waktu rata-rata yang dibutukan untuk melakukan perizinan ION BETA, setelah otomasi hanya membutuhkan waktu 4 jam (rata-rata). Tentunya hal ini sangat memudahkan pengguna jasa mengingat sebelum otomasi dilakukan dapat menghabiskan waktu hingga 48 jam (2 hari).

“Saya harap di tahun 2019 ini kami dapat memberikan kontribusi lebih lagi kepada Negara ini, serta bisa lebih meningkatkan pelayanan dan pengawasan di daerah Batam” kata Susila Brata.