DIALOG INTERAKTIF BEA CUKAI BATAM BERSAMA MAHASISWA IBNU SINA

DIALOG INTERAKTIF BEA CUKAI BATAM BERSAMA MAHASISWA IBNU SINA

Batam (10/4) Dengan semakin tingginya rasa ingin tahu masyarakat akan informasi tentang Kepabeanan dan Cukai serta guna meningkatkan pemahaman dan membangun kepercayaan masyarakat tentang peran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Cukai, pada hari Selasa malam KPU Bea dan Cukai Batam mengadakan acara Dialog Interaktif  “Customs goes to Campus” yang diadakan di aula kampus Ibnu Sina Batam dengan mengambil  tema “Mengenal Bea dan Cukai Lebih dekat.”

Dialog interaktif ini disambut dengan antusias karena dihadiri lebih dari 200 peserta yang sebagian mahasiswa merupakan pegawai / karyawan yang bekerja di perusahaan-perusahaan yang melakukan kegiatan impor dan ekspor. Tema ini dipilih dengan maksud agar mahasiswa sebagai salah satu generasi penerus bangsa dapat lebih mengenal tugas Bea dan Cukai.

Materi disampaikan secara menarik dan interaktif yaitu dengan cara mengajukan dialog langsung oleh para peserta yang mengajukan pertanyaan. “Apakah tugas Bea dan Cukai ? Berapa banyak kapal yang dimiliki Bea dan Cukai ? Kapan ada penerimaan Bea dan Cukai ? Bagaimana pengawasan Bea dan Cukai dalam memberantas penyelundup narkoba ? “ itulah sebagian pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan mahasiswa ke R. Evy Suhartantyo selaku narasumber dalam acara ini.

BEA CUKAI BATAM LUNCURKAN ION BETA

BEA CUKAI BATAM LUNCURKAN ION BETA

Batam (29/3) Untuk meningkatkan pelayanan dan mempercepat waktu pengurusan perizinan, KPU Bea dan Cukai Batam melakukan inovasi dengan meluncurkan layanan izin online dengan nama ION Beta yang merupakan singkatan dari Izin Online Bea Cukai Batam. Keunggulan dari sistem aplikasi ION Beta bagi penguna jasa sangat mudah digunakan karena dapat diakses dimana saja, cepat, efisien, transparan (real time) dan mendukung gerakan Go Green.

Pada acara sosialisasi peluncuran layanan izin online yang dibuka oleh Plh. Kepala Kantor Niko Budhi Darma, mengungkapkan bahwa dengan adanya ION Beta diharapkan dapat mempercepat waktu janji layanan. Jumlah layanan perizinan online yang diluncurkan ada 14 (empat belas) jenis dan akan dilaksanakan secara bertahap. Implementasi izin online tahap pertama yang mulai berlaku 1 April 2018 adalah untuk perizinan pembongkaran dan pemuatan di luar kawasan pabean. Tahap kedua dan ketiga sebanyak 10 (sepuluh) jenis dan 2 (dua) jenis layanan yang akan diimplementasikan pada tanggal 1 Mei 2018 dan 18 Juni 2018.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BC Batam “Menyapa” di RRI Batam

BC Batam “Menyapa” di RRI Batam

Batam (19/3) –  Untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang peran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang Kepabeanan dan Cukai. Bea Cukai Batam kembali on air di RRI Batam dengan narasumber Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi R. Evy Suhartantyo dan Kepala Seksi Layanan Informasi Frans Imanuel Depari. Topik  yang dibahas dalam talk show kali ini adalah tentang dasar hukum, peran, tugas dan fungsi DJBC dalam rangka melakukan pengawasan pemasukan dan pengeluaran barang-barang ke dan dari Kawasan Bebas Batam, barang-barang yang termasuk dalam kategori larangan dan pembatasan (lartas) serta jumlah penindakan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor (NPP) selama tahun 2017 dan 2018.

 Dalam talk show ini dibahas bahwa upaya pencegahan keluar masuknya barang larangan dan/atau pembatasan didasari oleh Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 39 Tahun 2007, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2012 tentang Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan dan Cukai serta Tata Laksana Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari Kawasan yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas dan Pembebasan Cukai, serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 47/PMK.04/2010, Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-53/BC/2010 tentang Tata Laksana Pengawasan.

Untuk pengawasan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor (NPP), Bea dan Cukai Batam telah melakukan kerjasama dengan para penegak hukum dan instansi terkait seperti Badan Narkotika Nasional (BNN), Tentara Nasional Indonesia dan POLRI. Penindakan NPP oleh Bea dan Cukai Batam  pada tahun 2017 adalah sebanyak 39 kali  dan sampai dengan 16 Maret 2018 adalah sebanyak 18 kali. R. Evy Suhartantyo menambahkan bahwa setiap penggagalan penyelundupan narkoba  yang dilakukan merupakan suatu tindakan untuk menyelamatkan generasi muda dari pengaruh narkoba yang dapat merusak masa depan.

Dialog Interaktif ini mendapat antusias dari masyarakat dengan adanya berbagai pertanyaan yang diajukan antara lain terkait barang kiriman. Salah satu penelepon juga mengapresiasi atas kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam mencegah pemasukan NPP ke Indonesia. Di akhirtalk show ini, R. Evy Suhartantyo menghimbau kepada masyarakat apabila mengetahui informasi terkait penyelundupan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor (NPP) atau barang-barang larangan dan/atau pembatasan untuk dapat segera menginformasikan kepada Bea Cukai Batam atau instansi yang berwenang.

Kunjungan Menteri Koordinasi Kemaritiman ke Batam

Kunjungan Menteri Koordinasi Kemaritiman ke Batam

  

Batam  –  Kedatangan Menteri Koordinator Kemaritiman, Jend. Purn. Luhut Binsar Panjaitan ke Batam, Kepulauan Riau pada hari Kamis (15/3) adalah dalam rangka mendorong kegiatan ekonomi  dan investasi baru di Batam. Dalam kunjungannya Menko Kemaritiman didampingi Tenaga Ahli Menko Maritim Bidang Pertahanan dan Keamanan Laut, Gubernur Kepulauan Riau,  Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Kepala KPU Batam dan instansi terkait. Dengan menggunakan Kapal Patroli BC 60001 milik PSO Tanjung Balai Karimun, Menko Perekonomian beserta rombongan mengelilingi perairan Batam dan ke Pulau Nipah.

Sepanjang perjalanan beliau membahas tentang kondisi kemaritiman Indonesia khususnya perairan Selat Singapura mengingat fungsinya sebagai jalur lintasan perairan dalam ke pelabuhan-pelabuhan di Singapura dan Selat Malaka  yang merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia. Beliau juga menekankan tentang pengembangan kualitas sektor kemaritiman Indonesia untuk menarik investor-investor dari luar maupun dalam negeri, karena perairan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar apabila dimanfaatkan dengan baik. Dan diperlukan sinergi dan koordinasi yang baik dengan semua pihak yang mempunyai kewenangan penegakan hukum di laut antara lain TNI, POLRI, BAKAMLA, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan serta kementerian/lembaga lain guna menjaga dan mengamankan  kedaulatan wilayah teritorial Indonesia.

Beliau juga berpesan kepada Bea dan  Cukai untuk selalu bersemangat dalam melaksanakan tugas dan selalu melakukan yang terbaik untuk membasmi penyelundupan.

BEA CUKAI BATAM SELENGGARAKAN PUBLIC HEARING PERUBAHAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NO 48/PMK.04/2012

BEA CUKAI BATAM SELENGGARAKAN PUBLIC HEARING PERUBAHAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NO 48/PMK.04/2012

Batam – Guna mewujudkan visi dan misi Direktorat Jendral Bea dan Cukai untuk Bea dan Cukai Makin Baik dan untuk meningkatkan pelayanan terkait penggunaan pemberitahuan pabean secara elektronik di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone) Batam, Bintan dan Karimun, hari Kamis (8/3) KPU Bea dan Cukai Batam menyelenggarakan acara public hearing / dengar pendapat dengan para Stakeholder di wilayah FTZ  Batam, Bintan dan Karimun.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi R. Evy Suhartantyo mengungkapkan bahwa acara public hearing ini merupakan salah satu syarat dalam merumuskan peraturan baru yaitu untuk menerima masukan atau pendapat dari Stakeholder sebagai pihak-pihak yang akan mengimplementasikan  peraturan tersebut.  Perubahan Rancangan Peraturan Menteri Keuangan No. 48/PMK.04/2012 ini juga bertujuan untuk simplifikasi dokumen dan prosedur guna harmonisasi dengan ketentuan pemberitahuan pabean lainnya.

Materi dalam acara public hearing ini adalah tentang Pokok-Pokok Perubahan dalam RPMK 48/PMK.04/2012 dan Pengembangan Sistem Pemberitahuan Pabean yang dipaparkan oleh Tim Kantor Pusat yang terdiri dari Direktorat Fasilitas Kepabeanan, Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai, Direktorat Peraturan Keberatan dan Banding.

 

   

 

Lagi, Bea Cukai selamatkan jutaan anak bangsa 1,622 ton sabu diamankan

Batam (23/02/2018)- Bea Cukai kembali menorehkan prestasi di awal tahun 2018 ini. Pasalnya setelah menggagalkan penyelundupan 1 ton lebih sabu di awal bulan februari kemarin, kini Bea Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan sabu dengan jumlah yang lebih besar. 1,622 ton sabu berhasil diamankan petugas Bea Cukai pada selasa (20/02) di perairan Anambas, Kab.Anambas Kepulauan Riau.

“Saya ingin berterima kasih kepada seluruh jajaran Bea dan Cukai yang memiliki komitmen dan kesetiaan yang tinggi untuk menjalankan tugas ini”, jelas menteri keuangan Sri Mulyani, dalam konferensi pers yang digelar di Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Batam jumat (23/02).

Menteri keuangan Sri Mulyani menghadiri konferensi pers untuk memberikan keterangan dan apresiasi terkait pencapaian yang telah dilakukan Bea dan Cukai dalam menggagalkan penyelundupan narkoba.

Kapal dengan nama MV Min Lian Yu Yun 61870 diamankan petugas patroli laut Bea Cukai dengan barang bukti 81 karung berisikan sabu. Terdapat 4 bendera di kapal tersebut yang salah satunya adalah bendera indonesia. Ketika ditangkap kapal tersebut memakai bendera Singapura di belakang dan bendera Tiongkok di depan kapal, sedang satu bendera lain adalah bendera Thailand. Dalam penangkapan ini diamankan empat orang tersangka yang merupakan nahkoda dan anak buah kapal MV Min Lian Yu Yun 61870, yang semuanya berkewarganegaraan tiongkok.

Kronologi pengamanan 1,622 ton sabu ini dimulai dari kapal patroli BC7005 milik Direktorat Jenderal Bea Cukai yang berisi tim operasi yang terdiri dari polri dan subdit patroli laut Bea Cukai pusat, serta Bea Cukai Batam mendeteksi kapal MV Min Lian Yu Yun 61870 di perairan selat philip dan kemudian mengamankannya. Petugas melakukan tindak pengamanan, karena anak buah kapal tidak kooperatif dan juga mencoba menyabotase kapal dengan merusak mesin kapal dengan tujuan agar kapal tidak bisa ditarik oleh petugas. Dalam operasi ini selain kapal BC7005, Bea Cukai juga mengerahkan kapal BC20007, BC9004 dan kapal patroli BC1305 dalam rangka membantu pengemanan, pengawalan dan turut membantu menarik kapal menuju dermaga PSO BC Batam.

Setelah kapal MV Min Lian Yu Yun 61870 berhasil ditarik ke dermaga PSO BC Batam, unit K9 Bea Cukai kembali dikerahkan dalam melakukan pemeriksaan dan penggeledahan kapal. Hingga akhirnya unit K9 Bea Cukai Batam mendapatkan respon positif terhadap karung dibagian palka depan kapal, dan setelah melakukan pemeriksaan uji tes pendahuluan terhadap satu karung menggunakan hazmade elite, didapatkan hasil pemeriksaan positif sabu.

Pengamanan 1,622 ton sabu ini juga merupakan pencapaian bagi unit K9 Bea Cukai Batam yang secara berturut2 memliliki peran penting dalam mengungkapkan penyelundupan sabu, secara dua kasus besar di awal tahun ini tidak lepas dari unit K9.

“Tahun 2017 narkoba yang disita Bea Cukai adalah 2,132 ton dari 342 kasus, dan di tahun 2018 ini belum genap 2 bulan telah dilakukan 57 penanganan kasus narkoba dan yang disita adalah 2,932 ton. Ini menggambarkan Indonesia mendapatkan gempuran narkoba yang terus meningkat”. Jelas Sri Mulyani.

Pengungkapan kasus penyelundupan narkoba ini merupakan bentuk sinergi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai dengan lembaga lainnya. Setelah melakukan sinergi dengan TNI dan BNN yang berhasil mengamankan sekitar 1,1 ton sabu, kini sinergi yang dilakukan Bea Cukai dan Polri kembali menorehkan prestasi dengan mengamankan 1,622 ton sabu yang mana pengamanan ini telah menyelamatkan jutaan anak bangsa dari jerat narkoba.