Pers Release Hasil Penindakan di sektor Kepabeanan dan Cukai Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai  Tipe B Batam

Pers Release Hasil Penindakan di sektor Kepabeanan dan Cukai Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam

Pada hari kamis tanggal 5 Oktober 2017, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam mengadakan pers release tentang hasil penindakan di sektor Kepabeanan dan Cukai dalam kurun waktu 9(sembilan) bulan pada tahiun 2017. Pers release ini bertujuan untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang salah satu fungsi pokok Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai community protector yang berperan untuk melindungi pengusaha-pengusaha dari persaingan tidak sehat dalam menjalankan bisnisnya.

Tamu undangan dihadiri oleh para wartawan sebanyak 64 (enam puluh empat) undangan terdiri dari wartawan tv, wartawan koran dan wartawan online.

Pers release dimulai pada pukul 16.00 WIB dan dibuka oleh Bapak R Evy Suhartantyo selaku Kepala BIdang Kepatuhan dan Layanan Informasi Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam. Dalam sambutannya Bapak R Evy Suhartantyo menyampaikan bahwa Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam dalam kurun waktu 9 (sembilan) bulan di tahun  2017 berhasil melakukan penindakan sebanyak 496 penindakan di sektor Kepabeanan dan 77 penindakan di sektor Cukai. Untuk penindakan atas komoditi yang menonjol dalam kurun waktu 2 (dua) bulan terakhir di sektor kepabeanan, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam berhasil menindak barang elektronik seperti handphone dengan berbagai merk sebanyak 1.737 unit dengan nilai Rp 3,4 M dengan status barang saat ini adalah Barang Dikuasai Negara, Ballpress (pakaian bekas) sebanyak 776 koli dengan status Barang Dikuasai Negara. Barang tersebut merupakan tegahan dari penumpang-penumpang yang dibawa melalui pelabuhan-pelabuhan internasional.

Selanjutnya di sektor cukai, Bapak Akhiyat Mujayin selaku Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam menjelaskan bahwa penindakan yang dilakukan atas Barang Kena Cukai berupa Hasil Tembakau sebanyak 8.887.388 batang rokok ilegal senilai Rp 4,4 M dengan status Barang Dikuasai Negara dan penyidikan, selanjutnya juga penindakan atas Minuman Mengandung Etil Alkohol ilegal sebanyak 6.362 kaleng senilai Rp 95 juta dan 490 botol senilai Rp 250 juta. Selanjutnya barang-barang tegahan tersebut ditetapkan sebagai Barang Dikuasai Negara dan disimpan di Tempat Penimbunan Pabean Tanjung Uncang.

Hasil penindakan yang diberitakan ini merupakan salah satu bentuk perlindungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kepada masyarakat. Sebagai bentuk pengaplikasian fungsi pokok Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai community protector, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam secara rutin melaksanakan patroli laut dan operasi cukai untuk menekan peredaran barang ilegal di Pulau Batam. Kegiatan tersebut selain berguna untuk memberikan efek jera bagi pengusaha nakal juga dapat digunakan sebagai bahan edukasi bagi masyarakat tentang peraturan-peraturan terkait barang-barang yang legal maupun ilegal.

 

 

 

KPU BC TIPE B BATAM SOSIALISASIKAN PERATURAN DI BIDANG CUKAI TENTANG KEWAJIBAN MEMILIKI IZIN NPPBKC

KPU BC TIPE B BATAM SOSIALISASIKAN PERATURAN DI BIDANG CUKAI TENTANG KEWAJIBAN MEMILIKI IZIN NPPBKC

Pada hari Selasa tanggal 19 September 2017 bertempat di Cendana Ball Room Hotel Novotel Batam, KPU BC Tipe B Batam mengadakan sosialisasi peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 201/PMK.04/2008. Sosialisasi ini bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada para Pengusaha Barang Kena Cukai (BKC) khususnya Pengusaha Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) tentang kewajiban memiliki izin dalam menjalankan kegiatan usaha sebagai Pengusaha BKC sebagaimana diatur pada Undang-Undang Cukai Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995.

Tamu undangan dihadiri oleh para Pengusaha BKC (Importir, Pengusaha pabrik, Penyalur dan Pengusaha Tempat Penjualan Eceran) MMEA sebanyak 105 undangan terdiri dari pengusaha Hotel, Toko, KTV, Pub, Café dan Resto di wilayah pulau Batam.

Acara sosialisasi dimulai pada jam 14.00 WIB dan dibuka dengan kata sambutan oleh Bpk. Susila Brata selaku Kepala Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam. Dalam sambutannya Kepala Kantor menyampaikan bahwa tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk pembatasan dalam rangka perlindungan masyarakat terhadap dampak kesehatan, ketertiban dan keamanan umum, serta melakukan pengawasan dan penerapan sanksi untuk menjamin dipatuhinya ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007.  Dan dengan adanya sosialisasi ini diharapkan praktek-praktek perdagangan MMEA yang tidak memenuhi ketentuan dapat diminialisir. Kepada para Pengusaha TPE MMEA yang saat ini belum memiliki izin agar segera mengajukan permohonan untuk menghindari sanksi administrasi berupa denda.

Selanjutnya penyampaian materi sosialisasi peraturan di bidang Cukai kepada Penyalur dan Pengusaha TPE Barang Kena Cukai oleh Rudi Aditya selaku Kepala Seksi Fasilitas Pabean dan Cukai II. Materi yang diberikan tentang kewajiban dan persyaratan untuk setiap orang yang menjalankan usaha sebagai pengusaha Barang Kena Cukai sebagaimana diatur pada Undang-Undang dan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 201/PMK.04/2008.

Setelah itu dilanjutkan pemaparan tentang pengawasan dan penindakan peredaran BKC oleh Hendy Dwi Cahyono selaku Kepala Seksi Penyidikan. Dalam pemaparannya, dijelaskan tentang sanksi-sanksi dibidang Cukai berupa sanksi administrasi dan sanksi pidana. Untuk setiap orang yang menjalankan kegiatan usaha BKC  tanpa izin NPPBKC  dikenakan sanksi administrasi berupa denda paling sedikit Rp.20.000.000 (dua puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah).

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan  dilanjutkan dengan foto bersama.

Penindakan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor (NPP) ke 21 KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam

Penindakan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor (NPP) ke 21 KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam

Pada hari Jumat tanggal 15 September 2017 pada pukul 13.30 WIB, Customs Narcotics Team Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Batam berhasil menegah barang yang diduga methamphetamine (shabu-shabu) seberat 535 gram di Terminal Internasional Ferry Batam Centre. Barang tersebut dibawa oleh satu orang laki laki bernama Robi Antoni, warga negara Indonesia pemegang paspor B7534579/ exp 13 July 2022, eks penumpang kapal MV Indomas I yang datang dari pelabuhan Stulang Laut, Malaysia. Penindakan NPP ini merupakan penindakan NPP ke 21 Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam di tahun 2017. Modus penyelundupan barang berupa 535 gram methamphetamine (shabu-shabu) dengan cara disembunyikan di balik celana bagian paha kanan sebanyak 1 bungkus, celana bagian depan sebanyak 1 bungkus, dan dililitkan di pinggang dengan ditutup dengan celana dalam sebanyak 4 bungkus (body stripping).

Penumpang tersebut ditangkap karena dicurigai dari gerak geriknya dan setelah dilakukan analisa paspor hingga setelah wawancara dan pemeriksaan badan (body check). Dari hasil pemeriksaan badan, petugas menemukan sesuatu benda asing yang disembunyikan  dengan cara dililitkan pada paha dan pinggang (body stripping). Setelah berhasil dikeluarkan terhadap barang bukti diuji dengan narcotest dan hasilnya positif  methamphetamine. Tersangka dijerat dengan dugaan melakukan tindak pidana kepabeanan di bidang impor dalam pasal 102 huruf e Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dan tindak pidana dalam pasal 113 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

PISAH SAMBUT KEPALA KANTOR KPU BEA DAN CUKAI BATAM

PISAH SAMBUT KEPALA KANTOR KPU BEA DAN CUKAI BATAM

Hari Selasa tanggal 29 Agustus 2017 sekitar pukul 07.15 WIB bertempat di lapangan volley Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam telah diadakan acara pisah sambut Kepala Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam dari pejabat lama  Bpk. Nugroho Wahyu Widodo kepada pejabat yang baru  Bpk. Susila Brata. Acara pisah sambut dihadiri segenap keluarga besar KPU Bea dan Cukai Batam dan Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Batam.

Sebelum acara dimulai Kepala Kantor,  para pejabat es. III, pejabat es. IV serta para pegawai melakukan olahraga dan lari bersama. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin 2 minggu sekali guna membentuk mental, fisik,  disiplin dan integritas para pegawai KPU Bea dan Cukai Batam  yang dikenal dengan istilah MFD. Dalam kata sambutannya, Bpk. Nugroho Wahyu Widodo mengatakan bahwa hari ini merupakan tugas terakhirnya di kota Batam dan  menjelaskan bahwa rotasi merupakan hal yang biasa terjadi di setiap instansi, karena bertujuan untuk peningkatan kinerja dan untuk melanjutkan tugas yang lebih berat lagi. Beliau mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan dukungan para pejabat dan para pegawai selama ini dan berpesan agar bekerja dengan sebaik-baiknya, semangat, selalu menjaga kekompakan dalam bertugas serta menjauhkan perilaku korupsi.

Beliau juga berharap Kepala Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam yang baru dapat melalui tantangan dan menegakkan hukum Kepabeanan di pulau Batam, sehingga menjadikan Bea dan Cukai yang semakin baik. Di akhir kata sambutannya Bpk. Nugroho Wahyu Widodo meneriakkan kata-kata yang dibalas oleh para pejabat dan para pegawai  “Bea Cukai… semakin baik… Bea Cukai… semakin baik”. Acara dilanjutkan dengan penyerahan topi kehormatan dari Bpk. Nugroho Wahyu Widodo kepada Bpk. Susila Brata, dan diakhiri dengan bersalam-salaman dan foto bersama seluruh pejabat dan pegawai KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam. (Ric/BKLI)

 

 

 

 

 

PENINDAKAN NPP KE-19 DAN KE-20 KPU BEA DAN CUKAI TIPE B BATAM

PENINDAKAN NPP KE-19 DAN KE-20 KPU BEA DAN CUKAI TIPE B BATAM

Pada hari Sabtu tanggal 26 Agustus 2017 dan hari  Minggu tanggal 27 Agustus 2017 Customs Narcotic Team (CNT) Kantor Pelayanan Utama  Bea dan Cukai Tipe B Batam telah menggagalkan penyelundupan NPP jenis Methamphetamine (shabu-shabu) di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center. Penegahan Methamphetamine tersebut merupakan penindakan NPP ke-19 dan ke-20 KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam.

Penegahan tanggal 26 Agustus 2017 sekitar pukul 12.00 WIB, tehadap seorang penumpang berjenis kelamin  laki-laki bernama Syahrul bin Sakeh (36 tahun) Warga Negara Indonesia pemegang paspor No. A 7797488 yang datang menggunakan kapal MV. Marina Syahputra 1 dari pelabuhan Pasir Gudang, Malaysia. Dari hasil pemeriksaan badan (body check) ditemukan barang bukti berupa Methamphetamine dengan berat total 182 gr yang dikemas dalam 4 (empat) buah paket.

Penegahan tanggal 27 Agustus 2017 sekitar pukul 10.40 WIB, juga tehadap seorang penumpang berjenis kelamin laki-laki bernama Donny Matano (36 tahun) Warga Negara Indonesia pemegang paspor No. A 6333758 yang datang menggunakan kapal MV. Citra Indah 89 dari pelabuhan Stulang Laut, Malaysia dengan barang bukti berupa Methamphetamine dengan berat total 117 gr yang dikemas dalam 2 (dua) buah paket.

Berdasarkan keterangan dari Bpk. R. Evy Suhartantyo  selaku  Kepala  Bidang  Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI), modus yang dilakukan oleh kedua penumpang yaitu Syahrul bin Sakeh dan Donny Matano dengan cara disembunyikan dalam dubur (uterus).

Kedua tersangka ditangkap karena petugas Bea dan Cukai mencurigai gerak-geriknya setelah turun dari kapal. Setelah itu petugas melakukan wawancara, analisa paspor serta pemeriksaan badan (body check). Dari hasil pemeriksaan badan petugas menemukan sesuatu benda asing yang disembunyikan dalam dubur. Setelah berhasil dikeluarkan terhadap barang bukti diuji dengan narcotest dan hasilnya positif methamphetamine.

Kedua tersangka melanggar pasal 102 huruf e dan 103 huruf c Undang-Undang nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang nomor 10 tahun 1996 tentang Kepabeanan jo. Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (Ric/BKLI)

HUT RI KE-72 : HASIL KARYA VIDEO TENTANG ”KEBHINEKAAN” OLEH KPU BEA DAN CUKAI TIPE B BATAM

HUT RI KE-72 : HASIL KARYA VIDEO TENTANG ”KEBHINEKAAN” OLEH KPU BEA DAN CUKAI TIPE B BATAM

Memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tahun, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam mempersembahkan hasil karya video dengan tema “Kebhinekaan”. Dalam video berdurasi 7 menit 55 detik tersebut Kepala Kantor Bpk. Noegroho Wahyu Widodo, para  pejabat eselon III dan pejabat eselon IV serta pegawai di lingkungan KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam menyanyikan lagu-lagu daerah lengkap dengan atribut adat asal daerah masing-masing.

Makna Kemerdekaan HUT RI ke-72 bagi KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam  adalah merefleksikan pada nilai-nilai positif dari keragaman suku dan budaya  Indonesia, bergotong-royong dalam kebersamaan, pantang menyerah dan bekerja keras dengan mengutamakan keharmonisan dalam kebhinekaan
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bpk. R. Evy Suhartantyo mengawali   video itu dengan lagu khas Melayu berjudul Lancang Kuning, kemudian dilanjutkan dengan lagu Cik Cik Periuk dari Kalimantan Barat, Mappadendang dari Bugis dan  lagu-lagu daerah lainnya untuk membangun Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

Video dengan tema “Kebhinekaan” ini merupakan hasil karya adik-adik pegawai KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam yang selalu meningkatkan kreatifitas dan inovasinya guna menjadikan Bea dan Cukai semakin baik sebagaimana pesan yang disampaikan oleh Kepala Kantor pada akhir video “wahai semua pegawai Bea dan Cukai dimanapun kalian semua berada, jagalah nama baik Bea dan Cukai untuk Bea dan Cukai yang semakin baik.” (Ric/BKLI)