Hot news

Penangkapan Penyelundupan Narkoba Serta Kerja Sama BNN Provinsi Kepri, Polresta Barelang dan KPU BC Tipe B Batam

Penangkapan Pelaku Penyelundupan Narkoba Ribuan Pil Mengandung Metanon di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Senin 01 Juli 2013

Penangkapan Penyelundupan Narkoba Serta Kerja Sama BNN Provinsi Kepri, Polresta Barelang dan KPU BC Tipe B BatamBNN (Badan Narkotika Nasional ) Provinsi Kepri menggelar jumpa pers terkait Penangkapan Penyelundupan Narkoba Senin, 08 Juli 2013, pukul 10.00 WIB di Kantor BNN Provinsi Kepri. Jumpa pers dihadiri oleh Kepala BNN Provinsi Kepri Kombes Pol Drs. Benny Setiawan, Wakasat Narkoba Polresta Barelang, AKP Jefry Syam dan Kepala Seksi Intelijen KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam Salomo Vino Silitonga.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepri Kombes Pol Benny Setiawan menjelaskan kronologis dari dua buah penangkapan yang dilakukan. Berawal dari penangkapan yang dilakukan petugas Bea dan Cukai barang bukti yang diduga ekstasi terhadap satu orang pelaku penyelundupan narkoba, pada tanggal 01 Juli sekitar pukul 12.00 WIB di Pelabuhan Internasional Batam Centre. Petugas Bea dan Cukai menyita 9919 butir yang diduga ekstasi dan dilakukan pengembangan dengan metode Control Delivery yang berhasil menangkap kembali satu orang pelaku penyelundupan. Penangkapan berawal dari kecurigaan petugas terhadap penumpang yang berinisial NCK laki-laki 28 tahun warga Negara Malaysia yang tiba di Pelabuhan Internasional Batam Centre dari Kapal Ferry dengan inisial Ind yang datang dari Stulang Laut Johor Baru Malaysia. Karena kecurigaan dari petugas maka dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan dan berhasil ditemukan ribuan pil yang diduga adalah ekstasi. Ribuan pil yang diduga ekstasi ini dikemas dalam kotak-kotak makanan berupa Choco Crunch, Nestle, Milo, Anlene Growth dan Plastik Kacang Cap Tangan. Dengan berkoordinasi dengan petugas Interdiksi lainnya yaitu BNN Kepri dan Polresta dilakukan pengembangan pada jam 17.00 dan serah terima 9.919 yang diduga ekstasi.

Penangkapan Penyelundupan Narkoba Serta Kerja Sama BNN Provinsi Kepri, Polresta Barelang dan KPU BC Tipe B Batam

Penangkapan Penyelundupan Narkoba Serta Kerja Sama BNN Provinsi Kepri, Polresta Barelang dan KPU BC Tipe B Batam

Akhirnya BNNP Kepri dan Polresta Barelang melaksanakan kegiatan Control Delivery pertama dilakukan pada jam 18.00 WIB di Hotel O Batam. Kemudian pada tanggal 3, pukul 19.00 WIB, NCK sebagai kurir mendapat telpon dari Malaysia yang diperintahkan untuk mengambil kamar di Hotel S Batam dan pada pukul 20.15 WIB mendapat telpon kembali yang memerintahkan NCK untuk meninggalkan kamar hotel. Pada pukul 21.00 WIB datang lah tersangka lainnya yang berinisial KL untuk mengambil barang dimana petugas BNNP Kepri sudah ada di dalam sehingga dapat ditangkap satu lagi pelaku jaringan Sindikat Narkoba dengan inisial KL. Barang bukti terdiri dari 10 bungkus dengan rincian sebagai berikut; bungkus pertama 1006 butir, bungkus kedua 989 butir, bungkus ketiga 1003 butir, bungkus keempat 994 butir, bungkus kelima 964, bungkus keenam 954 butir, bungkus ketujuh 998 butir, bungkus kedelapan 1009 butir, bungkus kesembilan 1009 butir dan bungkus kesepuluh 1000 butir.

 

Penangkapan Pelaku Penyelundupan Narkoba Ribuan Pil Mengandung Metanon di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Senin 01 Juli 2013Penangkapan Penyelundupan Narkoba Serta Kerja Sama BNN Provinsi Kepri, Polresta Barelang dan KPU BC Tipe B Batam

Atas penangkapan dua pelaku yaitu NCK (kurir warga Negara Malaysia) dan KL (diduga sebagai pembeli dari Indonesia) sesuai dengan aturan di Undang-Undang no 35 tahun 2009 tentang Narkotika, BNN mendapat kewenangan untuk melakukan penangkapan 2 kali 3 hari. Kemudian untuk memastikan barang bukti dilakukan ujicoba di laboratorium BNN dan pada hari Jumat didapatkan hasil yang ternyata barang bukti bukan termasuk Narkotika namun mengandung senyawa Metyl Katinon ( Metanon ) turunan Katinon yang pada saat ini belum dimasukkan ke dalam Undang-Undang no 35 dan masih dalam golongan Psikotropika sehingga diserahkan kepada Kepolisian yaitu Polresta Barelang dan PPNS Kesehatan selaku petugas yang berwenang.

Penangkapan Pelaku Penyelundupan Golongan I Jenis Shabu di Pelabuhan Internasional Batam Centre dengan berat total bruto 1.994 gram, Sabtu 06 Juli 2013

 

Penangkapan Pelaku Penyelundupan Golongan I Jenis Shabu di Pelabuhan Internasional Batam Centre dengan berat total bruto 1.994 gram, Sabtu 06 Juli 2013Penangkapan Pelaku Penyelundupan Golongan I Jenis Shabu di Pelabuhan Internasional Batam Centre dengan berat total bruto 1.994 gram, Sabtu 06 Juli 2013

Berawal dari kecurigaan petugas bea dan cukai yang melakukan pemeriksaan barang melalui mesin X-Ray terhadap barang bawaan WNI dengan inisial A yang diduga Narkotika, setelah diperiksa di dalam barang bawaan A ditemukan Narkotika yang diduga Golongan I jenis Shabu yang dimasukkan ke dalam bungkus makanan sebanyak 4 bungkus dengan berat brutto 1.994 gram. Segera petugas bea dan Cukai melakukan tes di laboratorium terhadap barang bukti tersebut dan terbukti mengandung Methamphetamine. Kemudian tersangka dan barang bukti dibawa ke KPU Bea dan Cukai batu Ampar, Kota Batam. Petugas Bidang Pemberantasan BNNP Kepri menuju lokasi Kantor Bea dan Cukai Batu Ampar, Kota Batam, memeriksa barang bukti dan melakukan serah terima barang bukti dan tersangka. Saat ini tersangka “A” dan barang bukti sedang diproses hukum di kantor BNNP Kepri Kepri guna pengembangan selanjutnya.

 Kepala Seksi Intelijen Salomo Vino Silitonga KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam menegaskan bahwa sudah merupakan tugas rutin Instansi Direktorat Bea dan Cukai untuk mencegah masuknya NPP (Narkotika Pengguna Psikotropika). Beliau juga menyampaikan bahwa petugas bea dan cukai di pelabuhan-pelabuhan resmi tetap concern melakukan pengawasan. KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam juga telah membentuk CNT (Customs Narcotics Team) yang telah diresmikan awal bulan Mei yang lalu. Dengan dibentuknya CNT maka tugas DJBC dalam pencegahan NPP ini akan semakin komprehensif di mana anggota-anggota akan terus dilakukan pelatihan dan motivasi sehingga tetap tegas dalam melaksanakan tugas kepabeanan dan cukai, khususnya dalam pencegahan masuknya NPP. Salomo Vino Silitonga juga menyarankan bagi seluruh pihak dan instansi di setiap koridor kerja agar saling membagi informasi dalam pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba sehingga tidak mudah bagi penyelundup Narkoba untuk menembus.