+62 778 - 458149

Batam (10/02/2018), Proses pembongkaran dan penggeledahan kapal Sunrise Glory melibatkan Bea Cukai Batam dengan memberikan dukungan peralatan berupa trace detector dan tim K9 DJBC untuk memeriksa kapal tersebut diatas dan ditemukan 1.019 bungkus @ 1 kg (total +/- 1.019 kg) kristal putih yang diduga methampetamin (sabu).

“Pada hari jumat (09/02) Tim K9 Bea Cukai Batam mendapatkan perintah dari pimpinan untuk standby di kantor Bea Cukai Batu Ampar. Sekitar pukul 5 sore tim mendapatkan perintah lanjutan untuk menuju ke Lanal Batam untuk melakukan pemeriksaan terhadap kapal Sunrise Glory yang diduga melakukan penyelundupan NPP”. Jelas anggota tim K9 Bea Cukai Batam, Tri Sinata . Sesampainya di dermaga Lanal Batam, tim K9 langsung melakukan pemeriksaan dengan menggunakan anjing pelacak. Penyisiran dimulai dari palka depan yang dilanjutkan menuju ke ruang kemudi. Di ruang kemudi K9 mendapatkan bau yang ditandai dengan perubahan sikap dari anjing pelacak. Penyisiran diteruskan menuju ke palka tengah yang menyebabkan perubahan sikap yang lebih besar lagi dan ketika menuju palka belakang tim K9 berhasil menemukan sabu seberat 1 Ton yang disembunyikan dengan cara ditumpuk dengan bahan-bahan sembako dan alas tidur.

Dalam konferensi pers yang dilakukan di Dermaga Lanal Batam Sabtu (10/02), yang dipimpin oleh Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerachman, mengapresiasi sinergi dan kerjasama yang dilakukan oleh TNI AL, Bea Cukai, dan BNN dalam mengungkap kasus peredaran narkoba di tanah air. Kapal dengan nama KM Sunrise Glory ditangkap oleh KRI Sigurot-864 di perairan Selat Philips, Rabu (07/02). KM Sunrise Glory atau yang dahulu bernama Shun De Man 66/Shun De Ching  adalah target operasi TNI Angkatan Laut dan BNN.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Kasus yang sekarang ini sudah diikuti sejak Desember tahun 2017, Angkatan Laut sudah bekerjasama dengan BNN untuk mendeteksi pergerakan kapal , yang mana kapal bergerak diselatan wilayah indonesia guna menghindari jangkauan aparat kita”, jelas Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerachman.