+62 778 - 458149

Batam (19/3) –  Untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang peran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang Kepabeanan dan Cukai. Bea Cukai Batam kembali on air di RRI Batam dengan narasumber Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi R. Evy Suhartantyo dan Kepala Seksi Layanan Informasi Frans Imanuel Depari. Topik  yang dibahas dalam talk show kali ini adalah tentang dasar hukum, peran, tugas dan fungsi DJBC dalam rangka melakukan pengawasan pemasukan dan pengeluaran barang-barang ke dan dari Kawasan Bebas Batam, barang-barang yang termasuk dalam kategori larangan dan pembatasan (lartas) serta jumlah penindakan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor (NPP) selama tahun 2017 dan 2018.

 Dalam talk show ini dibahas bahwa upaya pencegahan keluar masuknya barang larangan dan/atau pembatasan didasari oleh Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 39 Tahun 2007, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2012 tentang Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan dan Cukai serta Tata Laksana Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari Kawasan yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas dan Pembebasan Cukai, serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 47/PMK.04/2010, Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-53/BC/2010 tentang Tata Laksana Pengawasan.

Untuk pengawasan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor (NPP), Bea dan Cukai Batam telah melakukan kerjasama dengan para penegak hukum dan instansi terkait seperti Badan Narkotika Nasional (BNN), Tentara Nasional Indonesia dan POLRI. Penindakan NPP oleh Bea dan Cukai Batam  pada tahun 2017 adalah sebanyak 39 kali  dan sampai dengan 16 Maret 2018 adalah sebanyak 18 kali. R. Evy Suhartantyo menambahkan bahwa setiap penggagalan penyelundupan narkoba  yang dilakukan merupakan suatu tindakan untuk menyelamatkan generasi muda dari pengaruh narkoba yang dapat merusak masa depan.

Dialog Interaktif ini mendapat antusias dari masyarakat dengan adanya berbagai pertanyaan yang diajukan antara lain terkait barang kiriman. Salah satu penelepon juga mengapresiasi atas kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam mencegah pemasukan NPP ke Indonesia. Di akhirtalk show ini, R. Evy Suhartantyo menghimbau kepada masyarakat apabila mengetahui informasi terkait penyelundupan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor (NPP) atau barang-barang larangan dan/atau pembatasan untuk dapat segera menginformasikan kepada Bea Cukai Batam atau instansi yang berwenang.