Batam – Pada hari selasa (20/06) Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam mengadakan Press Release hasil Operasi Patuh Ampadan I. Operasi Patuh Ampadan I bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pengusaha Barang Kena Cukai (BKC) hasil tembakau dan membersihkan atau menekan peredaran BKC hasil tembakau illegal. Dengan operasi ini diharapkan peredaran BKC hasil tembakau menjadi kondusif Karena telah memenuhi ketentuan di bidang cukai. Operasi ini juga secara serentak dan terpadu di seluruh wilayah  Indonesia dan telah diresmikan pada Rabu 17/05/2017.

Operasi Patuh Ampadan I dilaksanakan untuk mengoptimalkan penerimaan cukai hasil tembakau. Selain itu, untuk menurunkan tingkat peredaran rokok illegal. Dengan adanya Operasi Patuh Ampadan I, para pengusaha BKC diharapkan semakin patuh dan ikut menghindari peredaran BKC hasil tembakau illegal.

Operasi ini berlangsung tanggal 15 Mei 2017 sampai dengan 10 Juni 2017. Diharapkan target penerimaan cukai yang dibebankan kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan tercapai dan masyarakat pun bisa terbebas dari peredaran barang ilegal.

 

Hasil penindakan Operasi Patuh Ampadan I sebagai berikut:

 

Operasi Pertama, Selasa 23 Mei 2017 di daerah Tiban

Jumlah 4 Toko

-Hasil Tembakau: 1.371.120 batang

Nilai Rp.851.667.750,-

-MMEA gol B dan C: 920.400 liter (105 botol)

Nilai Rp.2.252.250,-

 

Operasi Kedua, Selasa 30 Mei 2017 di daerah Bengkong

Jumlah 3 Toko

-Hasil Tembakau: 192.224 batang

-MMEA gol B dan C: 58.245 liter

Nilai Rp.86.358.000,-

 

Operasi Ketiga, Kamis 8 Juni 2017 di daerah Batam Center

Jumlah 4 Toko

-Hasil Tembakau: 26.284 batang

Nilai Rp.18.768.00,-

 

Total hasil penindakan Operasi Patuh Ampadan I selama 3 (tiga) kali sebagai berikut.

  • 589.628 batang Hasil Tembakau (HT)
  • 645 liter Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA)

Total nilai barang hasil penindakan Operasi Patuh Ampadan I tersebut sebesar Rp.959.046.000,-

Batam – Pada hari selasa (20/06) Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam melaksanakan pelantikan pejabat eselon IV.

 

Dalam pelantikan ini hanya satu pejabat eselon IV yang dilantik yaitu Bapak Rommy Heryadi. Sebelum mutasi ke Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, beliau bertugas di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Tarakan.

Bapak Rommy Heryadi dilantik oleh Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Bapak Nugroho Wahyu Widodo, sebagai Kepala Seksi Penerimaan dan Pengembalian di Bidang Perbendaharaan dan Keberatan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam.

Beliau menggantikan Kepala Seksi Penerimaan dan Pengembalian sebelumnya yaitu Bapak Ade Irawan yang sekarang mutasi ke Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Selamat Bergabung dan menjalankan amanah.

Kindergarden Visits Customs 2017

Kindergarden Visits Customs 2017

Batam – Pada hari rab u (24/05) Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam mengadakan Visit Customs dengan mengundang TPQ Baituttaqwa bertempat di Aula Lantai 3 Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam. Acara ini bertujuan untuk mengenalkan Bea dan Cukai kepada generasi muda sejak dini melalui permainan yang menyenangkan. Acara dimulai pukul 09.00 WIB. Di awali dengan sambutan oleh Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi, Bapak R. Evy Suhartantyo. Ditengah sambutannya Bapak Evy memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa-siswi TPQ Baituttaqwa tentang Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Siswa-siswi yang berani menjawab diberi hadiah oleh Bapak Evy. Hal tersebut melatih siswa-siswi supaya berani tampil didepan umum.

Kemudian acara dilanjutkan dengan lomba mewarnai. Setiap siswa-siswi diberi kertas bergambar yang belum diwarnai dan perlengkapan mewarnai. Siswa-siswi TPQ Baituttaqwa sangat bersemangat dalam mengikuti lomba mewarnai. Dalam lomba ini diambil 3 juara mewarnai terbaik dan 1 juara harapan.

Setelah lomba mewarnai selesai, dilanjutkan dengan pengenalan anjing pelacak  K-9 Bea dan Cukai kepada siswa-siswi. Ketika anjing pelacak memasuki aula seluruh siswa-siswi sangat antusias melihatnya. Beberapa siswa-siswi memberanikan diri untuk memegang dan berfoto dengan anjing pelacak. Dijelaskan kepada siswa-siswi bahwa anjing pelacak ini digunakan untuk mendeteksi adanya narkoba pada barang bawaan penumpang.

Kemudian acara dilanjutkan dengan lomba menyusun puzzle. Siswa-siswi diberi waktu 20 menit dibantu oleh walinya untuk menyelesaikan puzzle. Seluruh peserta terlihat kesulitan dalam menyusun puzzle. Setelah waktu habis ditentukan pemenang dari lomba ini.

Acara diakhiri dengan foto bersama.