+62 778 - 429 446 Info.bcbatam@customs.go.id
HUT KPU Bea Cukai Batam dimeriahkan dengan Lomba Memasak

HUT KPU Bea Cukai Batam dimeriahkan dengan Lomba Memasak

Batam, 24/02/2020 – Dalam rangka HUT KPU Bea Cukai Batam dengan mengusung tema “Think Globally, Act Nationally”, Bea Cukai Batam mengadakan lomba “WOK with CUSTOMS” atau lomba memasak yang dilaksanakan di Aula lantai 3 Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam pada hari Jumat (07/02).

Dalam kata sambutannya Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Susila Brata, mengungkap bahwa Wok with Customs tahun ini bahan utamanya berupa daging ayam yang dimasak dengan khas dari berbagai negara, namun tetap menggunakan rempah-rempah Indonesia.

“Acara ini merupakan serangkaian acara untuk merayakan HUT KPU Bea Cukai Batam yang ke-12. Tujuan diadakan acara ini kiranya kita dapat mempererat dan menjaga tali silahturahmi guna menciptakan kerjasama yang lebih baik.” Ucap Susila Brata.

Lomba memasak ini diikuti oleh beberapa stakeholder dan instansi lain seperti Disperindag, BSOA, Asperindo, AEC, ISAA, Pos Indonesia, CPO Group, Bank Mandiri Syahriah, dan Bank BRI. Bea Cukai Batam dan PSO BC Batam sebagai tuan rumah juga ikut berpartisipasi dalam lomba ini.

Lomba memasak ini diberikan waktu selama 45 menit dan akan dinilai diakhir acara dengan mendatangkan juri utama yaitu Chef dari Swissbell Hotel, Chef Petrus, dengan didampingi oleh 2 (dua) juri tambahan yaitu Susila Brata dan Waloyo, Kepala PSO BC Batam.

Acara lomba memasak kali ini berlangsung sangat meriah dan menegangkan karena banyaknya pendukung yang berlomba-lomba menyemangati para jagoannya. Seluruh peserta dan pendukung juga terhibur atas komentar para juri saat dilakukannya penilaian.

Diakhir acara, juri mengumumkan pemenang Wok with Customs yang dimenangkan oleh tim dari CPO Group. Dengan adanya lomba ini diharapkan meningkatkan dan mempererat sinergi dan kekeluargaan antar instansi.

Workshop Identifikasi Keaslian Pita Cukai Desain 2020 bersama PERURI

Workshop Identifikasi Keaslian Pita Cukai Desain 2020 bersama PERURI

Batam (18/02/2020) – Tim Direktorat Teknis dan Fasilitas Cukai dan Konsorsium PERURI mengadakan workshop identifikasi keaslian pita cukai desain Tahun 2020 di Kantor Bea Cukai Batam pada hari Kamis (13/02).

Workshop ini dihadiri beberapa kantor seperti Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau, Kanwil DJBC Riau, KPPBC TMP B Pekanbaru, KPPBC TMP B Dumai, KPPBC TMP B Tanjung Balai Karimun, KPPBC TMP B Tanjung Pinang, KPPBC TMP C Tembilahan, KPPBC TMP C Bengkalis, PSO BC Tipe A Tanjung Balai Karimun, dan PSO BC Batam.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Susila Brata, lalu dilanjutkan dengan sambutan dari Kasubdit Perizinan dan Fasilitas Cukai, Rudy Heri Kurniawan, dan sambutan dari Kepala Divisi Teknik Jaminan Kehandalan PERURI, Suhadak Bariawan.

Para peserta diberikan pemahaman bagaimana mengidentifikasi pita cukai yang asli dan palsu melalui alat-alat yang sudah disediakan seperti kaca pembesar, lampu UV, jarum dan cairan kimia. Dan para peserta juga diberikan post test untuk mengukur pemahaman materi yang telah diberikan.

Dengan adanya workshop ini diharapkan para peserta menjadi trainer bagi pegawai lainnya untuk bisa menjelaskan terkait keaslian pita cukai desain Tahun 2020.

Bea Cukai Batam Terus Sosialisasikan Aturan Barang Kiriman

Bea Cukai Batam Terus Sosialisasikan Aturan Barang Kiriman

Batam (18/02/20) – Bea Cukai Batam kembali melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai aturan terbaru mengenai aturan impor barang kiriman yaitu PMK Nomor 199/PMK.010/2019 pada hari Kamis (13/02). Kali ini Bea Cukai Batam melakukan sosialisasi di acara Dialog Khusus yang disiarkan oleh Batam TV.

“Aturan ini berlaku di seluruh Indonesia, bukan hanya di Batam. Penghitungannya juga lebih sederhana yaitu dengan tarif flat Bea Masuk 7,5% dan PPN 10% kecuali untuk barang tertentu seperti buku, tas, sepatu, dan produk tekstil.” ujar Sumarna, Kabid BKLI.

Bambang Lusanto Gustomo, Kabid PFPC II, menegaskan kembali bahwa produk IKM atau produk lokal Batam hanya dikenakan PPN saja yaitu sebesar 10%. Itu merupakan salah satu fasilitas yang diberikan Bea Cukai untuk mendorong IKM lokal agar bisa bersaing.

Diinfokan kembali kepada masyarakat untuk memberitahukan jumlah, jenis, dan nilai barang dengan benar. Karena itu salah satu kunci agar lancarnya arus pengiriman barang. Karena apabila terjadi hambatan bukan hanya pengirim yang dirugikan, tetapi juga penerima dan pengusaha jasa titipan.

Bea Cukai Batam mengagalkan penyeludupan Sabu pada Barang Kiriman

Bea Cukai Batam mengagalkan penyeludupan Sabu pada Barang Kiriman

Batam, 17/02/20 – Bea Cukai Batam berhasil mengamankan 2 (dua) bungkus  plastik bening berisi Methamphetamine dengan modus disembunyikan di dalam tas sebanyak 205,1 (dua ratus lima koma satu) gram di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Pukadara Pranaperkasa pada Hari Rabu lalu (12/02).

” Penindakan ini bermula pada pukul 11.50 WIB atas kecurigaan petugas Bea Cukai terhadap 1 (satu) karung barang kiriman (berisi beberapa paket) dengan tujuan Jakarta Selatan berdasarkan hasil citra X-ray. Kemudian dilakukan pemeriksaan atas karung tersebut dan kedapatan sebuah paket tersebut berisi tas yang didalamnya terdapat 2 (dua) bungkus plastik berisi butiran kristal diduga methamphetamine.” ungkap Susila Brata selaku Kepala Kantor Bea Cukai Batam.

Selain itu, petugas Bea Cukai juga mengamankan bukti berupa 1 (satu) buah CN/Resi no 150220002758320, Pengirim a.n SHINTA, Penerima a.n DIANA. Pihak Pengirim dan Penerima barang yang tertera dalam resi barang kiriman tidak bisa dikonfirmasi, mengingat nomor telepon dan alamat yang tertera dalam resi tersebut tidak bisa dihubungi.

Selanjutnya barang tersebut dibawa ke Kantor Bea Cukai Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut. Terhadap barang bukti selanjutnya diserahkan Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau untuk proses penanganan lebih lanjut.

Atas tangkapan narkotika tersebut, Bea Cukai menghimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dalam melakukan transaksi barang impor maupun barang kiriman.

Sosialisasi Barang Kiriman di Radio Batam FM

Sosialisasi Barang Kiriman di Radio Batam FM

Batam (07/02) – Salah satu media yang dapat memberikan informasi dengan jangkauan luas  dan murah adalah Radio. Kali ini Bea Cukai Batam kembali mensosialisasikan PMK Nomor 199/PMK.010/2019 tentang aturan impor barang kiriman yang berlaku 30 Januari 2020 melalui siaran radio pada hari Rabu lalu (04/02). Walaupun aturan tersebut sudah berjalan, Bea Cukai Batam terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman terkait aturan tersebut, khususnya pengeluaran barang kiriman dari Batam ke Indonesia lainnya.

Sosialisasi ini berlangsung di Batam FM 100,7 FM @batamfm1007 bersama dengan Frans Imanuel Depari, Kepala Seksi Layanan Informasi dan Zulfikar Islami, Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan. Beberapa hal yang disampaikan masih terkait dengan batasan pengiriman barang kiriman menjadi USD 3 dengan tarif flat BM 7,5% dan PPN 10%, serta tarif untuk barang khusus seperti tas, sepatu, dan produk tekstil.

Selain itu juga memberikan pemahaman bahwa untuk produk lokal khususnya produk IKM hanya dikenakan PPN sebesar 10%. Dengan sosialisasi ini diharapkan bisa memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat mengenai aturan barang kiriman dari Batam ke Indonesia lainnya.

WhatsApp chat