+62 778 - 458149
SIARAN PERS BERSAMA PENYELENGGARA JASA TITIPAN

SIARAN PERS BERSAMA PENYELENGGARA JASA TITIPAN

 

Batam (12/02/2019) ­­­– Hari ini Bea Cukai Batam bersama penyelenggara jasa titipan telah melakukan konferensi pers terkait Implementasi CEISA Barang kiriman di KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam yang dimulai pukul 14.00 WIB. Konferensi pers ini dilaksanakan atas dasar polemik yang berkembang di masyarakat terkait masalah barang kiriman, dimana barang kiriman asal Batam mengalami perlambatan dalam waktu pengiriman.

Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam menjelaskan bahwa untuk meningkatkan fungsi Bea Cukai dalam hal Trade Fsilitator dan Community Protector maka membuat aplikasi CEISA Barang Kiriman Batam sebagai wujud pelayanan dan pengawasan barang kiriman asal Batam yang lebih efektif dan efisien. Selanjutnya dijelaskan bahwa Bea Cukai Batam telah melaksanakan Sosialisasi terkait CEISA Barang Kiriman Batam yang dimulai pada bulan Novmber 2018, uji coba pada bulan Desember 2018-Januari 2019, lalu pada tanggal 14 Januari 2019 telah dilaksanakan piloting kepada beberapa Perusahaan Jasa Titipan (PJT) dan mandatory sistem CEISA Barang Kiriman Batam dilaksanakan mulai 1 Februari 2019, dalam pelaksanaannya masih perlu banyak penyesuaian, seperti integrasi antara aplikasi milik Perusahaan Jasa Titipan (PJT) dengan aplikasi CEISA Barang Kiriman. Tindaklanjut atas hal tersebut Bea Cukai Batam bersama para PJT akan bersama-sama dalam mensukseskan implementasi dari aplikasi CEISA Barang Kiriman guna memperlancar proses pelayanan, meningkatkan efektifitas pengawasan, meningkatkan kepatuhan pengguna jasa, mencegah adanya pengiriman barang-barang yang dilarang, dan memberikan kemudahan tracking status barang secara real time kepada pengirim maupun penerima.

KERJASAMA BEA CUKAI DAN DITJEN PERHUBUNGAN LAUT PERKETAT PENEGAKAN HUKUM DI LAUT

KERJASAMA BEA CUKAI DAN DITJEN PERHUBUNGAN LAUT PERKETAT PENEGAKAN HUKUM DI LAUT

Batam (15/01/2019) – Bea Cukai dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) menandatangani nota kesepahaman dalam rangka pengawasan lalu lintas barang, sarana pengangkut laut, dan pertukaran data terkait surat persetujuan berlayar, serta surat tanda kebangsaan kapal indonesia. Sinergi ini dilakukan untuk semakin meningkatkan maritime awareness mengintegrasikan pola serta sistem pengawasan yang dilakukan Kementerian/Lembaga yang memiliki kewenangan hukum di laut.
Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi menyatakan bahwa tantangan tugas yang dihadapi para penegak hukum di laut, membuat sinergi menjadi hal yang tidak bisa ditunda lagi. “Dalam melakukan pengawasan di laut, aparat penegak hukum dihadapkan dengan modus-modus yang terus berkembang, oleh karena itu sinergi antara Bea Cukai dan Ditjen Hubla merupakan salah satu upaya nyata untuk meningkatkan efektivitas pengawasan,” ungkap Heru pada acara peluncuran Program Nasional Penertiban Kawasan Bebas Batam dan Pesisir Timur Sumatera.


Hal tersebut juga dilatarbelakangi oleh fakta di mana Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki 17.499 pulau dari Sabang hingga Merauke dengan luas total wilayah mencapai 7,81 juta km² yang terdiri dari 3.25 juta km² lautan dan 2.55 juta km² Zona Ekonomi Eksklusif. Selain itu, Indonesia memiliki garis pantai terpanjang nomor 2 di dunia dengan panjang 99.093 km, juga berbatasan dengan 11 negara tetangga.
Heru menambahkan bahwa lingkup nota kesepahaman ini mencakup pertukaran data dan informasi, sosialisasi terkait peraturan, kebijakan, dan kewenangan masing-masing instansi dan kerja sama lainnya di bidang pengawasan laut. “Elemen data yang dipertukarkan meliputi data elektronik dan data non elektronik terkait pengawasan lalu lintas barang dan sarana pengangkut laut,” ujar Heru.
Selain kerja sama dengan Ditjen Hubla, Kementerian Keuangan dan Bea Cukai juga telah menjalin sinergi berupa penandatanganan nota kesepahaman dengan beberapa Kementerian/Lembaga dan aparat penegak hukum di bidang pengawasan, di antaranya MoU Pemanfaatan Jaringan Interpol I-24/7 Guna Pengawasan Lalu Lintas Barang Dalam Rangka Penanggulangan Kejahatan Transnasional, dan MoU Kerja Sama Dalam Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Kementerian Keuangan dengan Tentara Nasional Indonesia.
Sejalan dengan hal tersebut, Bea Cukai juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai Kementerian/Lembaga di antaranya kerja sama Bea Cukai dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, Kerja sama dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir dalam Pelaksanaan Pengawasan Lalu Lintas Bahan dan Barang Dalam Lingkup Ketenaganukliran di Kawasan Pabean Indonesia, dan kerja sama dengan Direktorat Jenderal Imigrasi dalam hal Pertukaran Data Penumpang dalam Sistem Passenger Analyzing Unit dengan Data Keimigrasian dalam Sistem Imformasi Manajemen Keimigrasian dan Penanganan Dugaan Pelanggaran Hukum di Perbatasan.

Heru berharap dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan Ditjen Hubla akan dapat semakin meningkatkan efektivitas pengawasan serta mendukung eksistensi kedaulatan negara Indonesia. “Diharapkan dengan kerja sama ini akan mendukung eksistensi kedaulatan negara Indonesia dalam berbagai aspek, yaitu aspek Maritime Security dan aspek Maritime Prosperity untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia,” pungkas Heru.

Bea Cukai Batam Publikasikan Capaian Kinerja Tahun 2018

Bea Cukai Batam Publikasikan Capaian Kinerja Tahun 2018

Batam (1/3) Bea Cukai Batam mengadakan Coffee Morning terkait Publikasi Capaian Kinerja Bea Cukai Batam. Dalam kegiatan ini Bea Cukai Batam menyampaikan Capaian Kinerja Bea Cukai Batam pada tahun 2018 yang meliputi Capaian Penerimaan, Pengawasan dan Inovasi Pelayanan Kantor Bea Cukai Batam. Penerimaan Negara yang berhasil dikumpulkan KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam per 31 Desember 2018 berjumlah Rp 168,26 Milyar yang berasal dari sektor Bea Masuk, Bea Keluar, Cukai, dan PDRI (Pajak Dalam Rangka Impor). Nilai ini melebihi target yang telah ditetapkan APBN dengan nilai Rp 142,07 Milyar dengan persentase 118,43% dari target sebesar 142,07 milyar.

“Berdasarkan hasil penindakan yang dilakukan pada Tahun Anggaran 2018,  KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam telah berhasil melakukan penindakan dengan total 578 kasus” kata Susila Brata Selaku Kepala Kantor Bea Cukai Batam. Rincian kasus yang telah diselesaikan antara lain Barang Kena Cukai 163 Kasus, Ballpress 93 kasus, NPP 77 kasus, HP dan gadget 39 kasus, elektronik bekas 33 kasus, kelontong 28 kasus, barang bekas lain 23 kasus, Accs dan sparepart 22 kasus, serta barang-barang seperti makanan dan minuman, sarana pengangkut, garmen, furniture, uang tunai, kosmetik, barang pornografi, besi baja, dan sembako dengan jumlah 100 kasus.

KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam juga membuat inovasi-inovasi baru dalam rangka meningkatkan pelayanan. Inovasi yang telah diciptakan antara lain Aplikasi Online ION Beta, Aplikasi Online CEISA Manifes, Aplikasi Online PPFTZ-03, Aplikasi Barang Kiriman (Piloting), dan Aplikasi PPFTZ-01 Ekspor (Piloting). Aplikasi-aplikasi tersebut diciptakan dalam rangka membuat perijinan menjadi lebih mudah, lebih cepat, lebih efisien, dan lebih transparan. Dengan aplikasi tersebut pelayanan perijinan dapat diakses dimana saja, tidak ada waktu tunggu di pendok, menghemat waktu dan biaya, status permohonan perizinan real time, dan perusahaan mendapatkan notifikasi status melalui email dan telegram.

Setelah otomasi  dilakukan, waktu rata-rata yang dibutukan dalam melakukan pengurusan dokumen juga menjadi lebih cepat. Contohnya waktu rata-rata yang dibutukan untuk melakukan perizinan ION BETA, setelah otomasi hanya membutuhkan waktu 4 jam (rata-rata). Tentunya hal ini sangat memudahkan pengguna jasa mengingat sebelum otomasi dilakukan dapat menghabiskan waktu hingga 48 jam (2 hari).

“Saya harap di tahun 2019 ini kami dapat memberikan kontribusi lebih lagi kepada Negara ini, serta bisa lebih meningkatkan pelayanan dan pengawasan di daerah Batam” kata Susila Brata.

Bea Cukai Batam Lakukan Pemusnahan Hasil Penindakan

Bea Cukai Batam Lakukan Pemusnahan Hasil Penindakan

Pada hari ini Kamis tanggal 13 Desember 2018 Bea Cukai Batam melakukan pemusnahan terhadap Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan kepabeanan tahun 2016 s.d. tahun 2017 yg telah diselesaikan proses administrasinya, dan telah mendapatkan persetujuan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam atas nama Menteri Keuangan. BMN yang dimusnahkan adalah BMN yang berupa beras dan gula yang tidak dapat digunakan/dimanfaatkan kembali karena sudah dalam kondisi rusak/busuk.

Adapun barang-barang yang dimusnahkan yaitu berupa beras sebanyak 89,95 ton dan gula sebanyak 19,1 ton dengan masing – masing perkiraan nilai barang untuk beras adalah Rp. 879.480.000 dan untuk gula adalah Rp. 172.625.000, serta perkiraan kerugian negara untuk beras adalah Rp. 201.470.063 dan untuk gula adalah Rp. 40.308.500. Barang-barang tersebut ditegah dikarenakan melanggar UU Nomor 10 Tahun 1995.

Dalam PMK No. 62 Tahun 2011 dijelaskan mengenai penyelesaian barang yang mudah rusak atau busuk sebagaimana diatur dalam pasal 3 “BTD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) yang: a. busuk, segera dimusnahkan”.

“Pemusnahan dilakukan dengan penimbunan dengan tujuan agar tidak dapat dimanfaatkan kembali dan mencegah pencemaran lingkungan.” kata Susila Brata selaku Kepala Kantor Bea Cukai Batam.

Bea Cukai Batam Amankan Dua Penyelundupan Sabu di Bandara Hang Nadim

Bea Cukai Batam Amankan Dua Penyelundupan Sabu di Bandara Hang Nadim

Batam (30/11) Bea Cukai Batam telah berhasil mengamankan dua penyelundupan sabu di Bandara Hang Nadim. Penyelundupan pertama dilakukan oleh pria yang berinisial WP, narkoba tersebut disembunyikan di dalam celana dalam yang dipakai WP. Setelah dilakukan pengujian kedapatan barang tersebut adalah Methamphetamine dengan berat brutto 134 gram. Hasil tes urine yang bersangkutan positif menggunakan sabu. Tersangka kemudian dibawa ke KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam untuk proses lebih lanjut dan kemudian diserahkan ke Ditres Narkoba Polda Kepri. Oleh Ditres Narkoba Polda Kepri dilakukan pengembangan dan ditemukan tersangka ternyata melakukan modus swallower, dan menjadi akhirnya barang bukti bertambah menjadi 3 kapsul = 191 Gram Methampetamine / sabu-sabu.

Penyelundupan kedua dilakukan oleh wanita yang berinisial J, narkoba tersebut disembunyikan di celana dalam dan bra yang dipakai tersangka , berupa 5 bungkus plastik yang diduga Methamphetamine dan setelah dilakukan pengujian kedapatan barang tersebut positif Methamphetamine dengan berat brutto 849 gram. Hasil tes urine yang bersangkutan negatif menggunakan sabu. Tersangka kemudian dibawa ke Kantor Bea Cukai Batam untuk proses lebih lanjut dan selanjutnya tersangka dan barang bukti diserahkan ke DitRes Narkoba POLDA Kepri.