+62 778 - 458149
BEA CUKAI INDONESIA-MALAYSIA BERSINERGI BERANTAS PENYELUNDUPAN

BEA CUKAI INDONESIA-MALAYSIA BERSINERGI BERANTAS PENYELUNDUPAN

Batam (8/8) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) bersama Jabatan Kastam Diraja Malaysia (JKDM) secara kontinyu bersinergi dalam melakukan pengawasan di kawasan Selat Malaka. Sebagai salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia, potensi pelanggaran di wilayah tersebut kerap terjadi, sehingga dibutuhkan extra effort dalam mencegah kemungkinan terjadinya tindakan penyelundupan di wilayah tersebut.


Untuk mengantisipasi tindak penyeludupan, DJBC dan JKDM mengambil langkah taktis dan sinergis yaitu melaksanakan Operasi Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia Malaysia (Patkor Kastima) ke-25. Upacara pembukaan Patkor Kastima ke-25 berlangsung di Pelabuhan Bintang 99, Batam. Patkor Kastima merupakan salah satu bentuk nyata DJBC untuk melaksanakan Instruksi Presiden Republik Indonesia dan sebagai salah satu program peningkatan pengawasan yang merupakan bagian dari Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai. Pelaksanaan operasi kali ini juga merupakan hasil dari evaluasi pelaksanaan Patkor Kastima Ke-24 tahun lalu yang menghasilkan efek positif, tidak hanya dari segi jumlah dan jenis tangkapan, namun juga meningkatkan kerja sama instansi kepabeanan kedua negara.


“Melaluli bilateral meeting, kita akan perluas semua perbatasan (pengawasan). Kita tak hanya fisik, kita exchange melalui sistem, dengan sistem akan lebih efektif dalam memberantas penyelundupan” kata Heru Pambudi selaku Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Heru menyampaikan bahwa Patkor Kastima ini sebagai momentum bagi DJBC dan JKDM untuk terus menggempur para penyelundup yang dengan berbagai modus terus berusaha melakukan pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai di wilayah kedua negara. Pertukaran data by system antara DJBC dan JDKM terus intensif dilakukan untuk saling bertukar informasi terkait adanya potensi penyelundupan.


Juga untuk meningkatkan pengawasan, DJBC bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mewajibkan bagi semua jenis kapal yang berlayar di wilayah Indonesia untuk mengaktifkan AIS (Automatic Identification System). Kewajiban mengaktifkan AIS bagi seluruh kapal ini dituangkan dalam PM-7 Tahun 2019 tanggal 20 Februari 2019, dan mulai berlaku efektif tanggal 20 Agustus 2019.
Terhadap penyelundupan narkotika selalu menjadi hal yang paling utama pada Patkor Kastima disamping penyelundupan lainnya. Heru Pambudi menyampaikan permasalahan narkotika menjadi masalah besar dikedua negara, seperti diketahui tahun 2018 DJBC dan JKDM berhasil mengungkap kasus penyelundupan narkotika dengan jumlah yang hampir sama yaitu seberat total sekitar 4 ton.


Diujung penyampaiannya, Heru Pambudi menghimbau kepada masyarakat agar tidak sekali-kali membeli dan mengkonsumi barang ilegal. “Dimana ada permintaan, disitu penyelundup ada” ucap Heru.

Re-ekspor Tujuh Kontainer Mengandung Limbah B3

Batam (29/7) Menindaklanjuti permasalahan terkait kontainer berisi limbah plastik mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), hari ini tujuh kontainer telah dire-ekspor ke negara asalnya melalui Pelabuhan Batu Ampar. Pengiriman ini merupakan tahap pertama dari total 49 kontainer yang akan dire-ekspor.

“Ini adalah tujuh dari 49 kontainer, dua kontainer akan dikirim ke Negara Perancis sedangkan lima lagi ke Negara Hongkong”, ucap Susila Brata selaku Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam.

Susila Brata menyampaikan selanjutnya pengiriman akan menyesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan. Re-ekspor ini disaksikan langsung oleh perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rima Julianty selaku Kepala Seksi Notifikasi Limbah B3 dan Limbah non B3.

“Limbah B3 tidak diperbolehkan masuk, yang diimpor limbah non B3 namun selama itu terkontaminasi maka re-ekspor harus dilakukan”, terang Rima Julianty.

Rima menyebutkan, untuk impor plastik sendiri sejauh ini masih diperbolehkan secara aturan. Namun, ia kembali menegaskan, kegiatan impor sendiri tentu harus menyesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Reekspor hari ini diharapkan menjadi himbauan bagi para pelaku usaha untuk menggunakan bahan yang tidak terkontaminasi limbah B3 dalam kegiatan usahanya, karena dapat membahayakan lingkungan.

Customs Goes to School : SMA Negeri 3 Batam

Customs Goes to School : SMA Negeri 3 Batam

(Batam, 27/07/2019)

Selain melaksanakan tugas dalam hal pelayanan dan pengawasan di bidang kepabeanan dan cukai, Bea Cukai Batam juga aktif melakukan edukasi terkait kepabeanan dan cukai kepada masyarakat Batam, kali ini dilaksanakan kunjungan ke SMAN 3 Batam dalam acara Customs Goes To School (CGTS) dengan tema One Step Closer, bersamaan dengan CGTS juga dilaksanakan kegiatan KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) dari Mahasiswa Diploma III PKN STAN.

Hadir sebagai pemateri Zulfikar Islami Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan. Beliau menyampaikan materi kepada ratusan siswa yang memadati lapangan olahraga SMAN 3 Batam. Materi yg disampaikan terkait tupoksi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai secara umum dan juga tupoksi Bea Cukai yg berbeda khususnya untuk Kawasan Bebas Batam, serta memberi himbauan kepada para siswa agar tertib terkait barang bawaan penumpang dan barang kiriman.  “Jangan sekali-kali kalian membeli dan memakai barang ilegal. Karena sangat merugikan bagi negara. Barang ilegal tidak menambah kontribusi penerimaan negara, dapat merusak pasar lokal dan membahayakan bagi masyarakat” ucap Zulfikar Islami.

Selanjutnya Zulfikar juga menyampaikan macam-macam seragam yang dikenakan pegawai bea cukai dalam bertugas. Acara diakhiri dengan pertunjukan dari Tim K9 Bea Cukai Batam dan foto bersama. Diharapkan adanya CGTS ini dapat meningkatkan wawasan para siswa terkait kepabeanan dan cukai, serta para siswa bisa menyebarluaskan kepada orang-orang terdekatnya.

 

SOSIALISASI PMK 84 TAHUN 2019

SOSIALISASI PMK 84 TAHUN 2019

Batam (24/7) Sebagai wujud nyata tugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai Trade Fasilitator dan Industrial Assistance dan adanya peraturan baru PMK No. 84/PMK.04/2019, Bea Cukai Batam menyelenggarakan Sosialisasi PMK No. 84/PMK.04/2019 di Aula Lantai 3 KPU BC Batam.

Acara dibuka oleh Sumarna, Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi KPU BC Batam. Sebagai narasumber yaitu Eri Utomo Partoyo Kepala Seksi Fasilitas Kawasan Perdagangan Bebas Direktorat Fasilitas Kepabeanan Kantor Pusat DJBC dan Fathul Huda Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi 3 KPP Madya Batam. Dalam kesempatan itu narasumber menyampaikan antara lain ketentuan pengenaan BMAD untuk barang hasil produksi kawasan bebas serta dasar penghitungan Bea Masuk dan PPN PPnBM dan PPh dapat menggunakan nilai pabean sesuai harga jual atau menggunakan konversi.

Acara tersebut diakhiri dengan tanya jawab dan pengisian kuesioner terkait pelaksanaan sosialisasi. Diharapkan dengan adanya Sosialisasi PMK No. 84/PMK.04/2019 ini dapat mendorong kegiatan perdagangan dan industri nasional, memperkuat daya saing perusahaan dan meningkatkan investasi, serta lebih memberikan kepastian hukum yang ada di wilayah FTZ Batam.

Tingkatkan Keahlian, Bea Cukai Batam Ikuti Lokakarya Kehumasan

Tingkatkan Keahlian, Bea Cukai Batam Ikuti Lokakarya Kehumasan

Batam (28/6) Dalam rangka peningkatan kemampuan pegawai dalam bidang kehumasan, Balai Diklat Pendidikan Keuangan Pekanbaru menyelenggarakan Lokakarya Komunikasi Melalui Website dan Media Sosial Angkatan ke Dua Tahun Anggaran 2019. Acara ini berlangsung selama 3 hari, yaitu dari tanggal 26-28 Juni 2019. Jumlah peserta sebanyak 29 orang yg berasal dari kantor – kantor bea cukai yang ada di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Acara ini dibuka oleh Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi, Sumarna. “Humas menjadi ujung tombak kantor dalam menyampaikan prestasi kerja yg telah didapatkan kantor, juga mengklarifikasi berita negatif yg beredar di masyarakat.” ujar Sumarna.

Para peserta diberikan materi tentang dasar-dasar kehumasan, teknis menulis berita, pengelolaan website dan akun sosial media, dasar-dasar fotografi jurnalistik, teknik pengambilan video dan video editing. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para peserta dalam mengelola website dan media sosial, sehingga dapat meningkatkan kualitas kehumasan di kantornya masing-masing untuk Bea Cukai Makin Baik.