+62 778 - 458149

Batam (29/7) Menindaklanjuti permasalahan terkait kontainer berisi limbah plastik mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), hari ini tujuh kontainer telah dire-ekspor ke negara asalnya melalui Pelabuhan Batu Ampar. Pengiriman ini merupakan tahap pertama dari total 49 kontainer yang akan dire-ekspor.

“Ini adalah tujuh dari 49 kontainer, dua kontainer akan dikirim ke Negara Perancis sedangkan lima lagi ke Negara Hongkong”, ucap Susila Brata selaku Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam.

Susila Brata menyampaikan selanjutnya pengiriman akan menyesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan. Re-ekspor ini disaksikan langsung oleh perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rima Julianty selaku Kepala Seksi Notifikasi Limbah B3 dan Limbah non B3.

“Limbah B3 tidak diperbolehkan masuk, yang diimpor limbah non B3 namun selama itu terkontaminasi maka re-ekspor harus dilakukan”, terang Rima Julianty.

Rima menyebutkan, untuk impor plastik sendiri sejauh ini masih diperbolehkan secara aturan. Namun, ia kembali menegaskan, kegiatan impor sendiri tentu harus menyesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Reekspor hari ini diharapkan menjadi himbauan bagi para pelaku usaha untuk menggunakan bahan yang tidak terkontaminasi limbah B3 dalam kegiatan usahanya, karena dapat membahayakan lingkungan.

WhatsApp chat