+62 778 - 458149

Batam – Kamis (21/02) Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam kembali menjadi tuan rumah dalam acara “Workshop Identifikasi Keaslian Pita Cukai Desain Tahun 2019 yang rutin tiap tahun diadakan oleh Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Tujuan diadakannya acara ini yakni untuk memastikan setiap pegawai yang be5rada di kantor daerah mengerti tentang desain pita cukai tahun 2019 Acara dibuka dengan sambutan oleh Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam Bapak Susila Brata, dari Kepala Sub Direktorat Perizinan dan Fasilitas Cukai Bapak Tedy Himawan, dan dari perwakilan Tim Konsorsium Bapak Winarto.

Foto Bersama Peserta Workshop

Acara ini dihadiri oleh beberapa perwakilan dari beberapa kantor di Kepulauan Riau dan Riau. Acara inti dalam acara ini yakni “Klinik Identifikasi Pita Cukai Desain Tahun 2019” yang diarahkan langsung dari Tim Konsorsium (Peruri, PT. Pura Nusapersada, dan PT. Kertas Padalarang). Acara ini berkonsep TOT (Training to Trainer) dimana acaranya yakni mempraktikkan langsung bagaimana cara mengidentifikasi keaslian pita cukai. Terdapat pula pretest serta post test untuk menguji pengetahuan para pegawai terkait pita cukai. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Kepala Sub Direktorat Penindakan Bapak Abdul Kareem yang menyampaikan materi tentang pengawasan yang telah dilakukan Bea dan Cukai di Indonesia dan Kepala Seksi Pelunasan Cukai 1 Bapak Machbub Dumron yang membahas tentang Realisasi Cukai tahun 2018 dan laporan mengenai kasus-kasus yang terkait pita cukai.

Keseriusan Peserta Workshop

Adapun hasil dari sesi tanya jawab yakni mendapat usulan untuk menambahkan fitur baru seperti adanya perekat untuk pita cukai Hasil Tembakau sehingga bisa mengurangi penggunaan pita cukai bekas, namun usulan ini belum sepenuhnya diterima karena penambahan fitur baru pada pita cukai juga akan dikeluhkan oleh pengguna jasa karena untuk melekatkan pita cukai perlu waktu dan hal tersebut akan mengganggu proses bisnis pengusaha. Kemudian terdapat wacana juga bahwa kawansan bebas yang selama ini dibebaskan dari cukai akan diubah menjadi tidak dikenakan cukai, sehingga utuk memudahkan pengawasan, semua BKC yang ada di Kawasan bebas akan dilekati pita cukai namun cukai yang dikenakan yakni 0 rupiah.